alexametrics
23.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Cerita Rasmi, Salah Seorang Pedagang di Pasar Tanjung

Mobile_AP_Rectangle 1

Menurut Rasmi, adanya revitalisasi pasar tahun 2018 lalu memang memberi perubahan. Yaitu, pasar yang ada di lantai dua bisa lebih asyik dijadikan tempat nongkrong. Pemasangan jendela kaca di sisi utara pasar membuat konsumen bisa bersantai sambil meneguk secangkir kopi.

Kondisi pasar yang sekarang memang lebih memiliki daya tarik dibandingkan yang dulu. Apalagi, di pinggir bangunan pasar lantai dua sudah tak terlihat tirai-tirai berserakan seperti terpal, anyaman bambu, atau barang lain. “Dengan tutup kaca di pinggir pasar lantai dua, jadi lebih asyik untuk bersantai. Pembeli bisa melihat suasana dari atas pasar,” ucapnya.

Namun demikian, revitalisasi tersebut tak sepenuhnya sempurna. Dalam pengamatan dan pengalamannya, pemasangan kaca yang tertutup di sisi utara membuat keadaan tambah panas. “Bisa saja lebih nyaman kalau kacanya dipotong seperti di sisi selatan,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan kondisi pasar yang demikian, Rasmi mengaku cukup menarik perhatian konsumen muda untuk datang ke pasar. Agar mereka yang bersantai di warung-warung kopi lantai dua bisa lebih maksimal, dirinya ingin agar kaca-kaca yang tertutup bisa dipotong. “Kalau siang, banyak yang mengeluh. Sebaiknya dipotong saja, agar angin bisa keluar masuk,” ungkapnya.

Keluhan ini tak hanya dirasakan oleh Rasmi, namun juga pedagang lainnya, khususnya yang berjualan di lantai dua. Para pedagang juga berharap agar pemerintah tidak hanya merevitalisasi pasar yang bisa dilihat dari luar. Akan tetapi, bagian pasar induk di dalam juga direvitalisasi. “Kalau yang dalam dicat, pasti lebih indah,” harapnya. (*)

- Advertisement -

Menurut Rasmi, adanya revitalisasi pasar tahun 2018 lalu memang memberi perubahan. Yaitu, pasar yang ada di lantai dua bisa lebih asyik dijadikan tempat nongkrong. Pemasangan jendela kaca di sisi utara pasar membuat konsumen bisa bersantai sambil meneguk secangkir kopi.

Kondisi pasar yang sekarang memang lebih memiliki daya tarik dibandingkan yang dulu. Apalagi, di pinggir bangunan pasar lantai dua sudah tak terlihat tirai-tirai berserakan seperti terpal, anyaman bambu, atau barang lain. “Dengan tutup kaca di pinggir pasar lantai dua, jadi lebih asyik untuk bersantai. Pembeli bisa melihat suasana dari atas pasar,” ucapnya.

Namun demikian, revitalisasi tersebut tak sepenuhnya sempurna. Dalam pengamatan dan pengalamannya, pemasangan kaca yang tertutup di sisi utara membuat keadaan tambah panas. “Bisa saja lebih nyaman kalau kacanya dipotong seperti di sisi selatan,” ungkapnya.

Dengan kondisi pasar yang demikian, Rasmi mengaku cukup menarik perhatian konsumen muda untuk datang ke pasar. Agar mereka yang bersantai di warung-warung kopi lantai dua bisa lebih maksimal, dirinya ingin agar kaca-kaca yang tertutup bisa dipotong. “Kalau siang, banyak yang mengeluh. Sebaiknya dipotong saja, agar angin bisa keluar masuk,” ungkapnya.

Keluhan ini tak hanya dirasakan oleh Rasmi, namun juga pedagang lainnya, khususnya yang berjualan di lantai dua. Para pedagang juga berharap agar pemerintah tidak hanya merevitalisasi pasar yang bisa dilihat dari luar. Akan tetapi, bagian pasar induk di dalam juga direvitalisasi. “Kalau yang dalam dicat, pasti lebih indah,” harapnya. (*)

Menurut Rasmi, adanya revitalisasi pasar tahun 2018 lalu memang memberi perubahan. Yaitu, pasar yang ada di lantai dua bisa lebih asyik dijadikan tempat nongkrong. Pemasangan jendela kaca di sisi utara pasar membuat konsumen bisa bersantai sambil meneguk secangkir kopi.

Kondisi pasar yang sekarang memang lebih memiliki daya tarik dibandingkan yang dulu. Apalagi, di pinggir bangunan pasar lantai dua sudah tak terlihat tirai-tirai berserakan seperti terpal, anyaman bambu, atau barang lain. “Dengan tutup kaca di pinggir pasar lantai dua, jadi lebih asyik untuk bersantai. Pembeli bisa melihat suasana dari atas pasar,” ucapnya.

Namun demikian, revitalisasi tersebut tak sepenuhnya sempurna. Dalam pengamatan dan pengalamannya, pemasangan kaca yang tertutup di sisi utara membuat keadaan tambah panas. “Bisa saja lebih nyaman kalau kacanya dipotong seperti di sisi selatan,” ungkapnya.

Dengan kondisi pasar yang demikian, Rasmi mengaku cukup menarik perhatian konsumen muda untuk datang ke pasar. Agar mereka yang bersantai di warung-warung kopi lantai dua bisa lebih maksimal, dirinya ingin agar kaca-kaca yang tertutup bisa dipotong. “Kalau siang, banyak yang mengeluh. Sebaiknya dipotong saja, agar angin bisa keluar masuk,” ungkapnya.

Keluhan ini tak hanya dirasakan oleh Rasmi, namun juga pedagang lainnya, khususnya yang berjualan di lantai dua. Para pedagang juga berharap agar pemerintah tidak hanya merevitalisasi pasar yang bisa dilihat dari luar. Akan tetapi, bagian pasar induk di dalam juga direvitalisasi. “Kalau yang dalam dicat, pasti lebih indah,” harapnya. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/