alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Diimbau Jalani Petunjuk Penanganan Covid-19

Masyarakat Waspada OTG

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pencegahan wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Jember harus dilakukan dengan tingkat kewaspadaan lebih. Kasus korona di Jalan Raden Patah, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, patut diperhatikan demi menambah kehati-hatian. Betapa tidak, di Kota Santri ini kini muncul kasus korona tanpa gejala.

Meninggalnya warga Kepatihan menjadi pelajaran dan contoh penting bagi seluruh warga Jember dalam menyikapi dan menghadapi wabah korona. Apalagi, putra korban yang masih duduk di bangku SMP juga dinyatakan positif korona dan masuk kategori orang tanpa gejala (OTG).

Sekalipun saat ini ratusan keluarga di Jalan Raden Patah memilih lock down, tetapi kewaspadaan terhadap penyakit yang tidak kasat mata tersebut butuh diantisipasi oleh seluruh warga. “Putranya yang menunggui orang tuanya sebelum meninggal. Begitu dites, juga dinyatakan positif. (Kendati demikian, Red), tidak menunjukkan gejala-gejala sakit. Warga pun memilih lock down,” kata Kapolsek Kaliwates Kompol Edy Sudarto.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikonfirmasi secara terpisah, Direktur RSD dr Soebandi dr Hendro Soelistijono membenarkan meninggalnya warga Jalan Raden Patah tersebut tanpa gejala. “Saat ini putra almarhum sudah diisolasi. Dia juga positif dan masuk kategori orang tanpa gejala,” kata Hendro, usai menerima sejumlah bantuan alat pelindung diri (APD) dari dermawan.

Dengan adanya kasus warga yang positif korona tanpa gejala ini, Pemkab Jember mengimbau seluruh masyarakat bisa kooperatif. Yakni dengan meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi petunjuk penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika sekaligus Humas Pemkab Jember Gatot Triyono menyampaikan, langkah penanganan Covid-19 harus terus dijalankan dan didukung masyarakat. “Dukungan masyarakat bisa dilakukan dengan mematuhi petunjuk penanganan Covid-19,” ucapnya.

Menurutnya, langkah penanganan yang harus dijalani oleh semua orang yakni melakukan physical distancing atau menjaga jarak. Apabila tidak ada hal penting yang harus dilakukan di luar rumah, sedapat mungkin warga tetap beraktivitas di dalam rumahnya.

Kalaupun warga harus keluar rumah, lanjut dia, maka harus menjaga jaga jarak dengan warga lain. Mengenakan masker, dan untuk sementara waktu tidak perlu bersalaman. “Kemudian sesering mungkin melakukan cuci tangan. Selalu menjalani hidup sehat, karena kasus korona juga ada yang tanpa gejala,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pencegahan wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Jember harus dilakukan dengan tingkat kewaspadaan lebih. Kasus korona di Jalan Raden Patah, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, patut diperhatikan demi menambah kehati-hatian. Betapa tidak, di Kota Santri ini kini muncul kasus korona tanpa gejala.

Meninggalnya warga Kepatihan menjadi pelajaran dan contoh penting bagi seluruh warga Jember dalam menyikapi dan menghadapi wabah korona. Apalagi, putra korban yang masih duduk di bangku SMP juga dinyatakan positif korona dan masuk kategori orang tanpa gejala (OTG).

Sekalipun saat ini ratusan keluarga di Jalan Raden Patah memilih lock down, tetapi kewaspadaan terhadap penyakit yang tidak kasat mata tersebut butuh diantisipasi oleh seluruh warga. “Putranya yang menunggui orang tuanya sebelum meninggal. Begitu dites, juga dinyatakan positif. (Kendati demikian, Red), tidak menunjukkan gejala-gejala sakit. Warga pun memilih lock down,” kata Kapolsek Kaliwates Kompol Edy Sudarto.

