alexametrics
25.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Hakim Soroti Kinerja Pokja

12 ASN Beri Keterangan di Sidang Manggisan 

Mobile_AP_Rectangle 1

SIDOARJO, Radar Jember – Sidang kasus dugaan korupsi Pasar Manggisan terus bergulir. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menghadirkan 12 orang dalam agenda pemeriksaan saksi, kemarin (30/6). Dalam persidangan itu, majelis hakim menyoroti keberadaan kelompok kerja (pokja) yang bertugas melakukan lelang proyek. Kinerja mereka dianggap tidak beres.

Sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Hisbullah Idris itu berlangsung di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo, kemarin (30/6). Semua saksi yang didatangkan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Jember. Mereka adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Achmad Imam Fauzi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Yessiana Arifah, serta Danang Andriasmara, Kepala Bagian Umum, yang sekaligus ketua tim pokja. Selain itu, ada sembilan saksi lain yang berstatus ASN.

Namun, persidangan itu tak dihadiri langsung empat terdakwa, karena digelar secara daring. Para terdakwa, Fariz Nurhidayat, Sugeng Irawan Widodo alias Dodik, Anas Makfuf, dan Edy Shandi, mengikutinya dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember melalui video telekonferensi.

Mobile_AP_Rectangle 2

JPU Kejari Jember Triyono Yulianto mengorek keterangan dari para saksi tentang peran mereka masing-masing. Salah satunya adalah Achmad Imam Fauzi. Dia menanyakan, apakah benar ada pertemuan internal di pendapa bupati sebelum proyek itu dimulai. Dan apakah pertemuan itu dihadiri terdakwa Fariz, Dodik, dan saksi sendiri.

Menjawab pertanyaan itu, Fauzi membenarkan pertemuan tersebut. Hanya saja, dia mengaku hanya sekali bertemu dengan Dodik dan Fariz. Itu pun dalam satu forum yang juga dihadiri oleh terdakwa Anas Ma’ruf, saksi Yessiana Arifah, juga Ketut, seorang saksi lainnya.

Senada, Yessi pun mengakuinya. Bahkan, kata Yesi, saat itu Dodik banyak diskusi tentang konsep desain penampakan tiga dimensi. Sementara Fariz berperan sebagai operator di forum itu. Namun, pada pertemuan itu, Yesi dan Fauzi mengaku sama sekali tidak membahas Pasar Manggisan. Melainkan pekerjaan ruang terbuka hijau (RTH) yang sudah tergarap.

Selain Fauzi, Triyono juga mengejar jawaban Danang Andriasmara yang saat proyek pasar ini, dia menjadi ketua tim pokja. “Apakah rehabilitasi pasar ini melalui proses lelang?” tanya Triyono.

- Advertisement -

SIDOARJO, Radar Jember – Sidang kasus dugaan korupsi Pasar Manggisan terus bergulir. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menghadirkan 12 orang dalam agenda pemeriksaan saksi, kemarin (30/6). Dalam persidangan itu, majelis hakim menyoroti keberadaan kelompok kerja (pokja) yang bertugas melakukan lelang proyek. Kinerja mereka dianggap tidak beres.

Sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Hisbullah Idris itu berlangsung di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo, kemarin (30/6). Semua saksi yang didatangkan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Jember. Mereka adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Achmad Imam Fauzi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Yessiana Arifah, serta Danang Andriasmara, Kepala Bagian Umum, yang sekaligus ketua tim pokja. Selain itu, ada sembilan saksi lain yang berstatus ASN.

Namun, persidangan itu tak dihadiri langsung empat terdakwa, karena digelar secara daring. Para terdakwa, Fariz Nurhidayat, Sugeng Irawan Widodo alias Dodik, Anas Makfuf, dan Edy Shandi, mengikutinya dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember melalui video telekonferensi.

