alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pedagang Kepanasan dan Kehujanan

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Pedagang di Pasar Manggisan Tanggul, tampaknya harus bersabar agar bisa berjualan dengan nyaman. Sebab, setelah Kejaksaan Negeri Jember menyatakan pembangunan pasar tersebut terindikasi ada penyelewengan, para pedagang direlokasi ke sebuah pasar penampungan sementara yang berada di Jalan Urip Sumoharjo.

Rupanya, kondisi di pasar penampungan itu kurang layak. Selain karena bekas pasar hewan, lokasi yang persis di pinggir jalan nasional itu juga merupakan kawasan sub terminal yang menjadi tempat mengangkut dan menurunkan penumpang. Sehingga keadaan yang seperti itu dinilai tak menguntungkan para pedagang.

Belum lagi, lokasi yang terlihat kumuh, membuat masyarakat enggan berbelanja di pasar sementara tersebut. Kesan kumuh itu juga terlihat dari kondisi bangunannya yang semi permanen. Hanya beratapkan terpal yang bolong-bolong. Kondisi ini membuat nestapa pedagang. Mereka harus menahan panasnya matahari. Bahkan saat hujan, dagangan mereka basah terkena air.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sejak pindah ke sini, banyak pelanggan saya kabur. Karena memang lebih ramai di Manggisan,” kata Sufatmi, pedagang sayur asal Dusun Jetis, Desa Tisnogambar, Bangsalsari. Untungnya, kata dia, para pedagang sapi yang biasanya melapak tiap Senin, telah dipindahkan ke Pasar Hewan Bangsalsari, sehingga tak menambah kekumuhan kawasan tersebut.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Pedagang di Pasar Manggisan Tanggul, tampaknya harus bersabar agar bisa berjualan dengan nyaman. Sebab, setelah Kejaksaan Negeri Jember menyatakan pembangunan pasar tersebut terindikasi ada penyelewengan, para pedagang direlokasi ke sebuah pasar penampungan sementara yang berada di Jalan Urip Sumoharjo.

Rupanya, kondisi di pasar penampungan itu kurang layak. Selain karena bekas pasar hewan, lokasi yang persis di pinggir jalan nasional itu juga merupakan kawasan sub terminal yang menjadi tempat mengangkut dan menurunkan penumpang. Sehingga keadaan yang seperti itu dinilai tak menguntungkan para pedagang.

Belum lagi, lokasi yang terlihat kumuh, membuat masyarakat enggan berbelanja di pasar sementara tersebut. Kesan kumuh itu juga terlihat dari kondisi bangunannya yang semi permanen. Hanya beratapkan terpal yang bolong-bolong. Kondisi ini membuat nestapa pedagang. Mereka harus menahan panasnya matahari. Bahkan saat hujan, dagangan mereka basah terkena air.

“Sejak pindah ke sini, banyak pelanggan saya kabur. Karena memang lebih ramai di Manggisan,” kata Sufatmi, pedagang sayur asal Dusun Jetis, Desa Tisnogambar, Bangsalsari. Untungnya, kata dia, para pedagang sapi yang biasanya melapak tiap Senin, telah dipindahkan ke Pasar Hewan Bangsalsari, sehingga tak menambah kekumuhan kawasan tersebut.

RADAR JEMBER.ID – Pedagang di Pasar Manggisan Tanggul, tampaknya harus bersabar agar bisa berjualan dengan nyaman. Sebab, setelah Kejaksaan Negeri Jember menyatakan pembangunan pasar tersebut terindikasi ada penyelewengan, para pedagang direlokasi ke sebuah pasar penampungan sementara yang berada di Jalan Urip Sumoharjo.

Rupanya, kondisi di pasar penampungan itu kurang layak. Selain karena bekas pasar hewan, lokasi yang persis di pinggir jalan nasional itu juga merupakan kawasan sub terminal yang menjadi tempat mengangkut dan menurunkan penumpang. Sehingga keadaan yang seperti itu dinilai tak menguntungkan para pedagang.

Belum lagi, lokasi yang terlihat kumuh, membuat masyarakat enggan berbelanja di pasar sementara tersebut. Kesan kumuh itu juga terlihat dari kondisi bangunannya yang semi permanen. Hanya beratapkan terpal yang bolong-bolong. Kondisi ini membuat nestapa pedagang. Mereka harus menahan panasnya matahari. Bahkan saat hujan, dagangan mereka basah terkena air.

“Sejak pindah ke sini, banyak pelanggan saya kabur. Karena memang lebih ramai di Manggisan,” kata Sufatmi, pedagang sayur asal Dusun Jetis, Desa Tisnogambar, Bangsalsari. Untungnya, kata dia, para pedagang sapi yang biasanya melapak tiap Senin, telah dipindahkan ke Pasar Hewan Bangsalsari, sehingga tak menambah kekumuhan kawasan tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/