Penyerahan SK CPNS Terhambat Data Dua Guru

RADARJEMBER.ID – Rekrutmen CPNS di Lumajang yang digelar bersamaan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Timur memang sudah rampung. Namun, penyerahannya SK nya paling lambat. Diketahui penyebabnya karena ada data dua orang guru yang salah. Pagi ini SK tersebut bakal diserahkan.

IKLAN

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, memang ada sebanyak 452 CPNS yang telah dinyatakan lulus. Namun, hingga kemarin mereka masih belum menerima SK. Baru tadi malam, informasi berhasil didapat Jawa Pos jika SK telah diterima.

Drs Agus Triyono MSi, PJs Sekda Lumajang menerangkan jika hari ini (Senin, 29/6) bakal ada penyerahan SK CPNS yang pengadaan tahun 2018. “Rencananya kami serahkan besok pagi di halaman Pemkab Lumajang,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semeru.

Agus yang juga Kepala BKD Lumajang ini menjelaskan bahwa formasi pengadaan CPNS 2018 untuk Kabupaten Lumajang adalah sebanyak 471 lowongan jabatan. Namun yang melamar dan dinyatakan lulus adalah sebanyak 452 orang.

Dengan begitu, diketahui ada 19 jabatan yang tidak terisi. Itu lantaran tidak ada pelamarnya. Dan alasan tidak terisi kedua karena pelamar yang mendaftar, nilainya tidak memenuhi passing grade.

Dari total 452 CPNS itu, sejatinya administrasinya bisa rampung lama. Namun terhambat dengan adanya kesalahan data dua orang CPNS dari tenaga pendidik. “Lumajang tertinggal dari kabupaten kota lain. Kabupaten/Kota lain ada yang bulan kemarin, ada yang bulan Maret juga yang diserahkan,” katanya.

Namun, Lumajang tertunda karena ada dua orang yang pertimbangan tekhnisnya dari BKN itu bermasalah. Baru kemarin sudah dibenahi. “Tertundanya karena ada dua orang CPNS yang pertimbangan tekhnis ada kesalahan administrasi. Itu dari guru. Data Dua guru ini yang menghambat. BKN kurang pas dalam mencantumkan NIP nya. NIP itu berkaitan dengan tanggal dan bulan tahun pengangkatan,” jelasnya.

Ternyata dua orang ini, ketika turun SK nya, terangkat pada bulan maret 2018. Padahal tahun itu belum ada tes. Seharusnya diangkat pada Maret 2019. “Jadi yang diserahkan ini hasil rekrutmen pengadaan CPNS tahun 2018 kemarin. Diangkat tahun 2019 ini. Per satu maret diangkatnya,” jelasnya.

Dengan diterimanya SK, maka mereka sudah wajib mulai masuk kerja sejak hari ini. Setelah dilantik, diserahkan SK nya, lalu masuk ke OPD yang dilamar sesuai SK. “Karena jika masuk setelah lebaran, penggajiannya mundur. Sebab sudah lewat tanggal Juni,” jelasnya.

Agus menguraikan, saat penyerahan SK diberi surat penghadapan pada kepala OPD masing-masing. “Mereka akan mengurus dan lapor ke unit kerja masing-masing. Selasa harus ke BKD menyerahkan surat pernyataan melaksanakan tugas di OPD masing-masing bahwa sudah di unit kerjanya,” katanya.

Jadi, ada dua hal yang harus dikerjakan. Pertama adalah menerima SK dan menghadap ke OPD masing-masing. Kedua adalah ke Bank Jatim membuka rekening gaji. “Juni mereka sudah mulai gajian,” pungkasnya.

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Istimewa

Editor :