Gus Wadud Ingatkan Lima Syarat Haji Mabrur

BERHARAP MABRUR : Abdul Wadud Nafis ketika memberikan penjelasan terkait larangan mengganggu atau mencuri urutan jamaah haji yang dapat membuat ibadah haji seseorang sulit dikatakan mabrur

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Jamaah haji asal Lumajang yang berjumlah 1.126 orang bakal berangkat ke tanah suci pada 26 Juli besok. Semua berharap dari ibadahnya bisa menjadi haji mabrur. Abdul Wadud Nafis, pakar syariat islam yang juga ikut rombongan haji tahun ini mengatakan, ada lima syarat seseorang untuk dikatakan haji mabrur.

IKLAN

Lelaki yang juga dosen di IAIN Jember ini menguraikan, sedikitnya ada lima syarat haji seseorang dikatakan mabrur. “Orang itu akan mendapat gelar dikatakan mabrur harus memenuhi 5 hal,” ungkapnya di sela-sela acara silaturahim pemberangkatan haji siang tadi.

Pertama, menurut dia, harus punya niat yang betul-betul ikhlas. “Harus itu. Semata-mata ibadah hajinya harus demi mendapatkan ridho Allah SWT. Bukan untuk mendapatkan panggilan Abah, ataupun dipanggil kyai, haji dan sebagainnya,” jelasnya.

Kedua, Riski yang dipakai untuk bayar dan kepentingannya haji itu halal. Baik dari jenis rizki maupun dengan cara mendapatkan rizki itu.

Tentu syarat dan rukun haji sudah ada aturannya. Dan itu mengacu pada fiqih yang berdasarkan pada Alquran dan Hadist. Namun, meskipun terpenuhi, namun jika rizki yang didapat tidak halal, maka sulit dikatakan mabrur.

Selain itu, Wadud menjelaskan perihal ketiga, agar jangan ganggu orang lain. Baik perkataan dan perbuatan. “Apalagi mengambil hak dan jatah orang lain. Kalau ngambil hak orang lain, atau mengambil jatah dan urutan orang lain, Itu sulit dikatakan mabrur,” tambahnya.

Keempat, ketika ibadah haji, di tanah suci mampu menghindari pertengkaran yang dapat menggangu orang lain. Dan bahkan mampu mengendalikan agar orang lain berlaku menyimpang.

Terakhir ketika sudah ada di rumah, sampai di kampung halaman tidak berperilaku riyak atau ingin dipuji orang lain. “Itu ada sum’ah namanya. Setelah pulang itu, pas di rumah bercerita-cerita berkebihan. Pamer, riyak itu namanya pada peziarah haji. Itu menceritakan kebaikan-kebaikannya selama ditanah suci. Itu bisa merusak ibadah haji mabrur yang dicita-citakan,” pungkasnya.(*)

Reporter : Hafid Asnan
Fotografer : Hafid Asnan
Editor : Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :