PAD Tera Ulang Kurang Rp 20 Juta

Akhir Tahun Dioptimalkan supaya Tembus Target

BARU: SPBU di Kelurahan Jogotrunan, Kabupaten Lumajang, telah dinyatakan selesai ditera pada awal tahun 2020. 

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Dari semua lumbung pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Lumajang, tera ulang dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Legal Dinas Perdagangan (Dindag) Lumajang tergolong tidak sedikit. Sisa dalam sebulan terakhir ini hanya kurang Rp 20 juta. Selebihnya akan dioptimalkan sampai akhir tahun hingga menembus target.

Meski dalam suasana pandemi, penarikan terhadap komisi tera ulang ternyata tidak terpengaruh. Dinta Mahardin, Kasi Pengawasan, menyatakan, tera ulang pada semua SPBU dalam proses penyelesaian. Semua SPBU sudah membayar tera ulang. “Pembayaran tera ulang yang di Lumajang telah mencapai Rp 120 juta, sedangkan target PAD sekitar Rp 140 juta,” ucapnya.

Secara keseluruhan, ada 17 SPBU dan 2 AKR di Kabupaten Lumajang. Setiap pembayaran tera ulang selalu berbeda-beda. Khusus bagi SPBU yang mau beroperasi, awal proses administrasinya harus membayar tera ulang. Salah satu contohnya seperti SPBU yang berada di Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang Kota. “Mereka sudah melakukan tera ulang pada awal tahun ini, karena operasinya adalah sejak beberapa bulan yang lalu,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, sulit bagi SPBU melakukan kecurangan terkait permasalahan tera ulang. Sebab, pada 2020 sudah dilakukan audit dua sisi. Dari pemerintah daerah ingin melakukan tera ulang dan dari sisi Pertamina juga melakukan audit. Karenanya, kesempatan untuk melakukan kecurangan atau tidak membayar pajak tera ulang, menurutnya, sangat sulit.

Dinta, sapaannya, mengungkapkan, dalam pembayaran tera ulang, per selang atau per nozzle dikenai harga Rp 200 ribu. Angka tersebut sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2017.

Pada tahun ini, semua SPBU sudah berjalan sesuai  target. Sebab, setelah dikalkulasi, hampir 80 persen lebih sudah membayar tera ulang. Meski dalam hitungannya masih tersisa satu bulan lebih untuk proses pembayaran.

Terkait peralihan bahan bakar premium ke pertalite, kemarin, pihaknya langsung diminta persetujuan oleh setiap SPBU di Kabupaten Lumajang untuk diminta tera ulang. “Diprediksi  dari target PAD tahun ini, dari sektor tera ulang kemungkinan besar akan terpenuhi,” ungkap Sabar, Kepala Bidang (Kabid) Metrologi Lumajang.

Editor: Hafid Asnan
Reporter: Ridho Abdullah Akbar
Fotografer: Ridho Abdullah Akbar