alexametrics
30.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Direlokasi ke Belakang, Penjualan Merosot

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Pasar Tegalbesar menjadi pasar yang selalu ramai oleh masyarakat. Banyak aktivitas ekonomi di tempat ini. Pasarnya juga sudah direnovasi menjadi pasar yang lebih modern. Ketika di renovasi, pedagang di pindah ke belakang dan berdampak pada penjualan yang menurun.

Sayangnya, sampai saat ini, pedagang masih belum menempati pasar yang sudah jadi tersebut. Padahal, pedagang sudah jenuh dengan kondisi sekarang dan ingin segera menempati pasar yang baru itu. Seperti aktivitas yang tampak kemarin sore (30/6).

Munimah, 58, hanya duduk termenung di depan lapak dagangannya di Pasar Tegalbesar. Walau sedang menunggu pembeli, tatapannya tertuju ke bangunan dua lantai yang baru selesai dibangun. Bangunan itu adalah Pasar Tegalbesar yang masih baru, berkeramik, bersih, tapi tak satu pun pedagang yang berjualan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pandangan Munimah menunjukkan hasratnya yang ingin segera menempati pasar baru itu. Wajar, sebab Munimah adalah salah satu pedagang yang mendapat lapak di pasar tersebut. Apalagi, sejak direlokasi di belakang, penjualannya merosot tajam. “Gak tahu kapan mulai ditempati. Katanya masih belum serah terima, sehingga tidak bisa ditempati,” ujarnya.

Sejak direlokasi tepat di belakang Pasar Tegalbesar, penghasilannya turun drastis. “Dulu sehari dapat Rp 200 sampai Rp 400 ribu itu gampang. Ini sehari paling jelek hanya Rp 40 ribu,” imbuhnya. Turunnya penjualan itu, kata dia, karena pembeli malas untuk masuk pasar. “Sepinya bukan karena tertutup bangunan pasar yang baru saja, tapi di depan banyak pedagang yang berjualan juga,” jelasnya.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Pasar Tegalbesar menjadi pasar yang selalu ramai oleh masyarakat. Banyak aktivitas ekonomi di tempat ini. Pasarnya juga sudah direnovasi menjadi pasar yang lebih modern. Ketika di renovasi, pedagang di pindah ke belakang dan berdampak pada penjualan yang menurun.

Sayangnya, sampai saat ini, pedagang masih belum menempati pasar yang sudah jadi tersebut. Padahal, pedagang sudah jenuh dengan kondisi sekarang dan ingin segera menempati pasar yang baru itu. Seperti aktivitas yang tampak kemarin sore (30/6).

Munimah, 58, hanya duduk termenung di depan lapak dagangannya di Pasar Tegalbesar. Walau sedang menunggu pembeli, tatapannya tertuju ke bangunan dua lantai yang baru selesai dibangun. Bangunan itu adalah Pasar Tegalbesar yang masih baru, berkeramik, bersih, tapi tak satu pun pedagang yang berjualan.

Pandangan Munimah menunjukkan hasratnya yang ingin segera menempati pasar baru itu. Wajar, sebab Munimah adalah salah satu pedagang yang mendapat lapak di pasar tersebut. Apalagi, sejak direlokasi di belakang, penjualannya merosot tajam. “Gak tahu kapan mulai ditempati. Katanya masih belum serah terima, sehingga tidak bisa ditempati,” ujarnya.

Sejak direlokasi tepat di belakang Pasar Tegalbesar, penghasilannya turun drastis. “Dulu sehari dapat Rp 200 sampai Rp 400 ribu itu gampang. Ini sehari paling jelek hanya Rp 40 ribu,” imbuhnya. Turunnya penjualan itu, kata dia, karena pembeli malas untuk masuk pasar. “Sepinya bukan karena tertutup bangunan pasar yang baru saja, tapi di depan banyak pedagang yang berjualan juga,” jelasnya.

RADAR JEMBER.ID – Pasar Tegalbesar menjadi pasar yang selalu ramai oleh masyarakat. Banyak aktivitas ekonomi di tempat ini. Pasarnya juga sudah direnovasi menjadi pasar yang lebih modern. Ketika di renovasi, pedagang di pindah ke belakang dan berdampak pada penjualan yang menurun.

Sayangnya, sampai saat ini, pedagang masih belum menempati pasar yang sudah jadi tersebut. Padahal, pedagang sudah jenuh dengan kondisi sekarang dan ingin segera menempati pasar yang baru itu. Seperti aktivitas yang tampak kemarin sore (30/6).

Munimah, 58, hanya duduk termenung di depan lapak dagangannya di Pasar Tegalbesar. Walau sedang menunggu pembeli, tatapannya tertuju ke bangunan dua lantai yang baru selesai dibangun. Bangunan itu adalah Pasar Tegalbesar yang masih baru, berkeramik, bersih, tapi tak satu pun pedagang yang berjualan.

Pandangan Munimah menunjukkan hasratnya yang ingin segera menempati pasar baru itu. Wajar, sebab Munimah adalah salah satu pedagang yang mendapat lapak di pasar tersebut. Apalagi, sejak direlokasi di belakang, penjualannya merosot tajam. “Gak tahu kapan mulai ditempati. Katanya masih belum serah terima, sehingga tidak bisa ditempati,” ujarnya.

Sejak direlokasi tepat di belakang Pasar Tegalbesar, penghasilannya turun drastis. “Dulu sehari dapat Rp 200 sampai Rp 400 ribu itu gampang. Ini sehari paling jelek hanya Rp 40 ribu,” imbuhnya. Turunnya penjualan itu, kata dia, karena pembeli malas untuk masuk pasar. “Sepinya bukan karena tertutup bangunan pasar yang baru saja, tapi di depan banyak pedagang yang berjualan juga,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/