alexametrics
25.2C
Jember
Tuesday, 9 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Double Track SMA Belum Efektif

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggulirkan program double track untuk mencetak lulusan SMA yang siap berwirausaha. Namun, program tersebut sampai sekarang belum berjalan maksimal di semua sekolah. Sehingga, sekolah cukup kesulitan menerapkan program tersebut.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Lumajang dan Jember Mahrus Syamsul menyatakan, double track merupakan program Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Tujuannya untuk mempersiapkan lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi agar memiliki kemampuan tambahan.

Sebab, sejauh ini yang memiliki kemampuan khusus dan pelatihan hanya lulusan SMK. Dengan adanya program tersebut, lulusan SMA juga memiliki peran yang sama. “Program penerapannya di sekolah dimasukkan pada jam tambahan atau ekstrakurikuler,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pemberian materi dan pelatihan tidak bisa diberikan secara daring. Otomatis, siswa dan guru harus saling berinteraksi dalam pemberian materi. Pemateri bisa dari guru langsung, namun juga ada yang mendatangkan dari luar. “Tentu tidak semua sekolah yang sudah menerapkan double track tersebut. Hanya sebagian,” ucapnya.

Penunjukan pelaksanaan program tersebut tentu ditunjuk langsung oleh Disdik Jatim. Namun, dalam pelaksanaannya banyak yang belum efektif. Sebab, masih banyak sekolah yang belum siap memberikan peningkatan skill tambahan kepada siswa agar siap bekerja setelah lulus. Selain itu, juga ada dalam pelaksanaan program yang belum maksimal sehingga siswa belum sepenuhnya percaya diri setelah lulus nanti.

 

 

Jurnalis : Ridho Abdullah Akbar
Fotografer : Ridho Abdullah Akbar
Redaktur : Hafid Asnan

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggulirkan program double track untuk mencetak lulusan SMA yang siap berwirausaha. Namun, program tersebut sampai sekarang belum berjalan maksimal di semua sekolah. Sehingga, sekolah cukup kesulitan menerapkan program tersebut.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Lumajang dan Jember Mahrus Syamsul menyatakan, double track merupakan program Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Tujuannya untuk mempersiapkan lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi agar memiliki kemampuan tambahan.

Sebab, sejauh ini yang memiliki kemampuan khusus dan pelatihan hanya lulusan SMK. Dengan adanya program tersebut, lulusan SMA juga memiliki peran yang sama. “Program penerapannya di sekolah dimasukkan pada jam tambahan atau ekstrakurikuler,” ucapnya.

Mobile_AP_Half Page

Pemberian materi dan pelatihan tidak bisa diberikan secara daring. Otomatis, siswa dan guru harus saling berinteraksi dalam pemberian materi. Pemateri bisa dari guru langsung, namun juga ada yang mendatangkan dari luar. “Tentu tidak semua sekolah yang sudah menerapkan double track tersebut. Hanya sebagian,” ucapnya.

Penunjukan pelaksanaan program tersebut tentu ditunjuk langsung oleh Disdik Jatim. Namun, dalam pelaksanaannya banyak yang belum efektif. Sebab, masih banyak sekolah yang belum siap memberikan peningkatan skill tambahan kepada siswa agar siap bekerja setelah lulus. Selain itu, juga ada dalam pelaksanaan program yang belum maksimal sehingga siswa belum sepenuhnya percaya diri setelah lulus nanti.

 

 

Jurnalis : Ridho Abdullah Akbar
Fotografer : Ridho Abdullah Akbar
Redaktur : Hafid Asnan

Desktop_AP_Leaderboard 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggulirkan program double track untuk mencetak lulusan SMA yang siap berwirausaha. Namun, program tersebut sampai sekarang belum berjalan maksimal di semua sekolah. Sehingga, sekolah cukup kesulitan menerapkan program tersebut.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Lumajang dan Jember Mahrus Syamsul menyatakan, double track merupakan program Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Tujuannya untuk mempersiapkan lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi agar memiliki kemampuan tambahan.

Sebab, sejauh ini yang memiliki kemampuan khusus dan pelatihan hanya lulusan SMK. Dengan adanya program tersebut, lulusan SMA juga memiliki peran yang sama. “Program penerapannya di sekolah dimasukkan pada jam tambahan atau ekstrakurikuler,” ucapnya.

Pemberian materi dan pelatihan tidak bisa diberikan secara daring. Otomatis, siswa dan guru harus saling berinteraksi dalam pemberian materi. Pemateri bisa dari guru langsung, namun juga ada yang mendatangkan dari luar. “Tentu tidak semua sekolah yang sudah menerapkan double track tersebut. Hanya sebagian,” ucapnya.

Penunjukan pelaksanaan program tersebut tentu ditunjuk langsung oleh Disdik Jatim. Namun, dalam pelaksanaannya banyak yang belum efektif. Sebab, masih banyak sekolah yang belum siap memberikan peningkatan skill tambahan kepada siswa agar siap bekerja setelah lulus. Selain itu, juga ada dalam pelaksanaan program yang belum maksimal sehingga siswa belum sepenuhnya percaya diri setelah lulus nanti.

 

 

Jurnalis : Ridho Abdullah Akbar
Fotografer : Ridho Abdullah Akbar
Redaktur : Hafid Asnan

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2