Akta Anak Sudah 76 Persen, Giliran Persiapkan KIA

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Bertepatan dengan hari anak nasional, layanan administrasi kependudukan juga membeberkan sejumlah data. Hingga kemarin, tercatat sudah 76 persen pengurusan akta kelahiran anak. Angka tersebut tergolong tinggi, yang kemudian ditindaklanjuti dengan program Kartu Identitas Anak (KIA.

IKLAN

Dari catatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Lumajang, diketahui jika akta anak dengan batasan usia 0 sampai 18 tahun sudah tembus 76 persen. Dengan jumlah mencapai 217.460 anak.

Agus Warsito Utomo, Kabid Informasi Dispenduk menegaskan jika saat ini sasaran akta untuk anak tersisa 26 persen. “Hanya kurang 74.642 anak yang belum mengurus akta. Selebihnya sudah mengurus sesuai sasaran program,” ungkapnya.

Data tersebut menurut dia bukan pada Juli ini. Melainkan bulan Juni. Praktis ada penambahan dari hasil tersebut. Hanya saja masih belum dilakukan rekapitulasi.
Selain akta ana, pihaknya juga mulai mempersiapkan KIA. Dia menyebutkan, setelah 3 tahun berlaku Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Kartu Identitas Anak, ternyata dia mengakui masih belum maksimal.
Rencananya akan dimaksimalkan tahun ini. “Kita sudah merencanakan pada sebanyak 40 ribu anak Lumajang untuk mendapatkan KIA,” jelasnya. Dengan menggunakan dana dari APBD Lumajang. Nantinya untuk anak dibawah lima tahun, tidak mengharuskan foto. Tetapi untuk 5 tahun sampai 17 tahun diwajibkan menyertakan foto.

KIA itu sendiri nantinya akan bisa digunakan untuk pembuatan rekening anak di bank. Juga bisa digunakan sebagai identitas diri anak selain akta. Termasuk akan mendapatkan semacam KTP. Bedanya tidak disertai cip dalam kartu tersebut.

Di Lumajang saat ini kata dia bisa melakukan proses perekaman termasuk KIA pada 18 kecamatan. Sejak tahun ini, dia menjelaskan sudah bisa melakukan perekaman di tingkat kecamatan. “Itu untuk mempermudah pembuatan meski belum diberlakukan secara massal pada semua kecamatan di Lumajang,” jelasnya.

Pembuatan KIA ini ditujukan bagi anak – anak yang baru lahir sampai usia 17 tahun. Sehingga pemakaiannya hampir sama dengan KTP. Yakni untuk wilayah administrasi publik. Sehingga pendataan menjadi lebih mudah.

Reporter : mg3

Fotografer : mg3

Editor : Hafid Asnan