alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Mangkir Alasan Sakit, Polisi Bisa Datangi Rumah Mantan Kepala BPBD Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tersangka korupsi selalu punya cara demi menghindari pemeriksaan polisi. Umumnya, mereka berdalih sakit agar terhindar dari pertanyaan penyidik. Alasan ini juga yang digunakan Muhammad Djamil, mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Jember yang menjadi tersangka dugaan rasuah honor pemakaman Covid-19.

Setelah ditetapkan tersangka kasus pemotongan honor pemakaman Covid-19 beberapa hari lalu, Djamil masih belum memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Jember. Padahal, Jumat lalu, dia telah dijadwalkan untuk diperiksa. Namun, karena alasan sakit, sehingga pemeriksaan ditunda sampai Rabu lusa.

BACA JUGA: Kasus Honor Covid-19 Terus Berlanjut, Bakal Periksa 10 Saksi Tambahan

Mobile_AP_Rectangle 2

Kanit Pidana Korupsi Satreskrim Polres Jember Ipda Dwi Sugianto mengatakan, agenda pemeriksaan telah dijadwalkan. Bahkan tidak lama setelah Djamil ditetapkan tersangka. Namun, saat dilakukan pemanggilan, Djamil mangkir dengan alasan sakit. “Untuk kelanjutan pemeriksaannya, kami jadwalkan Rabu besok,” katanya, Senin (1/8).

Alasan Djamil yang saat ini menjabat Staf Ahli Bupati Jember itu, memang sudah klasik. Jamak dilakukan para pejabat di republik ini yang tersandung kasus rasuah. Kendati demikian, dalih semacam itu tetap saja berpotensi mengganggu proses pengusutan kasus penggarongan duit rakyat itu.

Ahli Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Jember Prof M Arief Amrullah mengatakan, sejatinya polisi dapat mengkroscek ke tempat tinggal tersangka untuk memastikan apakah benar-benar sakit atau tidak. Sebab, alasan seperti ini dapat membuat lama proses penuntasan kasus.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tersangka korupsi selalu punya cara demi menghindari pemeriksaan polisi. Umumnya, mereka berdalih sakit agar terhindar dari pertanyaan penyidik. Alasan ini juga yang digunakan Muhammad Djamil, mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Jember yang menjadi tersangka dugaan rasuah honor pemakaman Covid-19.

Setelah ditetapkan tersangka kasus pemotongan honor pemakaman Covid-19 beberapa hari lalu, Djamil masih belum memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Jember. Padahal, Jumat lalu, dia telah dijadwalkan untuk diperiksa. Namun, karena alasan sakit, sehingga pemeriksaan ditunda sampai Rabu lusa.

BACA JUGA: Kasus Honor Covid-19 Terus Berlanjut, Bakal Periksa 10 Saksi Tambahan

Kanit Pidana Korupsi Satreskrim Polres Jember Ipda Dwi Sugianto mengatakan, agenda pemeriksaan telah dijadwalkan. Bahkan tidak lama setelah Djamil ditetapkan tersangka. Namun, saat dilakukan pemanggilan, Djamil mangkir dengan alasan sakit. “Untuk kelanjutan pemeriksaannya, kami jadwalkan Rabu besok,” katanya, Senin (1/8).

Alasan Djamil yang saat ini menjabat Staf Ahli Bupati Jember itu, memang sudah klasik. Jamak dilakukan para pejabat di republik ini yang tersandung kasus rasuah. Kendati demikian, dalih semacam itu tetap saja berpotensi mengganggu proses pengusutan kasus penggarongan duit rakyat itu.

Ahli Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Jember Prof M Arief Amrullah mengatakan, sejatinya polisi dapat mengkroscek ke tempat tinggal tersangka untuk memastikan apakah benar-benar sakit atau tidak. Sebab, alasan seperti ini dapat membuat lama proses penuntasan kasus.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tersangka korupsi selalu punya cara demi menghindari pemeriksaan polisi. Umumnya, mereka berdalih sakit agar terhindar dari pertanyaan penyidik. Alasan ini juga yang digunakan Muhammad Djamil, mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Jember yang menjadi tersangka dugaan rasuah honor pemakaman Covid-19.

Setelah ditetapkan tersangka kasus pemotongan honor pemakaman Covid-19 beberapa hari lalu, Djamil masih belum memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Jember. Padahal, Jumat lalu, dia telah dijadwalkan untuk diperiksa. Namun, karena alasan sakit, sehingga pemeriksaan ditunda sampai Rabu lusa.

BACA JUGA: Kasus Honor Covid-19 Terus Berlanjut, Bakal Periksa 10 Saksi Tambahan

Kanit Pidana Korupsi Satreskrim Polres Jember Ipda Dwi Sugianto mengatakan, agenda pemeriksaan telah dijadwalkan. Bahkan tidak lama setelah Djamil ditetapkan tersangka. Namun, saat dilakukan pemanggilan, Djamil mangkir dengan alasan sakit. “Untuk kelanjutan pemeriksaannya, kami jadwalkan Rabu besok,” katanya, Senin (1/8).

Alasan Djamil yang saat ini menjabat Staf Ahli Bupati Jember itu, memang sudah klasik. Jamak dilakukan para pejabat di republik ini yang tersandung kasus rasuah. Kendati demikian, dalih semacam itu tetap saja berpotensi mengganggu proses pengusutan kasus penggarongan duit rakyat itu.

Ahli Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Jember Prof M Arief Amrullah mengatakan, sejatinya polisi dapat mengkroscek ke tempat tinggal tersangka untuk memastikan apakah benar-benar sakit atau tidak. Sebab, alasan seperti ini dapat membuat lama proses penuntasan kasus.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/