Dikonfirmasi secara terpisah, Direktur RSD dr Soebandi dr Hendro Soelistijono membenarkan meninggalnya warga Jalan Raden Patah tersebut tanpa gejala. “Saat ini putra almarhum sudah diisolasi. Dia juga positif dan masuk kategori orang tanpa gejala,” kata Hendro, usai menerima sejumlah bantuan alat pelindung diri (APD) dari dermawan.

Dengan adanya kasus warga yang positif korona tanpa gejala ini, Pemkab Jember mengimbau seluruh masyarakat bisa kooperatif. Yakni dengan meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi petunjuk penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika sekaligus Humas Pemkab Jember Gatot Triyono menyampaikan, langkah penanganan Covid-19 harus terus dijalankan dan didukung masyarakat. “Dukungan masyarakat bisa dilakukan dengan mematuhi petunjuk penanganan Covid-19,” ucapnya.

Menurutnya, langkah penanganan yang harus dijalani oleh semua orang yakni melakukan physical distancing atau menjaga jarak. Apabila tidak ada hal penting yang harus dilakukan di luar rumah, sedapat mungkin warga tetap beraktivitas di dalam rumahnya.

Kalaupun warga harus keluar rumah, lanjut dia, maka harus menjaga jaga jarak dengan warga lain. Mengenakan masker, dan untuk sementara waktu tidak perlu bersalaman. “Kemudian sesering mungkin melakukan cuci tangan. Selalu menjalani hidup sehat, karena kasus korona juga ada yang tanpa gejala,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pencegahan wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Jember harus dilakukan dengan tingkat kewaspadaan lebih. Kasus korona di Jalan Raden Patah, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, patut diperhatikan demi menambah kehati-hatian. Betapa tidak, di Kota Santri ini kini muncul kasus korona tanpa gejala.

Meninggalnya warga Kepatihan menjadi pelajaran dan contoh penting bagi seluruh warga Jember dalam menyikapi dan menghadapi wabah korona. Apalagi, putra korban yang masih duduk di bangku SMP juga dinyatakan positif korona dan masuk kategori orang tanpa gejala (OTG).

Sekalipun saat ini ratusan keluarga di Jalan Raden Patah memilih lock down, tetapi kewaspadaan terhadap penyakit yang tidak kasat mata tersebut butuh diantisipasi oleh seluruh warga. “Putranya yang menunggui orang tuanya sebelum meninggal. Begitu dites, juga dinyatakan positif. (Kendati demikian, Red), tidak menunjukkan gejala-gejala sakit. Warga pun memilih lock down,” kata Kapolsek Kaliwates Kompol Edy Sudarto.

Dikonfirmasi secara terpisah, Direktur RSD dr Soebandi dr Hendro Soelistijono membenarkan meninggalnya warga Jalan Raden Patah tersebut tanpa gejala. “Saat ini putra almarhum sudah diisolasi. Dia juga positif dan masuk kategori orang tanpa gejala,” kata Hendro, usai menerima sejumlah bantuan alat pelindung diri (APD) dari dermawan.

Dengan adanya kasus warga yang positif korona tanpa gejala ini, Pemkab Jember mengimbau seluruh masyarakat bisa kooperatif. Yakni dengan meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi petunjuk penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika sekaligus Humas Pemkab Jember Gatot Triyono menyampaikan, langkah penanganan Covid-19 harus terus dijalankan dan didukung masyarakat. “Dukungan masyarakat bisa dilakukan dengan mematuhi petunjuk penanganan Covid-19,” ucapnya.

Menurutnya, langkah penanganan yang harus dijalani oleh semua orang yakni melakukan physical distancing atau menjaga jarak. Apabila tidak ada hal penting yang harus dilakukan di luar rumah, sedapat mungkin warga tetap beraktivitas di dalam rumahnya.

Kalaupun warga harus keluar rumah, lanjut dia, maka harus menjaga jaga jarak dengan warga lain. Mengenakan masker, dan untuk sementara waktu tidak perlu bersalaman. “Kemudian sesering mungkin melakukan cuci tangan. Selalu menjalani hidup sehat, karena kasus korona juga ada yang tanpa gejala,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/