alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Target 5 Ribu Vaksin untuk Pelajar SD

Jelang Pelaksanaan PTM Sekolah Dasar

Mobile_AP_Rectangle 1

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Sejak beberapa waktu lalu, sejumlah SMA di Kabupaten Jember mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal tersebut sesuai dengan instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memperbolehkan penerapan PTM di daerah dengan PPKM Level 3, dengan syarat seluruh pelajar harus divaksin terlebih dahulu. Kemudian, pelaksanaan PTM hanya diikuti 50 persen siswa.

Lalu, bagaimana dengan jenjang pendidikan lainnya? Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati mengatakan, sejauh ini pelaksanaan PTM untuk siswa SD tetap mengikuti regulasi dan anjuran dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri. Sebab, sebagian siswa tingkat SD masih belum mencapai batas minimal usia penerima vaksin, yakni 12 tahun. “Untuk SD masih menjadi pertimbangan. Tapi, kami sudah siapkan data untuk usia 12 tahun itu, dan sudah kami serahkan juga ke Dinas Kesehatan,” ungkapnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, Senin (30/8).

Jika dilihat dari kondisi pandemi dan sistem pembelajaran, lanjut Endang, sejauh ini hampir semua sekolah sudah siap untuk PTM. Baik dilihat dari sarana dan prasarana maupun kemauan guru dan siswa. “Cuma, dari Dinkes menyampaikan untuk SD masih dipertimbangkan. Kalau terkait vaksin kami serahkan ke Dinkes. Tapi, kalau untuk PTM kami siapkan semuanya,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sembari menunggu pemberian vaksin sesuai data yang diajukan, pihaknya juga menunggu izin PTM dari satgas kabupaten setempat. Sedangkan untuk panduan pembelajarannya tetap mengacu pada SKB empat menteri. “Yang kami tunggu adalah izin dari satgas kabupaten untuk bisa melaksanakan PTM. Kalau untuk panduan terkait SKB empat menteri juga sudah kami susun untuk dijadikan acuan bagi teman-teman di lapangan,” jelasnya.

Dengan membaiknya kondisi pandemi di Jember, Endang berharap kesempatan tersebut dapat segera dimanfaatkan. Mengingat, segala persiapan dari sekolah, guru, dan siswa telah dinilai cukup matang. “Kita sudah dua tahun daring, dan kekuatan anak-anak lebih tangguh dari orang dewasa terkait Covid-19. Ini saya harap anak-anak kita juga sudah siap. Tinggal menunggu waktu saja dan semoga bisa disegerakan,” pungkasnya.

- Advertisement -

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Sejak beberapa waktu lalu, sejumlah SMA di Kabupaten Jember mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal tersebut sesuai dengan instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memperbolehkan penerapan PTM di daerah dengan PPKM Level 3, dengan syarat seluruh pelajar harus divaksin terlebih dahulu. Kemudian, pelaksanaan PTM hanya diikuti 50 persen siswa.

Lalu, bagaimana dengan jenjang pendidikan lainnya? Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati mengatakan, sejauh ini pelaksanaan PTM untuk siswa SD tetap mengikuti regulasi dan anjuran dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri. Sebab, sebagian siswa tingkat SD masih belum mencapai batas minimal usia penerima vaksin, yakni 12 tahun. “Untuk SD masih menjadi pertimbangan. Tapi, kami sudah siapkan data untuk usia 12 tahun itu, dan sudah kami serahkan juga ke Dinas Kesehatan,” ungkapnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, Senin (30/8).

Jika dilihat dari kondisi pandemi dan sistem pembelajaran, lanjut Endang, sejauh ini hampir semua sekolah sudah siap untuk PTM. Baik dilihat dari sarana dan prasarana maupun kemauan guru dan siswa. “Cuma, dari Dinkes menyampaikan untuk SD masih dipertimbangkan. Kalau terkait vaksin kami serahkan ke Dinkes. Tapi, kalau untuk PTM kami siapkan semuanya,” imbuhnya.

Sembari menunggu pemberian vaksin sesuai data yang diajukan, pihaknya juga menunggu izin PTM dari satgas kabupaten setempat. Sedangkan untuk panduan pembelajarannya tetap mengacu pada SKB empat menteri. “Yang kami tunggu adalah izin dari satgas kabupaten untuk bisa melaksanakan PTM. Kalau untuk panduan terkait SKB empat menteri juga sudah kami susun untuk dijadikan acuan bagi teman-teman di lapangan,” jelasnya.

Dengan membaiknya kondisi pandemi di Jember, Endang berharap kesempatan tersebut dapat segera dimanfaatkan. Mengingat, segala persiapan dari sekolah, guru, dan siswa telah dinilai cukup matang. “Kita sudah dua tahun daring, dan kekuatan anak-anak lebih tangguh dari orang dewasa terkait Covid-19. Ini saya harap anak-anak kita juga sudah siap. Tinggal menunggu waktu saja dan semoga bisa disegerakan,” pungkasnya.

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Sejak beberapa waktu lalu, sejumlah SMA di Kabupaten Jember mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal tersebut sesuai dengan instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memperbolehkan penerapan PTM di daerah dengan PPKM Level 3, dengan syarat seluruh pelajar harus divaksin terlebih dahulu. Kemudian, pelaksanaan PTM hanya diikuti 50 persen siswa.

Lalu, bagaimana dengan jenjang pendidikan lainnya? Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Endang Sulistyowati mengatakan, sejauh ini pelaksanaan PTM untuk siswa SD tetap mengikuti regulasi dan anjuran dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri. Sebab, sebagian siswa tingkat SD masih belum mencapai batas minimal usia penerima vaksin, yakni 12 tahun. “Untuk SD masih menjadi pertimbangan. Tapi, kami sudah siapkan data untuk usia 12 tahun itu, dan sudah kami serahkan juga ke Dinas Kesehatan,” ungkapnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, Senin (30/8).

Jika dilihat dari kondisi pandemi dan sistem pembelajaran, lanjut Endang, sejauh ini hampir semua sekolah sudah siap untuk PTM. Baik dilihat dari sarana dan prasarana maupun kemauan guru dan siswa. “Cuma, dari Dinkes menyampaikan untuk SD masih dipertimbangkan. Kalau terkait vaksin kami serahkan ke Dinkes. Tapi, kalau untuk PTM kami siapkan semuanya,” imbuhnya.

Sembari menunggu pemberian vaksin sesuai data yang diajukan, pihaknya juga menunggu izin PTM dari satgas kabupaten setempat. Sedangkan untuk panduan pembelajarannya tetap mengacu pada SKB empat menteri. “Yang kami tunggu adalah izin dari satgas kabupaten untuk bisa melaksanakan PTM. Kalau untuk panduan terkait SKB empat menteri juga sudah kami susun untuk dijadikan acuan bagi teman-teman di lapangan,” jelasnya.

Dengan membaiknya kondisi pandemi di Jember, Endang berharap kesempatan tersebut dapat segera dimanfaatkan. Mengingat, segala persiapan dari sekolah, guru, dan siswa telah dinilai cukup matang. “Kita sudah dua tahun daring, dan kekuatan anak-anak lebih tangguh dari orang dewasa terkait Covid-19. Ini saya harap anak-anak kita juga sudah siap. Tinggal menunggu waktu saja dan semoga bisa disegerakan,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/