alexametrics
22.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Potret Pembangunan Pasar Tradisional

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Niat baik untuk membangun pasar tradisional menjadi pasar yang lebih baik, bersih, dan modern patut diapresiasi. Sebab, kondisi pasar tradisional itu memang sudah kurang layak. Sayangnya, beberapa pembangunan pasar tersebut masih terbengkalai dan tidak bisa ditempati.

Padahal, pasar merupakan sumber ekonomi masyarakat. Ada pedagang yang penghasilannya menurun karena harus pindah tempat sementara. Sedangkan pasar yang direnovasi tak kunjung diresmikan. Tak hanya itu, keluhan juga datang di tempat relokasi, mereka sudah gerah dan ingin segera pindah.

Pedagang banyak yang mengurangi barang jualannya karena lapak yang terbatas. Tak cukup mampu menampung barang dagangan. Tak hanya itu, konsumen juga terkena dampak, mereka tidak nyaman ketika berbelanja.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mangkraknya pembangunan pasar di Kabupaten Jember kontan membuat tempat tersebut tak bisa dimanfaatkan. Sebut saja Pasar Manggisan, Kecamatan Tanggul. Pasar yang dibangun menggunakan uang miliaran rupiah itu kini tak bisa di tempati pedagang akibat pengerjaan yang tidak selesai.

Hal itu membuat para pedagang yang sebelumnya berjualan harus berjualan di tempat relokasi yang kurang layak, panas, dan kotor. Namun demikian, tidak semua pedagang memanfaatkan lokasi yang disediakan untuk sementara tersebut.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jember (LP2M Unej) Prof Achmad Subagio mengatakan, pasar yang belum bisa ditempati karena pembangunan belum selesai jelas berdampak pada perputaran ekonomi. Sebab, kata dia, pasar tersebut merupakan sentral perekonomian bagi warga yang selama ini memanfaatkannya. “Pasar itu sentral ekonomi bagi daerah sekitar,” ucapnya.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Niat baik untuk membangun pasar tradisional menjadi pasar yang lebih baik, bersih, dan modern patut diapresiasi. Sebab, kondisi pasar tradisional itu memang sudah kurang layak. Sayangnya, beberapa pembangunan pasar tersebut masih terbengkalai dan tidak bisa ditempati.

Padahal, pasar merupakan sumber ekonomi masyarakat. Ada pedagang yang penghasilannya menurun karena harus pindah tempat sementara. Sedangkan pasar yang direnovasi tak kunjung diresmikan. Tak hanya itu, keluhan juga datang di tempat relokasi, mereka sudah gerah dan ingin segera pindah.

Pedagang banyak yang mengurangi barang jualannya karena lapak yang terbatas. Tak cukup mampu menampung barang dagangan. Tak hanya itu, konsumen juga terkena dampak, mereka tidak nyaman ketika berbelanja.

Mangkraknya pembangunan pasar di Kabupaten Jember kontan membuat tempat tersebut tak bisa dimanfaatkan. Sebut saja Pasar Manggisan, Kecamatan Tanggul. Pasar yang dibangun menggunakan uang miliaran rupiah itu kini tak bisa di tempati pedagang akibat pengerjaan yang tidak selesai.

Hal itu membuat para pedagang yang sebelumnya berjualan harus berjualan di tempat relokasi yang kurang layak, panas, dan kotor. Namun demikian, tidak semua pedagang memanfaatkan lokasi yang disediakan untuk sementara tersebut.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jember (LP2M Unej) Prof Achmad Subagio mengatakan, pasar yang belum bisa ditempati karena pembangunan belum selesai jelas berdampak pada perputaran ekonomi. Sebab, kata dia, pasar tersebut merupakan sentral perekonomian bagi warga yang selama ini memanfaatkannya. “Pasar itu sentral ekonomi bagi daerah sekitar,” ucapnya.

RADAR JEMBER.ID – Niat baik untuk membangun pasar tradisional menjadi pasar yang lebih baik, bersih, dan modern patut diapresiasi. Sebab, kondisi pasar tradisional itu memang sudah kurang layak. Sayangnya, beberapa pembangunan pasar tersebut masih terbengkalai dan tidak bisa ditempati.

Padahal, pasar merupakan sumber ekonomi masyarakat. Ada pedagang yang penghasilannya menurun karena harus pindah tempat sementara. Sedangkan pasar yang direnovasi tak kunjung diresmikan. Tak hanya itu, keluhan juga datang di tempat relokasi, mereka sudah gerah dan ingin segera pindah.

Pedagang banyak yang mengurangi barang jualannya karena lapak yang terbatas. Tak cukup mampu menampung barang dagangan. Tak hanya itu, konsumen juga terkena dampak, mereka tidak nyaman ketika berbelanja.

Mangkraknya pembangunan pasar di Kabupaten Jember kontan membuat tempat tersebut tak bisa dimanfaatkan. Sebut saja Pasar Manggisan, Kecamatan Tanggul. Pasar yang dibangun menggunakan uang miliaran rupiah itu kini tak bisa di tempati pedagang akibat pengerjaan yang tidak selesai.

Hal itu membuat para pedagang yang sebelumnya berjualan harus berjualan di tempat relokasi yang kurang layak, panas, dan kotor. Namun demikian, tidak semua pedagang memanfaatkan lokasi yang disediakan untuk sementara tersebut.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jember (LP2M Unej) Prof Achmad Subagio mengatakan, pasar yang belum bisa ditempati karena pembangunan belum selesai jelas berdampak pada perputaran ekonomi. Sebab, kata dia, pasar tersebut merupakan sentral perekonomian bagi warga yang selama ini memanfaatkannya. “Pasar itu sentral ekonomi bagi daerah sekitar,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/