alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Mau PTM tapi Belum Ada Surat Edaran

“Dilematisnya, dasar surat untuk mengimbau PTM tidak ada. Memang sudah boleh melakukan PTM, tapi kita mau dasar surat dari mana.” EDY SUCIPTO - Kasi Pendidikan Kementerian Agama Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Siswa madrasah rupanya masih perlu bersabar agar bisa melakukan pertemuan tatap muka (PTM) seperti siswa SMA pada umumnya. Ini karena masih belum optimalnya capaian vaksinasi di ranah pelajar madrasah, serta belum adanya surat edaran yang dirilis. Meski demikian, PTM tetap diupayakan agar bisa dilangsungkan secepatnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember Muhammad menyebut bahwa vaksinasi di madrasah sudah mencapai 50 persen. Utamanya di satuan pendidikan swasta yang umumnya tergabung dalam lembaga pondok pesantren. Hal ini karena lembaga-lembaga swasta itu menyelenggarakan vaksinasi lebih cepat, sehingga tidak bergantung pada lembaga tertentu yang menggelar vaksinasi.

Dengan demikian, Muhammad mengimbau untuk semua madrasah dapat melaksanakan PTM secepatnya. Tolok ukurnya adalah vaksinasi telah dilakukan pada guru dan murid. Semakin banyak vaksinasi yang menyasar guru, tenaga pendidik, dan siswa, maka semakin diharuskan untuk segera menggelar PTM. “Madrasah dapat melakukan pembelajaran tatap muka. Jadi, tidak ada alasan lagi,” ungkapnya, Senin (30/8).

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengatakan bahwa PTM dapat dilakukan secara berkala. Misalnya hanya diikuti 25 persen siswa terlebih dahulu, selanjutnya bertambah hingga mencapai 50 persen dari total siswa. Acuannya, maksimal PTM dapat dilakukan dengan jumlah 50 persen. “Tidak 100 persen. Mungkin bisa 20–50 persen dulu,” Imbuhnya.

Namun, spirit untuk segera menggelar PTM ini seyogianya juga diiringi dengan pendisiplinan guru atau tenaga pendidik yang masih belum melakukan vaksinasi. Padahal, aturannya, mereka telah dianjurkan untuk melakukan vaksinasi di masing-masing puskesmas. Sebabnya pun beragam. Mulai dari masih adanya persepsi bahwa vaksinasi komersialisasi kebijakan hingga adanya ketakutan dengan jarum suntik.

Terpisah, Kasi Pendidikan Kemenag Jember Edy Sucipto mengatakan bahwa hingga saat ini kantor wilayah tidak menerbitkan surat edaran untuk melakukan PTM. Begitupun dengan pemerintah daerah yang masih belum juga memberikan SE.

- Advertisement -

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Siswa madrasah rupanya masih perlu bersabar agar bisa melakukan pertemuan tatap muka (PTM) seperti siswa SMA pada umumnya. Ini karena masih belum optimalnya capaian vaksinasi di ranah pelajar madrasah, serta belum adanya surat edaran yang dirilis. Meski demikian, PTM tetap diupayakan agar bisa dilangsungkan secepatnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember Muhammad menyebut bahwa vaksinasi di madrasah sudah mencapai 50 persen. Utamanya di satuan pendidikan swasta yang umumnya tergabung dalam lembaga pondok pesantren. Hal ini karena lembaga-lembaga swasta itu menyelenggarakan vaksinasi lebih cepat, sehingga tidak bergantung pada lembaga tertentu yang menggelar vaksinasi.

Dengan demikian, Muhammad mengimbau untuk semua madrasah dapat melaksanakan PTM secepatnya. Tolok ukurnya adalah vaksinasi telah dilakukan pada guru dan murid. Semakin banyak vaksinasi yang menyasar guru, tenaga pendidik, dan siswa, maka semakin diharuskan untuk segera menggelar PTM. “Madrasah dapat melakukan pembelajaran tatap muka. Jadi, tidak ada alasan lagi,” ungkapnya, Senin (30/8).

Dia mengatakan bahwa PTM dapat dilakukan secara berkala. Misalnya hanya diikuti 25 persen siswa terlebih dahulu, selanjutnya bertambah hingga mencapai 50 persen dari total siswa. Acuannya, maksimal PTM dapat dilakukan dengan jumlah 50 persen. “Tidak 100 persen. Mungkin bisa 20–50 persen dulu,” Imbuhnya.

Namun, spirit untuk segera menggelar PTM ini seyogianya juga diiringi dengan pendisiplinan guru atau tenaga pendidik yang masih belum melakukan vaksinasi. Padahal, aturannya, mereka telah dianjurkan untuk melakukan vaksinasi di masing-masing puskesmas. Sebabnya pun beragam. Mulai dari masih adanya persepsi bahwa vaksinasi komersialisasi kebijakan hingga adanya ketakutan dengan jarum suntik.

Terpisah, Kasi Pendidikan Kemenag Jember Edy Sucipto mengatakan bahwa hingga saat ini kantor wilayah tidak menerbitkan surat edaran untuk melakukan PTM. Begitupun dengan pemerintah daerah yang masih belum juga memberikan SE.

PATRANG, RADARJEMBER.ID – Siswa madrasah rupanya masih perlu bersabar agar bisa melakukan pertemuan tatap muka (PTM) seperti siswa SMA pada umumnya. Ini karena masih belum optimalnya capaian vaksinasi di ranah pelajar madrasah, serta belum adanya surat edaran yang dirilis. Meski demikian, PTM tetap diupayakan agar bisa dilangsungkan secepatnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember Muhammad menyebut bahwa vaksinasi di madrasah sudah mencapai 50 persen. Utamanya di satuan pendidikan swasta yang umumnya tergabung dalam lembaga pondok pesantren. Hal ini karena lembaga-lembaga swasta itu menyelenggarakan vaksinasi lebih cepat, sehingga tidak bergantung pada lembaga tertentu yang menggelar vaksinasi.

Dengan demikian, Muhammad mengimbau untuk semua madrasah dapat melaksanakan PTM secepatnya. Tolok ukurnya adalah vaksinasi telah dilakukan pada guru dan murid. Semakin banyak vaksinasi yang menyasar guru, tenaga pendidik, dan siswa, maka semakin diharuskan untuk segera menggelar PTM. “Madrasah dapat melakukan pembelajaran tatap muka. Jadi, tidak ada alasan lagi,” ungkapnya, Senin (30/8).

Dia mengatakan bahwa PTM dapat dilakukan secara berkala. Misalnya hanya diikuti 25 persen siswa terlebih dahulu, selanjutnya bertambah hingga mencapai 50 persen dari total siswa. Acuannya, maksimal PTM dapat dilakukan dengan jumlah 50 persen. “Tidak 100 persen. Mungkin bisa 20–50 persen dulu,” Imbuhnya.

Namun, spirit untuk segera menggelar PTM ini seyogianya juga diiringi dengan pendisiplinan guru atau tenaga pendidik yang masih belum melakukan vaksinasi. Padahal, aturannya, mereka telah dianjurkan untuk melakukan vaksinasi di masing-masing puskesmas. Sebabnya pun beragam. Mulai dari masih adanya persepsi bahwa vaksinasi komersialisasi kebijakan hingga adanya ketakutan dengan jarum suntik.

Terpisah, Kasi Pendidikan Kemenag Jember Edy Sucipto mengatakan bahwa hingga saat ini kantor wilayah tidak menerbitkan surat edaran untuk melakukan PTM. Begitupun dengan pemerintah daerah yang masih belum juga memberikan SE.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/