alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Berbagi Tips Puasa Sehat hingga Cegah Covid-19

Ibadah puasa kerap membuat orang menjadi lemas, lemah, dan malas berkegiatan. Nah, untuk menjaga stok darah agar tetap aman, PMI Jember berbagi tips puasa sehat sekalipun harus donor darah. Kok bisa?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Malam itu, beberapa petugas PMI Jember banyak yang ikut menjalani salat Tarawih. Begitu selesai, mereka tak langsung pulang. Para petugas berburu warga yang ingin mendonorkan darahnya pasca-Tarawih tersebut. Upaya yang dilakukan ini kontan menjadi perhatian dan hasilnya tak sedikit warga yang menjadi relawan pendonor darah.

Ajakan kepada sejumlah warga pasca-Tarawih bukan hanya dilakukan pegawai biasa. Akan tetapi, Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki, dan dr Dudung Ari Rusli, juga Kepala UDD PMI Jember. Mereka juga turun menyapa para jamaah. Cara yang dilakukan ini ternyata cukup efektif. Beberapa kantong darah pun bisa didapat dan menambah stok guna membantu warga yang hendak menjalani operasi atau membutuhkan.

Setelah salat Tarawih, dr Dudung berbagi tips menjalani ibadah puasa dengan sehat. Menurutnya, saat orang menjalani ibadah puasa, tetap dapat merasakan manfaat saat donor darah. Untuk itu, apabila warga menjalani hidup sehat, donor darah justru tetap menyehatkan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Berpuasa bukanlah halangan untuk berdonor. Asalkan donornya dilakukan setelah berbuka puasa atau saat paling tepat yaitu setelah salat Tarawih, di mana tubuh telah mengadaptasi cairan tubuh dan zat-zat lain sebagai pembentuk energi,” ucapnya.

Sambil melayani para pendonor, Dudung menambahkan, ada tips yang bisa dijalani oleh semua umat muslim agar puasanya tetap sehat dan semangat. Kata dia, tubuh tetap sehat setelah donor dan kualitas darah tetap bagus. Rasulullah SAW juga mengajarkan, yaitu lebih banyak mengonsumsi cairan dan makanan manis dalam porsi kecil, namun sering. “Dengan begitu, glukosa akan segera memperbaiki kadar gula darah, karena gula memiliki peran utama untuk tubuh dalam menjalankan aktivitas,” imbuhnya.

Dikatakannya, pada siang atau sore hari saat tubuh menjadi lemas dan malas berkegiatan, bukan dikarenakan darahnya. Akan tetapi kurangnya cairan dan zat energi. “Volume darah di dalam tubuh tidaklah berkurang saat berpuasa. Hanya saja, cairan dan zat energi yang berkurang sehingga respons tubuh menjadi lambat,” bebernya.

Aktivitas umat muslim saat puasa, menurutnya, banyak dilakukan malam hari. Hal ini tidak menjadi masalah karena hanya butuh perubahan bioritmik tidur. Rasa lemas akan hilang setelah tubuh dapat menyesuaikan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Malam itu, beberapa petugas PMI Jember banyak yang ikut menjalani salat Tarawih. Begitu selesai, mereka tak langsung pulang. Para petugas berburu warga yang ingin mendonorkan darahnya pasca-Tarawih tersebut. Upaya yang dilakukan ini kontan menjadi perhatian dan hasilnya tak sedikit warga yang menjadi relawan pendonor darah.

Ajakan kepada sejumlah warga pasca-Tarawih bukan hanya dilakukan pegawai biasa. Akan tetapi, Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki, dan dr Dudung Ari Rusli, juga Kepala UDD PMI Jember. Mereka juga turun menyapa para jamaah. Cara yang dilakukan ini ternyata cukup efektif. Beberapa kantong darah pun bisa didapat dan menambah stok guna membantu warga yang hendak menjalani operasi atau membutuhkan.

Setelah salat Tarawih, dr Dudung berbagi tips menjalani ibadah puasa dengan sehat. Menurutnya, saat orang menjalani ibadah puasa, tetap dapat merasakan manfaat saat donor darah. Untuk itu, apabila warga menjalani hidup sehat, donor darah justru tetap menyehatkan.

