alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Tukang Jahit yang Mampu Kuliahkan Anak

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Murtilah, seorang penjahit asal Desa Karanganyar, Kecamatan Tempurejo, telah menekuni usaha menjahit sejak tahun 2004. Hingga kini usaha yang dirintisnya tetap bertahan, bahkan mampu berkembang. Walau hanya berprofesi tukang jahit, nyatanya dia bisa menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi.

Baca Juga : Dongkrak Wisatawan Melalui Pagelaran Seni Budaya

Dia menuturkan, usaha yang digelutinya saat ini sudah mencukupi kebutuhan keluarganya. Bahkan mencukupi kebutuhan pendidikan anaknya hingga perguruan tinggi. “Sekarang masih ada yang kuliah di IAIN jember,” ujar Murtilah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dirinya menjelaskan bahwa anaknya saat ini menempuh semester akhir di IAIN Jember yang saat ini sudah berubah status menjadi Universitas KH Achmad Siddiq (UIN Khas) Jember. Murtilah mengungkapkan, pada tahun 2004 dia masih memiliki tiga mesin jahit. Walau mesin jahit itu adalah sebuah barang produksi, namun Murtilah menganggap mesin jahitnya tersebut sebagai sahabat. Bahkan, tak jarang dirinya juga mendoakan mesin jahitnya tersebut. “Selain dirawat, saya doakan juga. Karena mesin itu sumber penghasilan keluarga,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Murtilah, seorang penjahit asal Desa Karanganyar, Kecamatan Tempurejo, telah menekuni usaha menjahit sejak tahun 2004. Hingga kini usaha yang dirintisnya tetap bertahan, bahkan mampu berkembang. Walau hanya berprofesi tukang jahit, nyatanya dia bisa menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi.

Baca Juga : Dongkrak Wisatawan Melalui Pagelaran Seni Budaya

Dia menuturkan, usaha yang digelutinya saat ini sudah mencukupi kebutuhan keluarganya. Bahkan mencukupi kebutuhan pendidikan anaknya hingga perguruan tinggi. “Sekarang masih ada yang kuliah di IAIN jember,” ujar Murtilah.

Dirinya menjelaskan bahwa anaknya saat ini menempuh semester akhir di IAIN Jember yang saat ini sudah berubah status menjadi Universitas KH Achmad Siddiq (UIN Khas) Jember. Murtilah mengungkapkan, pada tahun 2004 dia masih memiliki tiga mesin jahit. Walau mesin jahit itu adalah sebuah barang produksi, namun Murtilah menganggap mesin jahitnya tersebut sebagai sahabat. Bahkan, tak jarang dirinya juga mendoakan mesin jahitnya tersebut. “Selain dirawat, saya doakan juga. Karena mesin itu sumber penghasilan keluarga,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Murtilah, seorang penjahit asal Desa Karanganyar, Kecamatan Tempurejo, telah menekuni usaha menjahit sejak tahun 2004. Hingga kini usaha yang dirintisnya tetap bertahan, bahkan mampu berkembang. Walau hanya berprofesi tukang jahit, nyatanya dia bisa menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi.

Baca Juga : Dongkrak Wisatawan Melalui Pagelaran Seni Budaya

Dia menuturkan, usaha yang digelutinya saat ini sudah mencukupi kebutuhan keluarganya. Bahkan mencukupi kebutuhan pendidikan anaknya hingga perguruan tinggi. “Sekarang masih ada yang kuliah di IAIN jember,” ujar Murtilah.

Dirinya menjelaskan bahwa anaknya saat ini menempuh semester akhir di IAIN Jember yang saat ini sudah berubah status menjadi Universitas KH Achmad Siddiq (UIN Khas) Jember. Murtilah mengungkapkan, pada tahun 2004 dia masih memiliki tiga mesin jahit. Walau mesin jahit itu adalah sebuah barang produksi, namun Murtilah menganggap mesin jahitnya tersebut sebagai sahabat. Bahkan, tak jarang dirinya juga mendoakan mesin jahitnya tersebut. “Selain dirawat, saya doakan juga. Karena mesin itu sumber penghasilan keluarga,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/