alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Isi Kesibukan dengan Berkebun, Pernah Bawa 26 Penumpang KA

Mobile_AP_Rectangle 1

Efek pandemi virus korona masih terus dirasakan banyak orang. Terlebih di sektor transportasi. Para masinis kereta api pun termasuk di antaranya, ketika banyak armada kereta api tidak dioperasikan.

Muchammad Ainul Budi, Jember Kidul, Radar Jember

SECARA finansial, masinis kereta api tidak mengalami gangguan yang signifikan. Tidak sampai berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK). Gaji pun tak dikurangi. Namun, pandemi ini berdampak pada kebiasaan baru mereka melakukan aktivitas sehari-hari ataupun mencari kegiatan baru lainnya. Jam jalan bagi mereka pun otomatis berkurang setelah satu bulan lebih kereta api tak beroperasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, dampak tidak beroperasinya kereta api saat Ramadan lalu hingga setelah mudik Lebaran diambil hikmahnya oleh dua masinis asli Jember. Keduanya adalah Ferry Eko Pramono dan Akhmad Junaedi. “Alhamdulillah bisa salat Idul Fitri bersama keluarga. Lebaran sama keluarga tahun ini, karena kereta tidak jalan sementara waktu,” tutur Ferry.

Begitu pula Junaedi. Dia bersama istri dan dua anaknya akhirnya bisa menunaikan ibadah puasa bersama selama sebulan full di kediamannya. Sebab, di tahun-tahun sebelumnya, untuk berbuka puasa bersama ataupun salat Idul Fitri dengan keluarga bagi masinis adalah hal yang langka. Apalagi momen Lebaran dan hari-hari besar lainnya adalah puncak arus mudik. “Selama pandemi korona, kami berhenti berdinas sekitar dua bulan lebih,” ucap Junaedi.

Perjalanan kereta api pun sebenarnya masih berjalan, beberapa waktu lalu, walau itu hanya kereta barang, bukan penumpang. Lalu, apa kesibukan masinis di tengah masa pandemi? “Secara kedinasan, kami tetap masuk. Ada absen masuk dan absen pulang,” imbuh Ferry.

- Advertisement -

Efek pandemi virus korona masih terus dirasakan banyak orang. Terlebih di sektor transportasi. Para masinis kereta api pun termasuk di antaranya, ketika banyak armada kereta api tidak dioperasikan.

Muchammad Ainul Budi, Jember Kidul, Radar Jember

SECARA finansial, masinis kereta api tidak mengalami gangguan yang signifikan. Tidak sampai berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK). Gaji pun tak dikurangi. Namun, pandemi ini berdampak pada kebiasaan baru mereka melakukan aktivitas sehari-hari ataupun mencari kegiatan baru lainnya. Jam jalan bagi mereka pun otomatis berkurang setelah satu bulan lebih kereta api tak beroperasi.

Namun, dampak tidak beroperasinya kereta api saat Ramadan lalu hingga setelah mudik Lebaran diambil hikmahnya oleh dua masinis asli Jember. Keduanya adalah Ferry Eko Pramono dan Akhmad Junaedi. “Alhamdulillah bisa salat Idul Fitri bersama keluarga. Lebaran sama keluarga tahun ini, karena kereta tidak jalan sementara waktu,” tutur Ferry.

Begitu pula Junaedi. Dia bersama istri dan dua anaknya akhirnya bisa menunaikan ibadah puasa bersama selama sebulan full di kediamannya. Sebab, di tahun-tahun sebelumnya, untuk berbuka puasa bersama ataupun salat Idul Fitri dengan keluarga bagi masinis adalah hal yang langka. Apalagi momen Lebaran dan hari-hari besar lainnya adalah puncak arus mudik. “Selama pandemi korona, kami berhenti berdinas sekitar dua bulan lebih,” ucap Junaedi.

Perjalanan kereta api pun sebenarnya masih berjalan, beberapa waktu lalu, walau itu hanya kereta barang, bukan penumpang. Lalu, apa kesibukan masinis di tengah masa pandemi? “Secara kedinasan, kami tetap masuk. Ada absen masuk dan absen pulang,” imbuh Ferry.

Efek pandemi virus korona masih terus dirasakan banyak orang. Terlebih di sektor transportasi. Para masinis kereta api pun termasuk di antaranya, ketika banyak armada kereta api tidak dioperasikan.

Muchammad Ainul Budi, Jember Kidul, Radar Jember

SECARA finansial, masinis kereta api tidak mengalami gangguan yang signifikan. Tidak sampai berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK). Gaji pun tak dikurangi. Namun, pandemi ini berdampak pada kebiasaan baru mereka melakukan aktivitas sehari-hari ataupun mencari kegiatan baru lainnya. Jam jalan bagi mereka pun otomatis berkurang setelah satu bulan lebih kereta api tak beroperasi.

Namun, dampak tidak beroperasinya kereta api saat Ramadan lalu hingga setelah mudik Lebaran diambil hikmahnya oleh dua masinis asli Jember. Keduanya adalah Ferry Eko Pramono dan Akhmad Junaedi. “Alhamdulillah bisa salat Idul Fitri bersama keluarga. Lebaran sama keluarga tahun ini, karena kereta tidak jalan sementara waktu,” tutur Ferry.

Begitu pula Junaedi. Dia bersama istri dan dua anaknya akhirnya bisa menunaikan ibadah puasa bersama selama sebulan full di kediamannya. Sebab, di tahun-tahun sebelumnya, untuk berbuka puasa bersama ataupun salat Idul Fitri dengan keluarga bagi masinis adalah hal yang langka. Apalagi momen Lebaran dan hari-hari besar lainnya adalah puncak arus mudik. “Selama pandemi korona, kami berhenti berdinas sekitar dua bulan lebih,” ucap Junaedi.

Perjalanan kereta api pun sebenarnya masih berjalan, beberapa waktu lalu, walau itu hanya kereta barang, bukan penumpang. Lalu, apa kesibukan masinis di tengah masa pandemi? “Secara kedinasan, kami tetap masuk. Ada absen masuk dan absen pulang,” imbuh Ferry.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/