“Berpuasa bukanlah halangan untuk berdonor. Asalkan donornya dilakukan setelah berbuka puasa atau saat paling tepat yaitu setelah salat Tarawih, di mana tubuh telah mengadaptasi cairan tubuh dan zat-zat lain sebagai pembentuk energi,” ucapnya.

Sambil melayani para pendonor, Dudung menambahkan, ada tips yang bisa dijalani oleh semua umat muslim agar puasanya tetap sehat dan semangat. Kata dia, tubuh tetap sehat setelah donor dan kualitas darah tetap bagus. Rasulullah SAW juga mengajarkan, yaitu lebih banyak mengonsumsi cairan dan makanan manis dalam porsi kecil, namun sering. “Dengan begitu, glukosa akan segera memperbaiki kadar gula darah, karena gula memiliki peran utama untuk tubuh dalam menjalankan aktivitas,” imbuhnya.

Dikatakannya, pada siang atau sore hari saat tubuh menjadi lemas dan malas berkegiatan, bukan dikarenakan darahnya. Akan tetapi kurangnya cairan dan zat energi. “Volume darah di dalam tubuh tidaklah berkurang saat berpuasa. Hanya saja, cairan dan zat energi yang berkurang sehingga respons tubuh menjadi lambat,” bebernya.

Aktivitas umat muslim saat puasa, menurutnya, banyak dilakukan malam hari. Hal ini tidak menjadi masalah karena hanya butuh perubahan bioritmik tidur. Rasa lemas akan hilang setelah tubuh dapat menyesuaikan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Malam itu, beberapa petugas PMI Jember banyak yang ikut menjalani salat Tarawih. Begitu selesai, mereka tak langsung pulang. Para petugas berburu warga yang ingin mendonorkan darahnya pasca-Tarawih tersebut. Upaya yang dilakukan ini kontan menjadi perhatian dan hasilnya tak sedikit warga yang menjadi relawan pendonor darah.

Ajakan kepada sejumlah warga pasca-Tarawih bukan hanya dilakukan pegawai biasa. Akan tetapi, Ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki, dan dr Dudung Ari Rusli, juga Kepala UDD PMI Jember. Mereka juga turun menyapa para jamaah. Cara yang dilakukan ini ternyata cukup efektif. Beberapa kantong darah pun bisa didapat dan menambah stok guna membantu warga yang hendak menjalani operasi atau membutuhkan.

Setelah salat Tarawih, dr Dudung berbagi tips menjalani ibadah puasa dengan sehat. Menurutnya, saat orang menjalani ibadah puasa, tetap dapat merasakan manfaat saat donor darah. Untuk itu, apabila warga menjalani hidup sehat, donor darah justru tetap menyehatkan.

“Berpuasa bukanlah halangan untuk berdonor. Asalkan donornya dilakukan setelah berbuka puasa atau saat paling tepat yaitu setelah salat Tarawih, di mana tubuh telah mengadaptasi cairan tubuh dan zat-zat lain sebagai pembentuk energi,” ucapnya.

Sambil melayani para pendonor, Dudung menambahkan, ada tips yang bisa dijalani oleh semua umat muslim agar puasanya tetap sehat dan semangat. Kata dia, tubuh tetap sehat setelah donor dan kualitas darah tetap bagus. Rasulullah SAW juga mengajarkan, yaitu lebih banyak mengonsumsi cairan dan makanan manis dalam porsi kecil, namun sering. “Dengan begitu, glukosa akan segera memperbaiki kadar gula darah, karena gula memiliki peran utama untuk tubuh dalam menjalankan aktivitas,” imbuhnya.

Dikatakannya, pada siang atau sore hari saat tubuh menjadi lemas dan malas berkegiatan, bukan dikarenakan darahnya. Akan tetapi kurangnya cairan dan zat energi. “Volume darah di dalam tubuh tidaklah berkurang saat berpuasa. Hanya saja, cairan dan zat energi yang berkurang sehingga respons tubuh menjadi lambat,” bebernya.

Aktivitas umat muslim saat puasa, menurutnya, banyak dilakukan malam hari. Hal ini tidak menjadi masalah karena hanya butuh perubahan bioritmik tidur. Rasa lemas akan hilang setelah tubuh dapat menyesuaikan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/