alexametrics
25.2C
Jember
Tuesday, 9 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Keramik Rumah Memanas

Jika Dibongkar Khawatir Mengeluarkan Semburan Panas

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Warga Dusun Ledok, Desa/Kecamatan Pasirian, kemarin dikejutkan dengan fenomena langka pada salah satu rumah warga. Tiga keramik lantai teras rumah mengeluarkan panas yang tidak biasa. Bahkan, luasannya semakin menjalar ke beberapa petak keramik lainnya.

Kejadian itu diketahui sejak dua minggu lalu. Nenek-nenek yang tinggal dalam rumah tersebut merasakan panas ketika sedang duduk bersantai di teras depan. Namun, baru Sabtu (20/02), mengabarkan kejadian aneh tersebut ke pihak desa. Sampai sekarang belum ada respons lanjut.

Slamet Abidin, pemilik rumah, mengaku sangat khawatir dengan fenomena tersebut. Ketika baru diketahui, dia beranggapan beberapa keramik rumahnya yang mengeluarkan panas tersebut akibat terkena sinar matahari siang hari. Tetapi setelah depan rumahnya ditutupi atap, panasnya tidak hilang.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya tahunya kira-kira tanggal 7-an lah mungkin. Seminggu berikutnya, depan rumah saya kasih atap. Ternyata panasnya masih tetap, malah merembet ke sebelah-sebelahnya,” ucapnya.

Bahkan, dia juga pernah meminta tukang untuk membongkar keramik itu. Tetapi, tidak ada satu pun orang yang berani melakukan. Banyak yang khawatir jika dibongkar titik itu mengeluarkan semburan air panas atau sebagainya yang cukup menakutkan. “Awalnya satu, sekarang jadi tiga keramik,” katanya.

Menurutnya, dia membangun rumahnya sejak 14 tahun silam. Tanah yang digunakan tempat mendirikan rumah pun bukan bekas septic tank. Bahkan, setelah diamati secara detail, tidak ada korsleting listrik di sekitarnya. “Kami tinggal berlima, memang lumayan waspada kalau tidak tahu persis penyebabnya,” tambahnya.

Andi, salah satu tetangga, mengatakan, akhir pekan kemarin, Slamet berani melaporkan kejanggalan itu pada pihak desa. Sayangnya, dari desa tidak bisa berbuat banyak. Bahkan banyak yang menuduh kejadiannya kurang masuk akal. “Masak harus nunggu korban dulu, tidak diantisipasi sejak dini,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Warga Dusun Ledok, Desa/Kecamatan Pasirian, kemarin dikejutkan dengan fenomena langka pada salah satu rumah warga. Tiga keramik lantai teras rumah mengeluarkan panas yang tidak biasa. Bahkan, luasannya semakin menjalar ke beberapa petak keramik lainnya.

Kejadian itu diketahui sejak dua minggu lalu. Nenek-nenek yang tinggal dalam rumah tersebut merasakan panas ketika sedang duduk bersantai di teras depan. Namun, baru Sabtu (20/02), mengabarkan kejadian aneh tersebut ke pihak desa. Sampai sekarang belum ada respons lanjut.

Slamet Abidin, pemilik rumah, mengaku sangat khawatir dengan fenomena tersebut. Ketika baru diketahui, dia beranggapan beberapa keramik rumahnya yang mengeluarkan panas tersebut akibat terkena sinar matahari siang hari. Tetapi setelah depan rumahnya ditutupi atap, panasnya tidak hilang.

Mobile_AP_Half Page

“Saya tahunya kira-kira tanggal 7-an lah mungkin. Seminggu berikutnya, depan rumah saya kasih atap. Ternyata panasnya masih tetap, malah merembet ke sebelah-sebelahnya,” ucapnya.

Bahkan, dia juga pernah meminta tukang untuk membongkar keramik itu. Tetapi, tidak ada satu pun orang yang berani melakukan. Banyak yang khawatir jika dibongkar titik itu mengeluarkan semburan air panas atau sebagainya yang cukup menakutkan. “Awalnya satu, sekarang jadi tiga keramik,” katanya.

Menurutnya, dia membangun rumahnya sejak 14 tahun silam. Tanah yang digunakan tempat mendirikan rumah pun bukan bekas septic tank. Bahkan, setelah diamati secara detail, tidak ada korsleting listrik di sekitarnya. “Kami tinggal berlima, memang lumayan waspada kalau tidak tahu persis penyebabnya,” tambahnya.

Andi, salah satu tetangga, mengatakan, akhir pekan kemarin, Slamet berani melaporkan kejanggalan itu pada pihak desa. Sayangnya, dari desa tidak bisa berbuat banyak. Bahkan banyak yang menuduh kejadiannya kurang masuk akal. “Masak harus nunggu korban dulu, tidak diantisipasi sejak dini,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan

Desktop_AP_Leaderboard 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Warga Dusun Ledok, Desa/Kecamatan Pasirian, kemarin dikejutkan dengan fenomena langka pada salah satu rumah warga. Tiga keramik lantai teras rumah mengeluarkan panas yang tidak biasa. Bahkan, luasannya semakin menjalar ke beberapa petak keramik lainnya.

Kejadian itu diketahui sejak dua minggu lalu. Nenek-nenek yang tinggal dalam rumah tersebut merasakan panas ketika sedang duduk bersantai di teras depan. Namun, baru Sabtu (20/02), mengabarkan kejadian aneh tersebut ke pihak desa. Sampai sekarang belum ada respons lanjut.

Slamet Abidin, pemilik rumah, mengaku sangat khawatir dengan fenomena tersebut. Ketika baru diketahui, dia beranggapan beberapa keramik rumahnya yang mengeluarkan panas tersebut akibat terkena sinar matahari siang hari. Tetapi setelah depan rumahnya ditutupi atap, panasnya tidak hilang.

“Saya tahunya kira-kira tanggal 7-an lah mungkin. Seminggu berikutnya, depan rumah saya kasih atap. Ternyata panasnya masih tetap, malah merembet ke sebelah-sebelahnya,” ucapnya.

Bahkan, dia juga pernah meminta tukang untuk membongkar keramik itu. Tetapi, tidak ada satu pun orang yang berani melakukan. Banyak yang khawatir jika dibongkar titik itu mengeluarkan semburan air panas atau sebagainya yang cukup menakutkan. “Awalnya satu, sekarang jadi tiga keramik,” katanya.

Menurutnya, dia membangun rumahnya sejak 14 tahun silam. Tanah yang digunakan tempat mendirikan rumah pun bukan bekas septic tank. Bahkan, setelah diamati secara detail, tidak ada korsleting listrik di sekitarnya. “Kami tinggal berlima, memang lumayan waspada kalau tidak tahu persis penyebabnya,” tambahnya.

Andi, salah satu tetangga, mengatakan, akhir pekan kemarin, Slamet berani melaporkan kejanggalan itu pada pihak desa. Sayangnya, dari desa tidak bisa berbuat banyak. Bahkan banyak yang menuduh kejadiannya kurang masuk akal. “Masak harus nunggu korban dulu, tidak diantisipasi sejak dini,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2