alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Jember Tergambar dalam Tulisan dan Jepretan Kamera

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Dari waktu ke waktu, Kabupaten Jember terus mengalami perubahan. Sejarah kabupaten penghasil tembakau ini pun digali oleh para sejarahwan hingga masyarakat umum. Memasuki tahun baru 2022, sekaligus bertepatan dengan hari ulang tahun ke-93, Jember menerima kado istimewa dari tokoh berpengaruh.

Kado itu merupakan buku sejarah yang ditulis almarhum Abdul Kahar Muzakkir, praktisi pertanian dan perkebunan di Jember. Buku sejarah itu dibuat dengan cara menggabungkan sejarah yang ditulis secara ringan dengan foto story. Bentuknya setengah buku dan setengah majalah. Jika dilihat dari karya ini, Jember tetap memesona dari masa ke masa.

“Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya.” Itulah ungkapan yang menjadi salah satu motivasi almarhum dalam menciptakan karya tulis tersebut. Kahar ingin membagi perasaannya tentang banyak hal yang ditemui semasa hidup dan berkarya di Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Buku ini berawal dari keinginan bapak saya, almarhum Abdul Kahar Muzakkir. Menjelang ulang tahunnya yang ke-85 di tahun 2021, beliau menginginkan kado spesial. Sebuah buku. Buku itu tidak hanya hadiah bagi dirinya sendiri dan keluarganya, namun juga ingin didedikasikan untuk Jember,” ungkap Febrian Ananta Kahar, putra almarhum.

Jember memiliki sejarah yang panjang sejak masa prasejarah. Hal itu terbukti dengan penemuan beragam peninggalan arkeologis berupa artefak yang tersebar di banyak tempat. Warisan budaya masa lalu itu menjadi bukti bahwa daerah ini pernah menjadi lintasan sejarah. Jember menjadi salah satu pilihan tempat hunian manusia sejak zaman purba dalam pengembaraannya mencari kehidupan yang layak dari masa ke masa. Baik masa prasejarah, kolonial, era perang kemerdekaan, sampai sekarang.

Kendati peristiwa sejarah yang terjadi di Jember belum termasuk peristiwa sejarah besar, sumber data masa lampau yang tersedia tidak berlimpah, serta narasi sejarah lokal Jember tak cukup terperinci. Namun, bukan berarti aspek kesejarahan lokalnya dibiarkan begitu saja. “Menurut saya, justru itu tantangan bagi kita untuk terus berikhtiar mencerahkan kegelapan sejarah Jember. Kita punya tanggung jawab dan kewajiban melestarikannya agar generasi muda tidak semakin menjauh, atau bahkan tercerabut dari akar sejarahnya,” lanjut Febrian.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Dari waktu ke waktu, Kabupaten Jember terus mengalami perubahan. Sejarah kabupaten penghasil tembakau ini pun digali oleh para sejarahwan hingga masyarakat umum. Memasuki tahun baru 2022, sekaligus bertepatan dengan hari ulang tahun ke-93, Jember menerima kado istimewa dari tokoh berpengaruh.

Kado itu merupakan buku sejarah yang ditulis almarhum Abdul Kahar Muzakkir, praktisi pertanian dan perkebunan di Jember. Buku sejarah itu dibuat dengan cara menggabungkan sejarah yang ditulis secara ringan dengan foto story. Bentuknya setengah buku dan setengah majalah. Jika dilihat dari karya ini, Jember tetap memesona dari masa ke masa.

“Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya.” Itulah ungkapan yang menjadi salah satu motivasi almarhum dalam menciptakan karya tulis tersebut. Kahar ingin membagi perasaannya tentang banyak hal yang ditemui semasa hidup dan berkarya di Jember.

“Buku ini berawal dari keinginan bapak saya, almarhum Abdul Kahar Muzakkir. Menjelang ulang tahunnya yang ke-85 di tahun 2021, beliau menginginkan kado spesial. Sebuah buku. Buku itu tidak hanya hadiah bagi dirinya sendiri dan keluarganya, namun juga ingin didedikasikan untuk Jember,” ungkap Febrian Ananta Kahar, putra almarhum.

