Cak Thoriq Ingin Revitalisasi Perpustakaan

GERAKAN NASIONAL: Bupati Lumajang bersama Kepala Perpusnas RI dan Anggota DPR RI Ayub Khan dalam gerakan pembudayaan kegemaran membaca di BKD.

RADARJEMBER.ID – Menduduki peringkat 16 dari 30 negara berdasarkan hasil survei yang baru dirilis di London, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) berupaya meningkatkan minat baca bagi masyarakat Indonesia. Bahkan untuk mencapai target, Perpusnas RI menyelenggarakan safari gerakan nasional gemar membaca di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

IKLAN

Acara yang berlangsung akhir pekan kemarin itu menurut Kepala Perpusnas RI, Drs. Muhamad Syarif Bando, merupakan upaya untuk menebarkan benih semangat dan minat baca nasional bagi masyarakat Lumajang. “Kita ingin minat baca semakin tinggi di setiap daerah,” kata Syarif dalam acara bertajuk ‘Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi’.

Hadir pula dalam acara itu Ayub Khan, anggota DPR RI Komisi X, Bupati Lumajang H Thoriqul Haq, MML, Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lumajang, Kustiati, dan para pegiat literasi dan para pustakawan SMA.

Diakui Syarif, memang budaya baca masih kurang begitu selaras dengan peningkatan prestasi. Sebab, masih berkutatnya permasalahan antara rasio dengan jumlah pembaca. Sehingga selisihnya timpang. Ketimpangan terlihat dari minimnya ketersediaan buku bacaan. “Di Indonesia satu buku ditunggu 5 ribu orang. Sedangkan standart UNESCO satu orang minimal 5 buku baru setiap tahun,” jelas Syarif.

Bupati Lumajang, H Thoriqul Haq berkeinginan untuk melakukan revitalisasi perpustakaan di daerah. Tujuannya, agar perpustakaan bisa menyuguhkan hal baru. Tentunya yang berkaitan dengan banyaknya buku bacaan yang akan disediakan.

Desain tempat yang nyaman pun juga menjadi rencana keinginannya. “Nantinya direvitalisasi. Tempat yang nyaman juga bisa berdampak positif terhadap naiknya minat baca masyarakat dalam menambah khazanah keilmuan,” kata Thoriq saat ditemui di lokasi yang sama.

Bahkan bupati berencana akan melakukan terobosan dalam menstimulusisasi kreatifitas para pembaca dengan menyuguhkan buku bacaan aplikatif yang orientasinya bisa memunculkan semangat berkreasi. “Saya ingin optimalkan buku bacaan yang mengupas tentang kemajuan daerah lain. Referensi baru yang reliable ini sesuai dengan harapan saya untuk kondisi Lumajang agar semakin lebih maju,” harapnya.

Saat media menyinggung ASN, kebermanfaatan membaca buku aplikatif rupanya juga menjadi keharusan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lumajang untuk senantiasa menambah pengetahuan agar dalam memberikan pelayanan semakin inovatif dan memuaskan. “Oh ya harus itu. ASN harus inovatif. Harus baca buku agar lebih baik,” tuturnya.

Kustiati selaku Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang, menjelaskan ini adalah memperkenalkan lebih dalam perpustakaan untuk mewujudkan masyarakat mencintai dan gemar membaca buku sepanjang masa.

Selain itu, outputnya diharapkan dapat memberikan motivasi bagi para pengelola perpustakaan untuk mengembangkan perpustakaan. “Kegiatan ini bisa mengenalkan pengelolaan perpustakaan dari sudut pandang lain yang lebih menyenangkan para pembaca atau lebih memasyarakat,” paparnya.

Reporter : Ahmad Jafin

Fotografer : Ahmad Jafin

Editor : Mahrus Sholih