alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Satu Kursi, Dua Pejabat

Polemik Tumpang Tindih Jabatan di Lingkungan Pemkab Membayangi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para pejabat di lingkungan Pemkab Jember sepertinya perlu belajar kembali tentang makna di balik sebutan abdi negara. Di mana kepentingan pribadi dan golongan harus ditanggalkan demi kepentingan masyarakat dan negara. Kiranya, awal tahun baru 2021 menjadi pelajaran penting bahwa Pemkab Jember sedang tidak sehat.

Pasca-melewati puncak pertikaian akhir tahun 2020, selayaknya ada solusi di awal tahun baru 2021. Mosi tidak percaya yang dilakukan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) terhadap Bupati Faida sampai hari ini memang terkesan mulai mendingin. Hal ini cukup maklum karena masih hari libur. Tetapi nanti, pada saat ASN wajib masuk kerja, bukan hal mustahil satu kursi pada sejumlah nomenklatur jabatan akan dijabat dua orang pejabat. Ini tentu akan menjadi rebutan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lantas siapa yang berpotensi rebutan kursi? Tentunya, ASN yang telah diberi SK bupati sebagai pelaksana tugas (Plt) dan ASN yang dicopot bupati tetapi tetap diakui Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Untuk itu, jangan biarkan satu kursi pejabat diduduki oleh dua orang pejabat. Sebelum para pejabat ‘pangkuan’, lebih baik segera cari solusinya.

Sebut saja, kursi empuk sekretaris daerah (sekda) Pemkab Jember, kali ini disebut punya dua tokoh. Pertama, Sekda Mirfano yang dicopot tetapi menyatakan mosi tidak percaya kepada bupati dan jabatannya diakui negara. Sementara, kedua adalah Plt Sekda Edy Budi Susilo yang baru diberi SK oleh Bupati Faida. Apabila kedua pejabat ini sama-sama masuk kerja pada hari Senin (4/1) nanti, maka ada potensi saling rebutan kursi. Selain itu, masih terdapat sejumlah pejabat lain yang berpotensi ‘pangkuan’ di satu kursi jabatan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para pejabat di lingkungan Pemkab Jember sepertinya perlu belajar kembali tentang makna di balik sebutan abdi negara. Di mana kepentingan pribadi dan golongan harus ditanggalkan demi kepentingan masyarakat dan negara. Kiranya, awal tahun baru 2021 menjadi pelajaran penting bahwa Pemkab Jember sedang tidak sehat.

Pasca-melewati puncak pertikaian akhir tahun 2020, selayaknya ada solusi di awal tahun baru 2021. Mosi tidak percaya yang dilakukan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) terhadap Bupati Faida sampai hari ini memang terkesan mulai mendingin. Hal ini cukup maklum karena masih hari libur. Tetapi nanti, pada saat ASN wajib masuk kerja, bukan hal mustahil satu kursi pada sejumlah nomenklatur jabatan akan dijabat dua orang pejabat. Ini tentu akan menjadi rebutan.

Lantas siapa yang berpotensi rebutan kursi? Tentunya, ASN yang telah diberi SK bupati sebagai pelaksana tugas (Plt) dan ASN yang dicopot bupati tetapi tetap diakui Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Untuk itu, jangan biarkan satu kursi pejabat diduduki oleh dua orang pejabat. Sebelum para pejabat ‘pangkuan’, lebih baik segera cari solusinya.

Sebut saja, kursi empuk sekretaris daerah (sekda) Pemkab Jember, kali ini disebut punya dua tokoh. Pertama, Sekda Mirfano yang dicopot tetapi menyatakan mosi tidak percaya kepada bupati dan jabatannya diakui negara. Sementara, kedua adalah Plt Sekda Edy Budi Susilo yang baru diberi SK oleh Bupati Faida. Apabila kedua pejabat ini sama-sama masuk kerja pada hari Senin (4/1) nanti, maka ada potensi saling rebutan kursi. Selain itu, masih terdapat sejumlah pejabat lain yang berpotensi ‘pangkuan’ di satu kursi jabatan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Para pejabat di lingkungan Pemkab Jember sepertinya perlu belajar kembali tentang makna di balik sebutan abdi negara. Di mana kepentingan pribadi dan golongan harus ditanggalkan demi kepentingan masyarakat dan negara. Kiranya, awal tahun baru 2021 menjadi pelajaran penting bahwa Pemkab Jember sedang tidak sehat.

Pasca-melewati puncak pertikaian akhir tahun 2020, selayaknya ada solusi di awal tahun baru 2021. Mosi tidak percaya yang dilakukan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) terhadap Bupati Faida sampai hari ini memang terkesan mulai mendingin. Hal ini cukup maklum karena masih hari libur. Tetapi nanti, pada saat ASN wajib masuk kerja, bukan hal mustahil satu kursi pada sejumlah nomenklatur jabatan akan dijabat dua orang pejabat. Ini tentu akan menjadi rebutan.

Lantas siapa yang berpotensi rebutan kursi? Tentunya, ASN yang telah diberi SK bupati sebagai pelaksana tugas (Plt) dan ASN yang dicopot bupati tetapi tetap diakui Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Untuk itu, jangan biarkan satu kursi pejabat diduduki oleh dua orang pejabat. Sebelum para pejabat ‘pangkuan’, lebih baik segera cari solusinya.

Sebut saja, kursi empuk sekretaris daerah (sekda) Pemkab Jember, kali ini disebut punya dua tokoh. Pertama, Sekda Mirfano yang dicopot tetapi menyatakan mosi tidak percaya kepada bupati dan jabatannya diakui negara. Sementara, kedua adalah Plt Sekda Edy Budi Susilo yang baru diberi SK oleh Bupati Faida. Apabila kedua pejabat ini sama-sama masuk kerja pada hari Senin (4/1) nanti, maka ada potensi saling rebutan kursi. Selain itu, masih terdapat sejumlah pejabat lain yang berpotensi ‘pangkuan’ di satu kursi jabatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/