alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

PT. KAI Daop 9 Jember Tolak 1.410 Calon Penumpang, Ini Alasannya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang tahun baru, berbagai persyaratan untuk melakukan perjalanan terus diperketat. Di antaranya memiliki sertifikat vaksin minimal dosis pertama. Hal ini menjadi persyaratan wajib yang harus dipenuhi. Jika musababnya karena alasan medis vaksinasi tidak bisa dilangsungkan, maka otomatis pemberangkatan harus dibatalkan.

Hal ini ditegaskan oleh Vice President PT KAI Daop 9 Jember Broer Rizal, kemarin (31/12). “Jika belum dapat divaksin karena alasan medis, dapat menyertakan surat keterangan dari dokter,” tambahnya.

Akibat dari pengetatan aturan ini, 1.410 pelanggan tidak bisa menikmati akses transportasi kereta api. Sebab, mereka tidak memenuhi persyaratan. Dari 1.410 pelanggan itu, perinciannya 539 orang tidak bisa menjalani PCR bagi yang berusia di bawah 12 tahun. Sebanyak 731 calon penumpang tidak melakukan rapid test antigen dan 164 orang tidak melakukan vaksinasi dosis pertama dan kedua. Sementara itu, dua calon penumpang sakit, dan tiga lainnya memiliki suhu di atas 37,3 derajat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, selama Nataru KAI telah menjual 34 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan oleh KAI. Atau setara 18.714 slot tempat duduk yang sudah terjual. Jumlah tersebut masih dapat terus bergerak, karena penjualan tiket masih berlangsung hingga saat ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang tahun baru, berbagai persyaratan untuk melakukan perjalanan terus diperketat. Di antaranya memiliki sertifikat vaksin minimal dosis pertama. Hal ini menjadi persyaratan wajib yang harus dipenuhi. Jika musababnya karena alasan medis vaksinasi tidak bisa dilangsungkan, maka otomatis pemberangkatan harus dibatalkan.

Hal ini ditegaskan oleh Vice President PT KAI Daop 9 Jember Broer Rizal, kemarin (31/12). “Jika belum dapat divaksin karena alasan medis, dapat menyertakan surat keterangan dari dokter,” tambahnya.

Akibat dari pengetatan aturan ini, 1.410 pelanggan tidak bisa menikmati akses transportasi kereta api. Sebab, mereka tidak memenuhi persyaratan. Dari 1.410 pelanggan itu, perinciannya 539 orang tidak bisa menjalani PCR bagi yang berusia di bawah 12 tahun. Sebanyak 731 calon penumpang tidak melakukan rapid test antigen dan 164 orang tidak melakukan vaksinasi dosis pertama dan kedua. Sementara itu, dua calon penumpang sakit, dan tiga lainnya memiliki suhu di atas 37,3 derajat.

Sementara itu, selama Nataru KAI telah menjual 34 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan oleh KAI. Atau setara 18.714 slot tempat duduk yang sudah terjual. Jumlah tersebut masih dapat terus bergerak, karena penjualan tiket masih berlangsung hingga saat ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang tahun baru, berbagai persyaratan untuk melakukan perjalanan terus diperketat. Di antaranya memiliki sertifikat vaksin minimal dosis pertama. Hal ini menjadi persyaratan wajib yang harus dipenuhi. Jika musababnya karena alasan medis vaksinasi tidak bisa dilangsungkan, maka otomatis pemberangkatan harus dibatalkan.

Hal ini ditegaskan oleh Vice President PT KAI Daop 9 Jember Broer Rizal, kemarin (31/12). “Jika belum dapat divaksin karena alasan medis, dapat menyertakan surat keterangan dari dokter,” tambahnya.

Akibat dari pengetatan aturan ini, 1.410 pelanggan tidak bisa menikmati akses transportasi kereta api. Sebab, mereka tidak memenuhi persyaratan. Dari 1.410 pelanggan itu, perinciannya 539 orang tidak bisa menjalani PCR bagi yang berusia di bawah 12 tahun. Sebanyak 731 calon penumpang tidak melakukan rapid test antigen dan 164 orang tidak melakukan vaksinasi dosis pertama dan kedua. Sementara itu, dua calon penumpang sakit, dan tiga lainnya memiliki suhu di atas 37,3 derajat.

Sementara itu, selama Nataru KAI telah menjual 34 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan oleh KAI. Atau setara 18.714 slot tempat duduk yang sudah terjual. Jumlah tersebut masih dapat terus bergerak, karena penjualan tiket masih berlangsung hingga saat ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/