alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Perlu Penerbitan SE Keamanan Wisata

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID- Adanya insiden ritual yang dilakukan di pantai Watu Ulo, beberapa hari lalu, membuat resah sejumlah masyarakat setempat. Hal semacam itu sejatinya lumrah ditemui di beberapa destinasi atau tempat wisata alam. Misalnya di puncak gunung, dan tempat -tempat yang dianggap keramat lainnya. Salah satunya adalah di kawasan Nusa Barong, Puger. Orang-orang yang melakukan ritual itu bukan hanya berasal dari Jember. Namun juga dari luar Jember. Salah satunya adalah pendatang dari Solo yang melakukan ritual di gunung Nusa Barong, Andi.

Laki-laki 38 tahun itu sudah 2 tahun belakangan ini melakukan ritual  bersama dengan beberapa rekannya di pulau Nusa Barong. Ia menyebut, hal itu adalah mengunci diri dari sebuah kemewahan. “Ya, macam-macam. Itu mengunci diri,” Kata Andi.

Agar tidak terjadi insiden kecelakaan alam karena ritual yang dilakukan masyarakat, selayaknya pemerintah daerah menerbitkan surat edaran (SE) tentang keamanan di lokasi wisata. Namun, hingga saat ini SE yang telah diterbitkan oleh pemerintah daerah hanya lingkup kawasan wisata Pantai Payangan. Dalam SE itu dijelaskan bahwa pengunjung yang datang dilarang untuk melakukan ritual yang membahayakan. Termasuk berenang dalam kondisi alam yang membahayakan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sayangnya, SE itu hanya berlaku untuk destinasi wisata Pantai Payangan. Sedangkan untuk destinasi lainnya tidak ada kebijakan yang mengikat. Padahal beberapa destinasi wisata lainnya juga memiliki potensi serupa.

Kepala Dinas Pariwisata Harry Agustriono mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada SE yang mengatur secara spesifik destinasi wisata alam lainnya, seperti gunung. Untuk menghindari adanya kecelakaan atau insiden serupa, imbauan dilakukan oleh pihak masyarakat setempat. Untuk selanjutnya melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID- Adanya insiden ritual yang dilakukan di pantai Watu Ulo, beberapa hari lalu, membuat resah sejumlah masyarakat setempat. Hal semacam itu sejatinya lumrah ditemui di beberapa destinasi atau tempat wisata alam. Misalnya di puncak gunung, dan tempat -tempat yang dianggap keramat lainnya. Salah satunya adalah di kawasan Nusa Barong, Puger. Orang-orang yang melakukan ritual itu bukan hanya berasal dari Jember. Namun juga dari luar Jember. Salah satunya adalah pendatang dari Solo yang melakukan ritual di gunung Nusa Barong, Andi.

Laki-laki 38 tahun itu sudah 2 tahun belakangan ini melakukan ritual  bersama dengan beberapa rekannya di pulau Nusa Barong. Ia menyebut, hal itu adalah mengunci diri dari sebuah kemewahan. “Ya, macam-macam. Itu mengunci diri,” Kata Andi.

Agar tidak terjadi insiden kecelakaan alam karena ritual yang dilakukan masyarakat, selayaknya pemerintah daerah menerbitkan surat edaran (SE) tentang keamanan di lokasi wisata. Namun, hingga saat ini SE yang telah diterbitkan oleh pemerintah daerah hanya lingkup kawasan wisata Pantai Payangan. Dalam SE itu dijelaskan bahwa pengunjung yang datang dilarang untuk melakukan ritual yang membahayakan. Termasuk berenang dalam kondisi alam yang membahayakan.

Sayangnya, SE itu hanya berlaku untuk destinasi wisata Pantai Payangan. Sedangkan untuk destinasi lainnya tidak ada kebijakan yang mengikat. Padahal beberapa destinasi wisata lainnya juga memiliki potensi serupa.

Kepala Dinas Pariwisata Harry Agustriono mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada SE yang mengatur secara spesifik destinasi wisata alam lainnya, seperti gunung. Untuk menghindari adanya kecelakaan atau insiden serupa, imbauan dilakukan oleh pihak masyarakat setempat. Untuk selanjutnya melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID- Adanya insiden ritual yang dilakukan di pantai Watu Ulo, beberapa hari lalu, membuat resah sejumlah masyarakat setempat. Hal semacam itu sejatinya lumrah ditemui di beberapa destinasi atau tempat wisata alam. Misalnya di puncak gunung, dan tempat -tempat yang dianggap keramat lainnya. Salah satunya adalah di kawasan Nusa Barong, Puger. Orang-orang yang melakukan ritual itu bukan hanya berasal dari Jember. Namun juga dari luar Jember. Salah satunya adalah pendatang dari Solo yang melakukan ritual di gunung Nusa Barong, Andi.

Laki-laki 38 tahun itu sudah 2 tahun belakangan ini melakukan ritual  bersama dengan beberapa rekannya di pulau Nusa Barong. Ia menyebut, hal itu adalah mengunci diri dari sebuah kemewahan. “Ya, macam-macam. Itu mengunci diri,” Kata Andi.

Agar tidak terjadi insiden kecelakaan alam karena ritual yang dilakukan masyarakat, selayaknya pemerintah daerah menerbitkan surat edaran (SE) tentang keamanan di lokasi wisata. Namun, hingga saat ini SE yang telah diterbitkan oleh pemerintah daerah hanya lingkup kawasan wisata Pantai Payangan. Dalam SE itu dijelaskan bahwa pengunjung yang datang dilarang untuk melakukan ritual yang membahayakan. Termasuk berenang dalam kondisi alam yang membahayakan.

Sayangnya, SE itu hanya berlaku untuk destinasi wisata Pantai Payangan. Sedangkan untuk destinasi lainnya tidak ada kebijakan yang mengikat. Padahal beberapa destinasi wisata lainnya juga memiliki potensi serupa.

Kepala Dinas Pariwisata Harry Agustriono mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada SE yang mengatur secara spesifik destinasi wisata alam lainnya, seperti gunung. Untuk menghindari adanya kecelakaan atau insiden serupa, imbauan dilakukan oleh pihak masyarakat setempat. Untuk selanjutnya melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/