alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Keren! DLH sulap Gas Metan TPA Pakusari Jadi Bahan Bakar

Perlu Dirawat, Jangan Sampai Meledak Reaktor gas metana yang baru dibangun DLH Jember kini telah dimaksimalkan menjadi bahan bakar gas untuk disalurkan ke warung di TPA Pakusari.

Mobile_AP_Rectangle 1

PAKUSARI, RADARJEMBER.ID- Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kabupaten Jember kembali memanfaatkan kandungan gas metana (CH4) atau biasa disebut gas metan. Gas itu bersumber dari sampah untuk dijadikan bahan bakar yang disalurkan ke sejumlah pedagang dan warga di sekitar TPA Pakusari.

Keberadaan gas metana yang disalurkan ke warga ini sebenarnya bukan hal baru. Dulunya, di TPA tersebut sudah ada, namun perawatan TPA saat itu tergolong buruk sehingga pipa-pipa gas metana banyak yang terbakar. Lantaran rusak, kini dihidupkan kembali untuk mengurangi pencemaran udara dan memberi manfaat bagi warga sekitar.

Efadatul Hasanah, 28, warga yang sehari-hari berdagang makanan di TPA Pakusari, juga mulai memasak mi instan dari kompor gas metana. Kompor satu tungku yang dibuat sederhana dari pipa besi tersebut mengeluarkan api biru dari gas metana TPA Pakusari. Untuk menyalakan kompor tersebut, Efadatul masih harus menyalakan blower. Blower tersebutlah yang mendorong gas metana untuk menuju kompor. “Setelah blower dinyalakan, stop keran dibuka, baru nyalakan api dekat kompor saja,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pemakaiannya juga sama dengan kompor gas pada umumnya. Walau bahan bakar gas itu berasal dari timbunan sampah, namun tidak berbau dan bila berbau mirip bau gas elpiji. Gas metana tersebut juga disalurkan dari pipa paralon yang bersumber dari tumpukan sampah.

Kepala DLH Jember Eko Heru Sunarso juga menunjukkan reaktor gas metana yang letaknya tidak jauh dari kafe dan air terjun buatan TPA Pakusari. Reaktor tersebut mampu memisahkan air dan gas metana.

Heru mengakui, memaksimalkan gas metana dari tumpukan sampah untuk dijadikan bahan bakar gas dan disalurkan ke warga bukan hal yang baru lagi. “Ini teknologi lama yang pernah kami pakai dulu,” jelasnya.

Namun, kali ini pemanfaatan gas metana masih disalurkan ke pedagang TPA Pakusari dan kae TPA Pakusari. Belum menyentuh rumah warga yang berada di sekitar TPA Pakusari. Padahal, gas metana sebelumnya sampai disalurkan ke rumah warga.

- Advertisement -

PAKUSARI, RADARJEMBER.ID- Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kabupaten Jember kembali memanfaatkan kandungan gas metana (CH4) atau biasa disebut gas metan. Gas itu bersumber dari sampah untuk dijadikan bahan bakar yang disalurkan ke sejumlah pedagang dan warga di sekitar TPA Pakusari.

Keberadaan gas metana yang disalurkan ke warga ini sebenarnya bukan hal baru. Dulunya, di TPA tersebut sudah ada, namun perawatan TPA saat itu tergolong buruk sehingga pipa-pipa gas metana banyak yang terbakar. Lantaran rusak, kini dihidupkan kembali untuk mengurangi pencemaran udara dan memberi manfaat bagi warga sekitar.

Efadatul Hasanah, 28, warga yang sehari-hari berdagang makanan di TPA Pakusari, juga mulai memasak mi instan dari kompor gas metana. Kompor satu tungku yang dibuat sederhana dari pipa besi tersebut mengeluarkan api biru dari gas metana TPA Pakusari. Untuk menyalakan kompor tersebut, Efadatul masih harus menyalakan blower. Blower tersebutlah yang mendorong gas metana untuk menuju kompor. “Setelah blower dinyalakan, stop keran dibuka, baru nyalakan api dekat kompor saja,” paparnya.

Pemakaiannya juga sama dengan kompor gas pada umumnya. Walau bahan bakar gas itu berasal dari timbunan sampah, namun tidak berbau dan bila berbau mirip bau gas elpiji. Gas metana tersebut juga disalurkan dari pipa paralon yang bersumber dari tumpukan sampah.

Kepala DLH Jember Eko Heru Sunarso juga menunjukkan reaktor gas metana yang letaknya tidak jauh dari kafe dan air terjun buatan TPA Pakusari. Reaktor tersebut mampu memisahkan air dan gas metana.

Heru mengakui, memaksimalkan gas metana dari tumpukan sampah untuk dijadikan bahan bakar gas dan disalurkan ke warga bukan hal yang baru lagi. “Ini teknologi lama yang pernah kami pakai dulu,” jelasnya.

Namun, kali ini pemanfaatan gas metana masih disalurkan ke pedagang TPA Pakusari dan kae TPA Pakusari. Belum menyentuh rumah warga yang berada di sekitar TPA Pakusari. Padahal, gas metana sebelumnya sampai disalurkan ke rumah warga.

PAKUSARI, RADARJEMBER.ID- Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kabupaten Jember kembali memanfaatkan kandungan gas metana (CH4) atau biasa disebut gas metan. Gas itu bersumber dari sampah untuk dijadikan bahan bakar yang disalurkan ke sejumlah pedagang dan warga di sekitar TPA Pakusari.

Keberadaan gas metana yang disalurkan ke warga ini sebenarnya bukan hal baru. Dulunya, di TPA tersebut sudah ada, namun perawatan TPA saat itu tergolong buruk sehingga pipa-pipa gas metana banyak yang terbakar. Lantaran rusak, kini dihidupkan kembali untuk mengurangi pencemaran udara dan memberi manfaat bagi warga sekitar.

Efadatul Hasanah, 28, warga yang sehari-hari berdagang makanan di TPA Pakusari, juga mulai memasak mi instan dari kompor gas metana. Kompor satu tungku yang dibuat sederhana dari pipa besi tersebut mengeluarkan api biru dari gas metana TPA Pakusari. Untuk menyalakan kompor tersebut, Efadatul masih harus menyalakan blower. Blower tersebutlah yang mendorong gas metana untuk menuju kompor. “Setelah blower dinyalakan, stop keran dibuka, baru nyalakan api dekat kompor saja,” paparnya.

Pemakaiannya juga sama dengan kompor gas pada umumnya. Walau bahan bakar gas itu berasal dari timbunan sampah, namun tidak berbau dan bila berbau mirip bau gas elpiji. Gas metana tersebut juga disalurkan dari pipa paralon yang bersumber dari tumpukan sampah.

Kepala DLH Jember Eko Heru Sunarso juga menunjukkan reaktor gas metana yang letaknya tidak jauh dari kafe dan air terjun buatan TPA Pakusari. Reaktor tersebut mampu memisahkan air dan gas metana.

Heru mengakui, memaksimalkan gas metana dari tumpukan sampah untuk dijadikan bahan bakar gas dan disalurkan ke warga bukan hal yang baru lagi. “Ini teknologi lama yang pernah kami pakai dulu,” jelasnya.

Namun, kali ini pemanfaatan gas metana masih disalurkan ke pedagang TPA Pakusari dan kae TPA Pakusari. Belum menyentuh rumah warga yang berada di sekitar TPA Pakusari. Padahal, gas metana sebelumnya sampai disalurkan ke rumah warga.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/