alexametrics
22.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

27 Kasus dalam Sepekan, Waspada Gelombang 3 Covid-19 di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember – Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir. Bahkan, pemerintah serta masyarakat diminta untuk waspada menyusul wacana prediksi gelombang kasus pandemi Covid-19 susulan.

Hal tersebut diutarakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, akhir pekan lalu. Terlebih, varian virus baru, atau yang akrab disapa Omicron, mulai merajalela. Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, mantan Menteri Sosial tersebut menyatakan bahwa pihaknya memprediksi puncak persebaran Omicron bakal terjadi 60 hari sejak 16 Januari. “Tepatnya sekitar 22 Maret,” lanjutnya.

Oleh karena itu, pihaknya mewanti-wanti masyarakat supaya lebih disiplin protokol kesehatan dan jangan sampai lengah. Terlebih, dia menyebutkan bahwa persebaran varian virus Omicron cenderung lebih cepat jika dibandingkan dengan varian virus lain. “Sebanyak 58 persen yang terkonfirmasi Omicron terpapar tanpa gejala,” lanjutnya. Karena itu, dia mengimbau masyarakat, jika mengalami pilek dan batuk secara berkepanjangan, langsung memeriksakan diri.

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember – Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir. Bahkan, pemerintah serta masyarakat diminta untuk waspada menyusul wacana prediksi gelombang kasus pandemi Covid-19 susulan.

Hal tersebut diutarakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, akhir pekan lalu. Terlebih, varian virus baru, atau yang akrab disapa Omicron, mulai merajalela. Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, mantan Menteri Sosial tersebut menyatakan bahwa pihaknya memprediksi puncak persebaran Omicron bakal terjadi 60 hari sejak 16 Januari. “Tepatnya sekitar 22 Maret,” lanjutnya.

Oleh karena itu, pihaknya mewanti-wanti masyarakat supaya lebih disiplin protokol kesehatan dan jangan sampai lengah. Terlebih, dia menyebutkan bahwa persebaran varian virus Omicron cenderung lebih cepat jika dibandingkan dengan varian virus lain. “Sebanyak 58 persen yang terkonfirmasi Omicron terpapar tanpa gejala,” lanjutnya. Karena itu, dia mengimbau masyarakat, jika mengalami pilek dan batuk secara berkepanjangan, langsung memeriksakan diri.

KEPATIHAN, Radar Jember – Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir. Bahkan, pemerintah serta masyarakat diminta untuk waspada menyusul wacana prediksi gelombang kasus pandemi Covid-19 susulan.

Hal tersebut diutarakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, akhir pekan lalu. Terlebih, varian virus baru, atau yang akrab disapa Omicron, mulai merajalela. Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, mantan Menteri Sosial tersebut menyatakan bahwa pihaknya memprediksi puncak persebaran Omicron bakal terjadi 60 hari sejak 16 Januari. “Tepatnya sekitar 22 Maret,” lanjutnya.

Oleh karena itu, pihaknya mewanti-wanti masyarakat supaya lebih disiplin protokol kesehatan dan jangan sampai lengah. Terlebih, dia menyebutkan bahwa persebaran varian virus Omicron cenderung lebih cepat jika dibandingkan dengan varian virus lain. “Sebanyak 58 persen yang terkonfirmasi Omicron terpapar tanpa gejala,” lanjutnya. Karena itu, dia mengimbau masyarakat, jika mengalami pilek dan batuk secara berkepanjangan, langsung memeriksakan diri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/