alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Pasien Korona Tinggal 20 Orang

Punya TCM, Bisa Deteksi Korona 2 Jam

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setelah menjalani perawatan selama berminggu-minggu, bahkan hingga berbulan-bulan, jumlah pasien terpapar virus korona yang sembuh semakin meningkat. Terakhir jumlahnya bertambah 9 orang. Praktis jumlahnya tembus 21 orang. Sehingga orang yang masih dinyatakan tertular positif tersisa hampir separuhnya. Termasuk dikurangi 4 orang yang meninggal ketika menjalani pemeriksaan dan perawatan.

Catatan Jawa Pos Radar Semeru, dari jumlah 45 orang yang tertular virus korona, tinggal 20 orang yang masih menjalani perawatan. Namun tidak seluruhnya dirawat di rumah sakit. Hanya beberapa orang saja, kurang lebih sekitar 6 orang. Sedangkan 14 orang lainnya diperbolehkan menjalani isolasi di rumah masing-masing dengan pemantauan tenaga kesehatan.

Bupati Thoriqul Haq menjelaskan, penurunan grafik orang yang terkonfirmasi positif menjadi kabar baik untuk Lumajang. Sebab, harapan pasien tertular untuk bisa sembuh semakin besar. Dimulai dari usia balita hingga orang lansia sekali pun punya potensi kesembuhan yang sama. Tergantung keseriusan menjalani saran dokter dan perawat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Alhamdulillah orang-orang tersebut dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab negatif selama dua kali berturut-turut,” ujarnya. Namun penerapan isolasi mandiri selama dua minggu perlu dilakukan untuk sterilisasi dan mengembalikan kepercayaan pasien. Sehingga keluar isolasi betul-betul sehat dan bisa beraktivitas normal.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo menjelaskan, rata-rata orang yang tertular memang menjalani isolasi di rumah masing-masing. Hanya beberapa orang saja yang melakukannya di rumah sakit. Sebab, di rumahnya tidak memungkinkan untuk dijadikan tempat isolasi. “Nah 6 orang yang dirawat ini memang orang tanpa gejala (OTG) dan terpaksa dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Untuk diketahui, tersedianya alat tes cepat molekuler (TCM) yang telah ada sangat membantu untuk mendeteksi penularan dengan cepat. Sehingga upaya memutus penularan korona bisa segera terlaksana. “Penggunaannya kita menggunakan catridge khusus. Jadi untuk mendeteksi kita tidak butuh waktu lama. Yang sembuh kabarnya bertambah satu,” tegasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setelah menjalani perawatan selama berminggu-minggu, bahkan hingga berbulan-bulan, jumlah pasien terpapar virus korona yang sembuh semakin meningkat. Terakhir jumlahnya bertambah 9 orang. Praktis jumlahnya tembus 21 orang. Sehingga orang yang masih dinyatakan tertular positif tersisa hampir separuhnya. Termasuk dikurangi 4 orang yang meninggal ketika menjalani pemeriksaan dan perawatan.

Catatan Jawa Pos Radar Semeru, dari jumlah 45 orang yang tertular virus korona, tinggal 20 orang yang masih menjalani perawatan. Namun tidak seluruhnya dirawat di rumah sakit. Hanya beberapa orang saja, kurang lebih sekitar 6 orang. Sedangkan 14 orang lainnya diperbolehkan menjalani isolasi di rumah masing-masing dengan pemantauan tenaga kesehatan.

Bupati Thoriqul Haq menjelaskan, penurunan grafik orang yang terkonfirmasi positif menjadi kabar baik untuk Lumajang. Sebab, harapan pasien tertular untuk bisa sembuh semakin besar. Dimulai dari usia balita hingga orang lansia sekali pun punya potensi kesembuhan yang sama. Tergantung keseriusan menjalani saran dokter dan perawat.

Alhamdulillah orang-orang tersebut dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab negatif selama dua kali berturut-turut,” ujarnya. Namun penerapan isolasi mandiri selama dua minggu perlu dilakukan untuk sterilisasi dan mengembalikan kepercayaan pasien. Sehingga keluar isolasi betul-betul sehat dan bisa beraktivitas normal.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo menjelaskan, rata-rata orang yang tertular memang menjalani isolasi di rumah masing-masing. Hanya beberapa orang saja yang melakukannya di rumah sakit. Sebab, di rumahnya tidak memungkinkan untuk dijadikan tempat isolasi. “Nah 6 orang yang dirawat ini memang orang tanpa gejala (OTG) dan terpaksa dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Untuk diketahui, tersedianya alat tes cepat molekuler (TCM) yang telah ada sangat membantu untuk mendeteksi penularan dengan cepat. Sehingga upaya memutus penularan korona bisa segera terlaksana. “Penggunaannya kita menggunakan catridge khusus. Jadi untuk mendeteksi kita tidak butuh waktu lama. Yang sembuh kabarnya bertambah satu,” tegasnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setelah menjalani perawatan selama berminggu-minggu, bahkan hingga berbulan-bulan, jumlah pasien terpapar virus korona yang sembuh semakin meningkat. Terakhir jumlahnya bertambah 9 orang. Praktis jumlahnya tembus 21 orang. Sehingga orang yang masih dinyatakan tertular positif tersisa hampir separuhnya. Termasuk dikurangi 4 orang yang meninggal ketika menjalani pemeriksaan dan perawatan.

Catatan Jawa Pos Radar Semeru, dari jumlah 45 orang yang tertular virus korona, tinggal 20 orang yang masih menjalani perawatan. Namun tidak seluruhnya dirawat di rumah sakit. Hanya beberapa orang saja, kurang lebih sekitar 6 orang. Sedangkan 14 orang lainnya diperbolehkan menjalani isolasi di rumah masing-masing dengan pemantauan tenaga kesehatan.

Bupati Thoriqul Haq menjelaskan, penurunan grafik orang yang terkonfirmasi positif menjadi kabar baik untuk Lumajang. Sebab, harapan pasien tertular untuk bisa sembuh semakin besar. Dimulai dari usia balita hingga orang lansia sekali pun punya potensi kesembuhan yang sama. Tergantung keseriusan menjalani saran dokter dan perawat.

Alhamdulillah orang-orang tersebut dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab negatif selama dua kali berturut-turut,” ujarnya. Namun penerapan isolasi mandiri selama dua minggu perlu dilakukan untuk sterilisasi dan mengembalikan kepercayaan pasien. Sehingga keluar isolasi betul-betul sehat dan bisa beraktivitas normal.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo menjelaskan, rata-rata orang yang tertular memang menjalani isolasi di rumah masing-masing. Hanya beberapa orang saja yang melakukannya di rumah sakit. Sebab, di rumahnya tidak memungkinkan untuk dijadikan tempat isolasi. “Nah 6 orang yang dirawat ini memang orang tanpa gejala (OTG) dan terpaksa dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Untuk diketahui, tersedianya alat tes cepat molekuler (TCM) yang telah ada sangat membantu untuk mendeteksi penularan dengan cepat. Sehingga upaya memutus penularan korona bisa segera terlaksana. “Penggunaannya kita menggunakan catridge khusus. Jadi untuk mendeteksi kita tidak butuh waktu lama. Yang sembuh kabarnya bertambah satu,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/