JPU Kejari Jember Triyono Yulianto mengorek keterangan dari para saksi tentang peran mereka masing-masing. Salah satunya adalah Achmad Imam Fauzi. Dia menanyakan, apakah benar ada pertemuan internal di pendapa bupati sebelum proyek itu dimulai. Dan apakah pertemuan itu dihadiri terdakwa Fariz, Dodik, dan saksi sendiri.

Menjawab pertanyaan itu, Fauzi membenarkan pertemuan tersebut. Hanya saja, dia mengaku hanya sekali bertemu dengan Dodik dan Fariz. Itu pun dalam satu forum yang juga dihadiri oleh terdakwa Anas Ma’ruf, saksi Yessiana Arifah, juga Ketut, seorang saksi lainnya.

Senada, Yessi pun mengakuinya. Bahkan, kata Yesi, saat itu Dodik banyak diskusi tentang konsep desain penampakan tiga dimensi. Sementara Fariz berperan sebagai operator di forum itu. Namun, pada pertemuan itu, Yesi dan Fauzi mengaku sama sekali tidak membahas Pasar Manggisan. Melainkan pekerjaan ruang terbuka hijau (RTH) yang sudah tergarap.

Selain Fauzi, Triyono juga mengejar jawaban Danang Andriasmara yang saat proyek pasar ini, dia menjadi ketua tim pokja. “Apakah rehabilitasi pasar ini melalui proses lelang?” tanya Triyono.

SIDOARJO, Radar Jember – Sidang kasus dugaan korupsi Pasar Manggisan terus bergulir. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menghadirkan 12 orang dalam agenda pemeriksaan saksi, kemarin (30/6). Dalam persidangan itu, majelis hakim menyoroti keberadaan kelompok kerja (pokja) yang bertugas melakukan lelang proyek. Kinerja mereka dianggap tidak beres.

Sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Hisbullah Idris itu berlangsung di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo, kemarin (30/6). Semua saksi yang didatangkan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Jember. Mereka adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Achmad Imam Fauzi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Yessiana Arifah, serta Danang Andriasmara, Kepala Bagian Umum, yang sekaligus ketua tim pokja. Selain itu, ada sembilan saksi lain yang berstatus ASN.

Namun, persidangan itu tak dihadiri langsung empat terdakwa, karena digelar secara daring. Para terdakwa, Fariz Nurhidayat, Sugeng Irawan Widodo alias Dodik, Anas Makfuf, dan Edy Shandi, mengikutinya dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember melalui video telekonferensi.

JPU Kejari Jember Triyono Yulianto mengorek keterangan dari para saksi tentang peran mereka masing-masing. Salah satunya adalah Achmad Imam Fauzi. Dia menanyakan, apakah benar ada pertemuan internal di pendapa bupati sebelum proyek itu dimulai. Dan apakah pertemuan itu dihadiri terdakwa Fariz, Dodik, dan saksi sendiri.

Menjawab pertanyaan itu, Fauzi membenarkan pertemuan tersebut. Hanya saja, dia mengaku hanya sekali bertemu dengan Dodik dan Fariz. Itu pun dalam satu forum yang juga dihadiri oleh terdakwa Anas Ma’ruf, saksi Yessiana Arifah, juga Ketut, seorang saksi lainnya.

Senada, Yessi pun mengakuinya. Bahkan, kata Yesi, saat itu Dodik banyak diskusi tentang konsep desain penampakan tiga dimensi. Sementara Fariz berperan sebagai operator di forum itu. Namun, pada pertemuan itu, Yesi dan Fauzi mengaku sama sekali tidak membahas Pasar Manggisan. Melainkan pekerjaan ruang terbuka hijau (RTH) yang sudah tergarap.

Selain Fauzi, Triyono juga mengejar jawaban Danang Andriasmara yang saat proyek pasar ini, dia menjadi ketua tim pokja. “Apakah rehabilitasi pasar ini melalui proses lelang?” tanya Triyono.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/