alexametrics
23.5 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Kerap Dilalui Truk Jumbo, Jalan ke Igir-Igir Balung Berubah Jadi “Kolam”

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Warga yang kerap melintas di jalan menuju Igir-Igir Desa Karang Semanding, Kecamatan Balung, Jember, harus ekstra hati-hati. Sebab, kondisi jalan di kawasan itu rusak parah sehingga rawan menyebabkan kecelakaan. Bahkan, kerusakan jalan yang membentuk kubangan itu sampai menyerupai kolam.

Nipah, warga Desa Karang Semanding, Kecamatan Balung, mengaku terpaksa turun dari sepeda ketika melintas di jalur tersebut. Dia memilih berjalan kaki sambil menuntun sepedanya untuk menghindari jatuh atau kecelakaan.

Jalan yang menghubungkan dua kecamatan, Balung dan Umbulsari sepanjang dua kilometer ini merupakan akses keseharian bagi perempuan 50 tahun itu. Saban hari, dia melewati jalur itu untuk menjalankan aktivitasnya sebagai buruh tani.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Jalan Rusak Makin Dalam

“Kalau lewat jalan ini harus hati-hati. Takut jatuh karena jalannya rusak. Mending turun dari sepeda dan berjalan kaki agar selamat. Sebab di jalan ini sering ada pengendara jatuh dan mengalami kecelakaan,” kata Nipah, Jumat (1/4) pagi.

Menurut Nipah, seringnya pengguna jalan yang jatuh memantik warga menanam pohon pisang di jalan. Sikap ini merupakan bentuk protes warga agar jalan tersebut segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

“Sudah lama jalan ini rusak. Dan diperparah dengan banyaknya truk dengan muatan melebihi tonase yang lalu lalang di sini,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Warga yang kerap melintas di jalan menuju Igir-Igir Desa Karang Semanding, Kecamatan Balung, Jember, harus ekstra hati-hati. Sebab, kondisi jalan di kawasan itu rusak parah sehingga rawan menyebabkan kecelakaan. Bahkan, kerusakan jalan yang membentuk kubangan itu sampai menyerupai kolam.

Nipah, warga Desa Karang Semanding, Kecamatan Balung, mengaku terpaksa turun dari sepeda ketika melintas di jalur tersebut. Dia memilih berjalan kaki sambil menuntun sepedanya untuk menghindari jatuh atau kecelakaan.

Jalan yang menghubungkan dua kecamatan, Balung dan Umbulsari sepanjang dua kilometer ini merupakan akses keseharian bagi perempuan 50 tahun itu. Saban hari, dia melewati jalur itu untuk menjalankan aktivitasnya sebagai buruh tani.

BACA JUGA: Jalan Rusak Makin Dalam

“Kalau lewat jalan ini harus hati-hati. Takut jatuh karena jalannya rusak. Mending turun dari sepeda dan berjalan kaki agar selamat. Sebab di jalan ini sering ada pengendara jatuh dan mengalami kecelakaan,” kata Nipah, Jumat (1/4) pagi.

Menurut Nipah, seringnya pengguna jalan yang jatuh memantik warga menanam pohon pisang di jalan. Sikap ini merupakan bentuk protes warga agar jalan tersebut segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

“Sudah lama jalan ini rusak. Dan diperparah dengan banyaknya truk dengan muatan melebihi tonase yang lalu lalang di sini,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Warga yang kerap melintas di jalan menuju Igir-Igir Desa Karang Semanding, Kecamatan Balung, Jember, harus ekstra hati-hati. Sebab, kondisi jalan di kawasan itu rusak parah sehingga rawan menyebabkan kecelakaan. Bahkan, kerusakan jalan yang membentuk kubangan itu sampai menyerupai kolam.

Nipah, warga Desa Karang Semanding, Kecamatan Balung, mengaku terpaksa turun dari sepeda ketika melintas di jalur tersebut. Dia memilih berjalan kaki sambil menuntun sepedanya untuk menghindari jatuh atau kecelakaan.

Jalan yang menghubungkan dua kecamatan, Balung dan Umbulsari sepanjang dua kilometer ini merupakan akses keseharian bagi perempuan 50 tahun itu. Saban hari, dia melewati jalur itu untuk menjalankan aktivitasnya sebagai buruh tani.

BACA JUGA: Jalan Rusak Makin Dalam

“Kalau lewat jalan ini harus hati-hati. Takut jatuh karena jalannya rusak. Mending turun dari sepeda dan berjalan kaki agar selamat. Sebab di jalan ini sering ada pengendara jatuh dan mengalami kecelakaan,” kata Nipah, Jumat (1/4) pagi.

Menurut Nipah, seringnya pengguna jalan yang jatuh memantik warga menanam pohon pisang di jalan. Sikap ini merupakan bentuk protes warga agar jalan tersebut segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

“Sudah lama jalan ini rusak. Dan diperparah dengan banyaknya truk dengan muatan melebihi tonase yang lalu lalang di sini,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/