Tiga Pasien Korona Membaik, Tracking Sudah Berjalan

TERUS DITRACKING : dr Bayu Wibowo, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang ketika menjelaskan perkembangan virus korona yang terjadi di Lumajang. Sejauh ini tracking pada orang-orang terdekat pasien positif terus dilakukan untuk mencegah penyebaran virus.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kegigihan tiga pasien positif korona untuk sembuh betul-betul terlihat. Kondisi mereka dikabarkan terus membaik. Langkah tracking pada orang terdekat yang sudah dilakukan juga tidak ada tanda-tanda mengkhawatirkan.

IKLAN

Informasi yang berhasil ditelusuri Jawa Pos Radar Semeru, sebanyak 79 orang yang bersamaan dengan pasien AS asal Kedungjajang sudah melewati masa rentan 14 hari. Tidak ada satupun yang kondisinya mengkhawatirkan.

Untuk pasien MI asal Sukodono, memang dilakukan isolasi di rumahnya. Kondisinya terus membaik. Tetapi tracking pada 20 orang yang terlibat kontak tidak mudah terdeteksi. Pasien AZ Randuagung yang diduga tertular di Jakrta juga demikian. Malah menunjukkan aktivitas di lingkungannya.

Ketiga orang yang terjangkit tersebut tentu pernah melakukan kontak bersentuhan langsung dengan orang lain. Kondisi tersebut memang menghawatirkan, namun jangan khawatir, upaya pendeteksian dan memberikan arahan ternyata sudah dilakukan.

Kepala Dinas Kesehatan Bayu Wibowo menjelaskan, pihaknya telah melakukan pendeteksian pada seluruh orang terdekat yang terjangkit positif sudah dilakukan. Peran serta masyarakat juga sangat menentukan keberhasilan penanganan. ”Kita tadi (kemarin.red) sudah komunikasi dengan Camat. RT, RW dan kepala desa merupakan orang yang berpengaruh bisa memberikan arahan untuk isolasi,” ujarnya. Sebab, orang-orang tersebut bisa memberikan arahan setiap hari.

Dia menjelaskan, dari orang-orang yang sudah terdeteksi tersebut bakal diambil beberapa orang yang sekiranya paling sering melakukan interaksi. “Nah keberhasilan itu ditentukan oleh kepedulian mengawasi orang dalam pemantauan (ODP) ini,” tambahnya.
Butuh tanggung jawab dari seluruh elemen masyarakat, tidak hanya pemerintah saja. Melainkan partisipasi masyarakat dalam mencegah penyebaran juga sangat diperlukan. “Misalkan ada ODP yang bandel. Itu ya harus diingatkan. Kalau perlu melaporkan untuk diberlakukan isolasi yang kita tangani,” tambahnya.

Termasuk, inisial MI yang kini sedang menjalani perawatan di lingkungan rumah serta pesantren. Orang tersebut bakal diberlakukan penanganan isolasi dan pembatasan interaksi agar tidak semakin menyebar. “Akan kami pantau terus perkembangannya. Utamanya orang yang terdekat,” ungkapnya.

Reporter : Atieqson Mar Iqbal

Fotografer : Atieqson Mar Iqbal

Editor : Hafid Asnan