Jember memiliki sejarah yang panjang sejak masa prasejarah. Hal itu terbukti dengan penemuan beragam peninggalan arkeologis berupa artefak yang tersebar di banyak tempat. Warisan budaya masa lalu itu menjadi bukti bahwa daerah ini pernah menjadi lintasan sejarah. Jember menjadi salah satu pilihan tempat hunian manusia sejak zaman purba dalam pengembaraannya mencari kehidupan yang layak dari masa ke masa. Baik masa prasejarah, kolonial, era perang kemerdekaan, sampai sekarang.

Kendati peristiwa sejarah yang terjadi di Jember belum termasuk peristiwa sejarah besar, sumber data masa lampau yang tersedia tidak berlimpah, serta narasi sejarah lokal Jember tak cukup terperinci. Namun, bukan berarti aspek kesejarahan lokalnya dibiarkan begitu saja. “Menurut saya, justru itu tantangan bagi kita untuk terus berikhtiar mencerahkan kegelapan sejarah Jember. Kita punya tanggung jawab dan kewajiban melestarikannya agar generasi muda tidak semakin menjauh, atau bahkan tercerabut dari akar sejarahnya,” lanjut Febrian.

SUMBERSARI, Radar Jember – Dari waktu ke waktu, Kabupaten Jember terus mengalami perubahan. Sejarah kabupaten penghasil tembakau ini pun digali oleh para sejarahwan hingga masyarakat umum. Memasuki tahun baru 2022, sekaligus bertepatan dengan hari ulang tahun ke-93, Jember menerima kado istimewa dari tokoh berpengaruh.

Kado itu merupakan buku sejarah yang ditulis almarhum Abdul Kahar Muzakkir, praktisi pertanian dan perkebunan di Jember. Buku sejarah itu dibuat dengan cara menggabungkan sejarah yang ditulis secara ringan dengan foto story. Bentuknya setengah buku dan setengah majalah. Jika dilihat dari karya ini, Jember tetap memesona dari masa ke masa.

“Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya.” Itulah ungkapan yang menjadi salah satu motivasi almarhum dalam menciptakan karya tulis tersebut. Kahar ingin membagi perasaannya tentang banyak hal yang ditemui semasa hidup dan berkarya di Jember.

“Buku ini berawal dari keinginan bapak saya, almarhum Abdul Kahar Muzakkir. Menjelang ulang tahunnya yang ke-85 di tahun 2021, beliau menginginkan kado spesial. Sebuah buku. Buku itu tidak hanya hadiah bagi dirinya sendiri dan keluarganya, namun juga ingin didedikasikan untuk Jember,” ungkap Febrian Ananta Kahar, putra almarhum.

Jember memiliki sejarah yang panjang sejak masa prasejarah. Hal itu terbukti dengan penemuan beragam peninggalan arkeologis berupa artefak yang tersebar di banyak tempat. Warisan budaya masa lalu itu menjadi bukti bahwa daerah ini pernah menjadi lintasan sejarah. Jember menjadi salah satu pilihan tempat hunian manusia sejak zaman purba dalam pengembaraannya mencari kehidupan yang layak dari masa ke masa. Baik masa prasejarah, kolonial, era perang kemerdekaan, sampai sekarang.

Kendati peristiwa sejarah yang terjadi di Jember belum termasuk peristiwa sejarah besar, sumber data masa lampau yang tersedia tidak berlimpah, serta narasi sejarah lokal Jember tak cukup terperinci. Namun, bukan berarti aspek kesejarahan lokalnya dibiarkan begitu saja. “Menurut saya, justru itu tantangan bagi kita untuk terus berikhtiar mencerahkan kegelapan sejarah Jember. Kita punya tanggung jawab dan kewajiban melestarikannya agar generasi muda tidak semakin menjauh, atau bahkan tercerabut dari akar sejarahnya,” lanjut Febrian.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/