alexametrics
22.9 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

BPBD Jember Terabas Hutan, Bagikan Masker untuk Warga di Kaki Gunung Raung

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski tak sampai terdampak abu vulkanis erupsi Gunung Raung, namun warga yang tinggal di kawasan hutan kaki Gunung Raung di Jember, tetap membutuhkan masker. Ini karena jarak tempat tinggal mereka cukup dekat dengan gunung yang berada di perbatasan tiga kabupaten tersebut.

Melihat kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember membagikan ratusan masker kepada warga yang tinggal ditengah hutan, Senin (1/8). Ini dilakukan setelah BPBD mendapat informasi kalau ada puluhan Kepala Keluarga (KK) di Dusun Biarom dan Dusun Paceh, Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe.

BACA JUGA: Petani Bersyukur, Tanaman Tembakau di Jember Selamat dari Abu Gunung Raung

Mobile_AP_Rectangle 2

“Pembagian masker ini menyasar dua lokasi di dua dusun. Dua lokasi itu jaraknya cukup jauh dari permukiman warga yang ada di Desa Jambearum,” ujar Sukirno, Koordinator Regu BPBD Jember.

Menurutnya, petugas dan relawan pertama kali mendatangi dua rumah yang berada di wilayah hutan lindung. Tepatnya di petak 122 Dusun Paceh. “Selain itu juga di wilayah Miskem Dusun Biarom. Di lokasi ini ada 22 KK,” tutur pria yang akrab disapa Dargombes ini.

Namun, untuk menuju lokasi aksesnya cukup sulit. Karena hanya bisa dilalui dengan roda dua. Jalan yang dilewati tersebut juga sangat ektrem. Bahkan personel BPBD banyak yang terjatuh. Selain terjal dan menikung, juga banyak jurang dan jalurnya cukup sempit.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski tak sampai terdampak abu vulkanis erupsi Gunung Raung, namun warga yang tinggal di kawasan hutan kaki Gunung Raung di Jember, tetap membutuhkan masker. Ini karena jarak tempat tinggal mereka cukup dekat dengan gunung yang berada di perbatasan tiga kabupaten tersebut.

Melihat kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember membagikan ratusan masker kepada warga yang tinggal ditengah hutan, Senin (1/8). Ini dilakukan setelah BPBD mendapat informasi kalau ada puluhan Kepala Keluarga (KK) di Dusun Biarom dan Dusun Paceh, Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe.

BACA JUGA: Petani Bersyukur, Tanaman Tembakau di Jember Selamat dari Abu Gunung Raung

“Pembagian masker ini menyasar dua lokasi di dua dusun. Dua lokasi itu jaraknya cukup jauh dari permukiman warga yang ada di Desa Jambearum,” ujar Sukirno, Koordinator Regu BPBD Jember.

Menurutnya, petugas dan relawan pertama kali mendatangi dua rumah yang berada di wilayah hutan lindung. Tepatnya di petak 122 Dusun Paceh. “Selain itu juga di wilayah Miskem Dusun Biarom. Di lokasi ini ada 22 KK,” tutur pria yang akrab disapa Dargombes ini.

Namun, untuk menuju lokasi aksesnya cukup sulit. Karena hanya bisa dilalui dengan roda dua. Jalan yang dilewati tersebut juga sangat ektrem. Bahkan personel BPBD banyak yang terjatuh. Selain terjal dan menikung, juga banyak jurang dan jalurnya cukup sempit.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski tak sampai terdampak abu vulkanis erupsi Gunung Raung, namun warga yang tinggal di kawasan hutan kaki Gunung Raung di Jember, tetap membutuhkan masker. Ini karena jarak tempat tinggal mereka cukup dekat dengan gunung yang berada di perbatasan tiga kabupaten tersebut.

Melihat kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember membagikan ratusan masker kepada warga yang tinggal ditengah hutan, Senin (1/8). Ini dilakukan setelah BPBD mendapat informasi kalau ada puluhan Kepala Keluarga (KK) di Dusun Biarom dan Dusun Paceh, Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe.

BACA JUGA: Petani Bersyukur, Tanaman Tembakau di Jember Selamat dari Abu Gunung Raung

“Pembagian masker ini menyasar dua lokasi di dua dusun. Dua lokasi itu jaraknya cukup jauh dari permukiman warga yang ada di Desa Jambearum,” ujar Sukirno, Koordinator Regu BPBD Jember.

Menurutnya, petugas dan relawan pertama kali mendatangi dua rumah yang berada di wilayah hutan lindung. Tepatnya di petak 122 Dusun Paceh. “Selain itu juga di wilayah Miskem Dusun Biarom. Di lokasi ini ada 22 KK,” tutur pria yang akrab disapa Dargombes ini.

Namun, untuk menuju lokasi aksesnya cukup sulit. Karena hanya bisa dilalui dengan roda dua. Jalan yang dilewati tersebut juga sangat ektrem. Bahkan personel BPBD banyak yang terjatuh. Selain terjal dan menikung, juga banyak jurang dan jalurnya cukup sempit.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/