alexametrics
23.3 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Cegah Perkawinan Anak, Kampanyekan Kesehatan Reproduksi hingga No Free Sex

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tingginya angka perkawinan anak di Jember, rupanya menjadi perhatian berbagai pihak. Tak hanya pemerintah, tapi juga elemen masyarakat sipil. Mereka bersama-sama membikin progam pemodelan Kampung Rejama Sehat di dua kelurahan. Yakni, Wirolegi dan Karangrejo di Kecamatan Sumbersari. Dua wilayah ini dipilih, karena angka perkawinan anak cukup tinggi.

Mengambil momentum Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli, Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember melakukan launching pemodelan Kampung Remaja Sehat tersebut, Senin (1/8). Launching yang dibarengi dengan gelar karya anak dan itu, dilakukan oleh Suprihandoko, Kepala Dinas pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember.

Gelar karya anak itu juga dimeriahkan dengan penampilan ekspresi seni anak. Ada baca puisi oleh siswa SLB Kaliwates, pantomim dari anak Wirolegi, seni hadrah dari anak Karangrejo, dan penampilan tarian “Kujaga Diriku” oleh anak-anak SDN Sukorejo 02, Kecamatan Bangsalsari.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Pernikahan Dini di Jember Tinggi, Cegah dengan Kampung Remaja Sehat

Beberapa poster karya anak dipajang saat gelar karya berlangsung. Poster itu berisi tentang kampanye kesehatan remaja. Seperti kampanye kesehatan reproduksi, no drugs, no free sex, no violence, cegah kawin anak dan berdamai berprestasi.

Direktur GPP Jember Sri Sulistiyani mengatakan, Kampung Remaja Sehat ini nanti akan memiliki beberapa program yang mendukung segala aktivitas yang menjurus pada kesehatan remaja. Salah satu program kampung remaja sehat itu membentuk komunitas anak remaja dan mengajarkan tentang pentingnya kesehatan alat reproduksi dan pemeriksaan kesehatan. “Juga pembentukan pemuda penggerak untuk membantu menularkan apa yang telah diajarkan dan dipahami,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tingginya angka perkawinan anak di Jember, rupanya menjadi perhatian berbagai pihak. Tak hanya pemerintah, tapi juga elemen masyarakat sipil. Mereka bersama-sama membikin progam pemodelan Kampung Rejama Sehat di dua kelurahan. Yakni, Wirolegi dan Karangrejo di Kecamatan Sumbersari. Dua wilayah ini dipilih, karena angka perkawinan anak cukup tinggi.

Mengambil momentum Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli, Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember melakukan launching pemodelan Kampung Remaja Sehat tersebut, Senin (1/8). Launching yang dibarengi dengan gelar karya anak dan itu, dilakukan oleh Suprihandoko, Kepala Dinas pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember.

Gelar karya anak itu juga dimeriahkan dengan penampilan ekspresi seni anak. Ada baca puisi oleh siswa SLB Kaliwates, pantomim dari anak Wirolegi, seni hadrah dari anak Karangrejo, dan penampilan tarian “Kujaga Diriku” oleh anak-anak SDN Sukorejo 02, Kecamatan Bangsalsari.

BACA JUGA: Pernikahan Dini di Jember Tinggi, Cegah dengan Kampung Remaja Sehat

Beberapa poster karya anak dipajang saat gelar karya berlangsung. Poster itu berisi tentang kampanye kesehatan remaja. Seperti kampanye kesehatan reproduksi, no drugs, no free sex, no violence, cegah kawin anak dan berdamai berprestasi.

Direktur GPP Jember Sri Sulistiyani mengatakan, Kampung Remaja Sehat ini nanti akan memiliki beberapa program yang mendukung segala aktivitas yang menjurus pada kesehatan remaja. Salah satu program kampung remaja sehat itu membentuk komunitas anak remaja dan mengajarkan tentang pentingnya kesehatan alat reproduksi dan pemeriksaan kesehatan. “Juga pembentukan pemuda penggerak untuk membantu menularkan apa yang telah diajarkan dan dipahami,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tingginya angka perkawinan anak di Jember, rupanya menjadi perhatian berbagai pihak. Tak hanya pemerintah, tapi juga elemen masyarakat sipil. Mereka bersama-sama membikin progam pemodelan Kampung Rejama Sehat di dua kelurahan. Yakni, Wirolegi dan Karangrejo di Kecamatan Sumbersari. Dua wilayah ini dipilih, karena angka perkawinan anak cukup tinggi.

Mengambil momentum Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli, Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember melakukan launching pemodelan Kampung Remaja Sehat tersebut, Senin (1/8). Launching yang dibarengi dengan gelar karya anak dan itu, dilakukan oleh Suprihandoko, Kepala Dinas pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember.

Gelar karya anak itu juga dimeriahkan dengan penampilan ekspresi seni anak. Ada baca puisi oleh siswa SLB Kaliwates, pantomim dari anak Wirolegi, seni hadrah dari anak Karangrejo, dan penampilan tarian “Kujaga Diriku” oleh anak-anak SDN Sukorejo 02, Kecamatan Bangsalsari.

BACA JUGA: Pernikahan Dini di Jember Tinggi, Cegah dengan Kampung Remaja Sehat

Beberapa poster karya anak dipajang saat gelar karya berlangsung. Poster itu berisi tentang kampanye kesehatan remaja. Seperti kampanye kesehatan reproduksi, no drugs, no free sex, no violence, cegah kawin anak dan berdamai berprestasi.

Direktur GPP Jember Sri Sulistiyani mengatakan, Kampung Remaja Sehat ini nanti akan memiliki beberapa program yang mendukung segala aktivitas yang menjurus pada kesehatan remaja. Salah satu program kampung remaja sehat itu membentuk komunitas anak remaja dan mengajarkan tentang pentingnya kesehatan alat reproduksi dan pemeriksaan kesehatan. “Juga pembentukan pemuda penggerak untuk membantu menularkan apa yang telah diajarkan dan dipahami,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/