Cak Thoriq: Hama jadi Perhatian Utama Disperta

Petakan Lokasi Prediksi Gagal Panen

TURUN KE SAWAH: Bupati Thoriqul Haq saat meninjau sawah yang diserang wereng di Desa Blukon, Kecamatan Lumajang. Penyuluh diminta terus mendampingi agar produksi padi bisa maksimal.

BLUKON.RADARJEMBER.ID — Keluhan petani mengenai gagal panen mulai ditindaklanjuti oleh Pemkab Lumajang. Satu demi satu penyebab gagal panen mulai diinventarisir, serta mencari solusi penyelesaiannya. Terlebih lagi, saat ini Lumajang tengah menjaga stok beras agar ketahanan pangan masyarakat Lumajang tetap stabil.
Hal ini diungkapkan oleh Bupati Lumajang Thoriqul Haq kala meninjau langsung lokasi yang diprediksi mengalami gagal panen tahun ini, di Desa Blukon, Kecamatan Lumajang. Pihaknya menemukan sejumlah hama padi yang menyerang sawah warga setempat. Mulai dari wereng, keong, hingga tikus.
Untuk menjaga kebutuhan stok pangan tetap stabil, pemerintah akan memfokuskan perhatiannya pada proses penyelesaian problem sawah yang tahun ini berpotensi gagal panen. Pemetaan penanganan sawah warga bakal segera dilakukan agar dapat menemukan solusi yang tepat.

IKLAN


“Hama wereng menjadi perhatian utama dari Dinas Pertanian. Saya sekarang melihat langsung kondisi persawahan ini. Ternyata yang saya temukan bukan hanya wereng, bahkan ada keong mas dan tikus yang mengakibatkan area persawahan menjadi rusak,” ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, pengelolaan sawah yang tidak benar juga dapat membuat sawah rusak. Terutama sawah-sawah yang perlakuannya tidak tepat, seperti pembuatan parit untuk mengurangi tingkat keasaman tanah namun dialirkan ke sawah orang lain. Hal ini mengakibatkan sawah yang dialiri air tersebut mengalami peningkatan tingkat keasaman tanah.
“Saya minta didatangkan penyuluh untuk memberikan perhatian khusus terkait dengan kondisi sawah yang harus saling dimengerti oleh petani, sehingga dengan begitu tidak ada lagi petani yang merasa dirugikan,” pungkasnya. (kl)

Reporter : Atieqson Mar Iqbal

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti