Warga Khawatir Pendangkalan Kali Asem Menyebabkan Banjir

KONDISI: Kondisi Dasar Kali Asem di kawasan DAM Gambiran yang dipenuhi oleh rumput dan tanaman liar. Kondisi ini bisa mengancam keselamatan warga ketika debit air mengalami peningkatan.

LUMAJANG,RADARJEMBER.ID – Warga pinggiran Kali Asem mulai cemas. Sebab, sungai yang membelah kota itu terus menerus mengalami pendangkalan. Juga banyak tumbuh tanaman liar di dasar sungai. Kekhawatiran makin meningkat ketika saat ini memasuki musim hujan. Mereka takut debit air sungai meluap ke perkampungan.

IKLAN

Saat ini, sebagian besar kawasan di Indonesia sudah memasuki musim penghujan. Tak terkecuali di Lumajang. Daerah yang memiliki sungai di tengah kota ini perlu melakukan antisipasi dini. Utamanya terhadap peningkatan debit sungai.

Sebab, ketika memasuki musim penghujan, debit air Kali Asem meningkat berlipat-lipat dari biasanya. Namun di dasar sungai terserbut pendangkalan makin bertambah. Gundukan tanah juga makin tinggi. Dan tumbuh subur tanaman liar.
Praktis, hal tersebut menyebabkan terganggunya arus sungai. Sekaligus mempersempit aliran sungai. Perhatian Pemerintah Kabupaten Lumajang sangat dibutuhkan dalam mengurangi kekhawatiran tersebut. Sebab, normalisasi dasaran sungai Kali Asem sudah berlangsung cukup lama.

Buamin salah satu warga yang tinggal di pinggiran Kali Asem mengungkapkan kegelisahannya. Lelaki 50 tahun itu mengatakan sudah lama tidak ada normalisasi. Sampai tanaman liar meninggi. Dan dasar sungai menjadi dangkal.

Dia menyebutkan, pengurukan tanah di dasar sungai diperlukan. Selain untuk membersihkan kondisi sungai, juga berguna untuk memperlancar aliran. “Sudah lama tidak ada pengerukan tanah di sungai ini, sampai tanah yang menumpuk di sungai ditumbuhi oleh rumput liar. Kami semua yang tinggal disini sangat khawatir,” ungkapnya.
Warga Kelurahan Ditotrunan itu juga mengatakan, bahwa dirinya sangat khawatir ketika hujan datang, air sungai meluap. “Kalau sudah masuk musim hujan saya itu khawatir, takut air tambah besar dan naik melewati pembatas sungai ini,” pungkasnya.

 

Reporter : M. Muzammil Nurul Arifin
Fotografer : M. Muzammil Nurul Arifin
Redaktur : Hafid Asnan

Reporter :

Fotografer :

Editor :