Pendapatan Pasir Tak Cukup Menggaji Mourinho Dua Pekan

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pasir Lumajang kembali jadi buah bibir. Terutama di kalangan elite. Kali ini bukan hanya banyaknya tambang ilegal, tapi juga karena nilai setoran. Ada juga yang membandingkan dengan gaji pelatih sepakbola, Jose Mourinho. Ternyata juga belum cukup untuk membayar gaji dua pekan pelatih yang baru dikontrak Tottenham Hotspurs itu.

Baru-baru ini, yang gencar menyoroti pasir Lumajang adalah pihak legislatif. Kalangan elite juga tak kalah menjadikan setoran pasir sebagai tema perbincangan. Wakil rakyat mengeluhkan pengelolaan karena banyak tambang ilegal, ada pula yang mengancam untuk menutupnya jika tidak menyumbang pendapatan daerah.

Semua itu tak lepas dari espektasi yang terlalu melambung tinggi. Sejak kerja sama operasional (KSO) dengan PT Mutiara Halim diputus. Saat itu pasir dianggap mampu mendongkrak pendapatan berlipat.

Ternyata, tahun ini rasa-rasanya sulit untuk memenuhi target pendapatan yang dipancang dalam APBD. Sebab, data dari Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang menunjukkan, pendapatan yang masuk senilai Rp 9,2 miliar. “Sudah Rp 9,2 miliar pendapatan pasir terhitung smapai 20 November 2019,” ungkap Farhan, Kabid Perbendaharaan BPRD Lumajang.

Nilai itu didapat dari sebanyak 51 pemilik Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) yang dikeluarkan oleh P2T Jawa Timur untuk seluruh kawasan tambang Lumajang.

Padahal, target yang dipancang dalam APBD 2019 senilai Rp 37 miliar. Hanya tersisa waktu tak sampai 40 hari untuk mengejar target tersebut. Target yang dinilai mustahil oleh banyak pihak.

Pendapatan lain-lain dari pasir juga tidak mungkin bisa ditarik. Berbeda ketika ada KSO jasa timbang sebelum dihentikan. Sebab, sejak 2008, dalam setahun selalu menyetor Rp 1 miliar. Itu pun masih ada peningkatan 10 persen per tahunnya.

Urusan tambang pasir di Jawa Timur, Lumajang tempatnya. Bahkan, untuk skala nasional sekalipun, pasir Lumajang masih nomor wahid. Bukan hanya melimpahnya stok, tapi kualitas pasir Lumajang masih lebih bagus dibanding yang lain, dengan rata-rata kadar air hanya dibawah 5 persen.

Dengan hanya menyetor tak sampai 10 miliar, bukan hanya meleset dari target. “Untuk membayar gaji pelatih Mourinho saja tidak cukup. Bukan gaji setahun _loh ya_, tapi gaji dua pekan saja tidak cukup,” ungkap sejumlah penggemar sepak bola.

Memang, gaji pelatih asal Portugal itu dibanderol tinggi. Pekan kemarin, dia dikontrak klub Liga Inggris, Tottenham Hotspurs, 20 November kemarin. Mahar yang harus ditebus senilai Rp 273 miliar per tahun.

Jika diurai, untuk sebulan saja, gaji _the special one_, julukan Mourinho, sudah mencapai Rp 22,7 miliar. Sepekannya setara Rp 11,2 miliar. Artinya, pendapatan pasir yang hampir setahun ini senilai Rp 9,2 miliar belum cukup untuk menggaji mantan pelatih Chelsea dan Manchester United itu dua pekan.

Editor: Hafid Asnan
Reporter: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Istimewa