alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Pembelian Solar di Jember Dibatasi, Mulai Langka?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Antrean kendaraan terlihat pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember. Hal itu terjadi beberapa hari terakhir, termasuk di SPBU Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, kemarin (31/3). Selain itu, SPBU di Jalan Cenderawasih Jember serta di lokasi lain juga ada yang antre.

Baca Juga : Antrean Panjang Solar Subsidi di Bondowoso

Antrean itu terjadi karena ada pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Pembatasan dilakukan karena pasokan solar juga dibatasi. Sejumlah kendaraan yang membutuhkan solar pun rela mengantre meski harus berlama-lama di SPBU.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pengamatan Jawa Pos Radar Jember, antrean para pengendara yang menggunakan BBM jenis solar sudah terjadi sejak 28 Maret 2022. “Saya sudah antre cukup lama, jadi tetap bertahan karena takut habis juga,” kata Supriyadi, salah satu sopir truk di SPBU Mangli, kemarin.

Supervisor SPBU Mangli Imam Tauhid menjelaskan, pembatasan tersebut dilakukan untuk memberikan pemerataan kepada konsumen. Sebab, penyaluran dari Pertamina setiap harinya dibatasi kuotanya. “Tergantung besar kecil SPBU-nya. Paling banyak 16.000 liter dan paling sedikit 8.000 liter. Ini kami lakukan untuk pemerataan kepada konsumen, biar sama-sama dapet,” ungkapnya.

Sementara itu, pembatasan pembelian BBM bersubsidi tersebut berkisar 200-300 ribu. Lagi-lagi bergantung pada kuota penyaluran dari Pertamina. “Biasanya beda-beda, Mas, tergantung kapasitas SPBU-nya” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Taufik, Supervisor SPBU Gebang, menuturkan, pihaknya juga melakukan pembatasan pembelian yang sama kepada konsumen. Untuk mencegah terjadinya pembelian ganda atau berulang-ulang dalam sehari, pihaknya memberikan papan pengumuman hingga peneguran.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Antrean kendaraan terlihat pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember. Hal itu terjadi beberapa hari terakhir, termasuk di SPBU Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, kemarin (31/3). Selain itu, SPBU di Jalan Cenderawasih Jember serta di lokasi lain juga ada yang antre.

Baca Juga : Antrean Panjang Solar Subsidi di Bondowoso

Antrean itu terjadi karena ada pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Pembatasan dilakukan karena pasokan solar juga dibatasi. Sejumlah kendaraan yang membutuhkan solar pun rela mengantre meski harus berlama-lama di SPBU.

Pengamatan Jawa Pos Radar Jember, antrean para pengendara yang menggunakan BBM jenis solar sudah terjadi sejak 28 Maret 2022. “Saya sudah antre cukup lama, jadi tetap bertahan karena takut habis juga,” kata Supriyadi, salah satu sopir truk di SPBU Mangli, kemarin.

Supervisor SPBU Mangli Imam Tauhid menjelaskan, pembatasan tersebut dilakukan untuk memberikan pemerataan kepada konsumen. Sebab, penyaluran dari Pertamina setiap harinya dibatasi kuotanya. “Tergantung besar kecil SPBU-nya. Paling banyak 16.000 liter dan paling sedikit 8.000 liter. Ini kami lakukan untuk pemerataan kepada konsumen, biar sama-sama dapet,” ungkapnya.

Sementara itu, pembatasan pembelian BBM bersubsidi tersebut berkisar 200-300 ribu. Lagi-lagi bergantung pada kuota penyaluran dari Pertamina. “Biasanya beda-beda, Mas, tergantung kapasitas SPBU-nya” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Taufik, Supervisor SPBU Gebang, menuturkan, pihaknya juga melakukan pembatasan pembelian yang sama kepada konsumen. Untuk mencegah terjadinya pembelian ganda atau berulang-ulang dalam sehari, pihaknya memberikan papan pengumuman hingga peneguran.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Antrean kendaraan terlihat pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember. Hal itu terjadi beberapa hari terakhir, termasuk di SPBU Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, kemarin (31/3). Selain itu, SPBU di Jalan Cenderawasih Jember serta di lokasi lain juga ada yang antre.

Baca Juga : Antrean Panjang Solar Subsidi di Bondowoso

Antrean itu terjadi karena ada pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Pembatasan dilakukan karena pasokan solar juga dibatasi. Sejumlah kendaraan yang membutuhkan solar pun rela mengantre meski harus berlama-lama di SPBU.

Pengamatan Jawa Pos Radar Jember, antrean para pengendara yang menggunakan BBM jenis solar sudah terjadi sejak 28 Maret 2022. “Saya sudah antre cukup lama, jadi tetap bertahan karena takut habis juga,” kata Supriyadi, salah satu sopir truk di SPBU Mangli, kemarin.

Supervisor SPBU Mangli Imam Tauhid menjelaskan, pembatasan tersebut dilakukan untuk memberikan pemerataan kepada konsumen. Sebab, penyaluran dari Pertamina setiap harinya dibatasi kuotanya. “Tergantung besar kecil SPBU-nya. Paling banyak 16.000 liter dan paling sedikit 8.000 liter. Ini kami lakukan untuk pemerataan kepada konsumen, biar sama-sama dapet,” ungkapnya.

Sementara itu, pembatasan pembelian BBM bersubsidi tersebut berkisar 200-300 ribu. Lagi-lagi bergantung pada kuota penyaluran dari Pertamina. “Biasanya beda-beda, Mas, tergantung kapasitas SPBU-nya” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Taufik, Supervisor SPBU Gebang, menuturkan, pihaknya juga melakukan pembatasan pembelian yang sama kepada konsumen. Untuk mencegah terjadinya pembelian ganda atau berulang-ulang dalam sehari, pihaknya memberikan papan pengumuman hingga peneguran.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/