Pasar Hewan Jogotrunan Ditutup Tiba-Tiba

TAK PATUHI IMBAUAN: Petugas menunjukkan tulisan penutupan Pasar Hewan Jogotrunan ke para pedagang. Penutupan ini dilakukan karena pedagang abai dengan imbauan untuk menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

JOGOTRUNAN.RADARJEMBER.ID – Pencegahan korona memang betul dilonggarkan, namun bukan berarti warga bisa bebas berkerumun dan tidak melindungi diri. Apalagi sengaja tidak mengenakan masker. Wajar saja, salah satu pasar hewan akhirnya ditutup. Penutupan tersebut dilakukan karena para pedagang abai terhadap imbauan pemerintah serta tidak menerapkan physical distancing.

IKLAN

Informasi yang dihimpun radarjember.id menyebutkan, penutupan pasar hewan ini memang terjadi secara tiba-tiba. Sebab, selang dua jam Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengunjungi pasar hewan itu, jajaran kepolisian beserta Satpol PP Lumajang melakukan penutupan. Tepat pukul 11.00 para pedagang pasar mulai dibubarkan.

Kapolsek Lumajang Iptu Darmanto menjelaskan, penutupan pasar dilakukan sementara sampai waktu yang tidak ditentukan. Kebijakan tersebut terpaksa dikeluarkan karena warga masih nekat berkerumun dan berdesak-desakan. Padahal sebelumnya pemerintah sudah memberikan kelonggaran. Namun protap kesehatan tidak diterapkan.

“Saya persilakan untuk segera membubarkan diri, pulang ke rumah masing-masing sampai pasar hewan ini akan dibuka kembali. Sementara silakan pulang dengan tertib,” ujarnya saat memberikan arahan pada seluruh pedagang di pasar hewan kemarin.

Koordinator pasar Satuwi mengaku, penutupan pasar ini memang dilakukan tiba-tiba. Sebab, sebelumnya tidak ada instruksi dari Dinas Perdagangan Lumajang. Sedangkan penutupan ini dilakukan berdasarkan rapat koordinasi gugus tugas pencegahan korona.

“Tadi itu Bunda Indah kesini, mengimbau masyarakat dan pedagang pakai protokol Covid-19 untuk pakai masker. Namun sebaliknya, mereka malah menantang dan nyletuk tutup bu tutup bu, melawan,” ujarnya. Sehingga tak selang lama, penutupan akhirnya dikabulkan. Seluruh pedagang diminta meninggalkan pasar segera.

Untuk diketahui, pasar hewan memang terbagi dalam dua sesi setiap harinya. Untuk pukul 06.00 hingga 10.00 pasar dipenuhi pedagang-pedagang kambing. Sedangkan pukul 10.00 hingga 16.00 biasanya dipadati pedagang-pedagang sapi. “Nah tadi Wakil Bupati datangnya sekitar jam 09.00. Waktu di keramaian pedagang kambing” tambahnya.

Praktis, para pedagang sapi yang tidak tahu apa-apa sebelumnya langsung ketiban apes. Sebab, baru saja mereka mulai memasukkan dagangan sapi-sapi mereka ke pasar. Namun setelah itu diminta untuk membubarkan diri. (*)

Reporter : Atieqson Mar Iqbal

Fotografer : Atieqson Mar Iqbal

Editor : Hafid Asnan