Pura MGSA Berpotensi Tutup

Rutin Lakukan Penyemprotan Disinfektan Sebelum Nyepi 

ANTISIPASI: Sejumlah relawan dari PHDI, MUKI, dan TNI-Polri ketika melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Pura Mandara Giri Semeru Agung, kemarin. Langkah ini dilakukan sebelum perayaan Hari Raya Nyepi pada 25 Maret mendatang sebagai antisipasi penyebaran virus korona. 

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Setiap Hari Raya Nyepi, Pura Mandara Giri Semeru Agung selalu mendapat kunjungan dari luar daerah. Utamanya dari Bali. Namun, pandemi korona yang meluas berpotensi menutup kunjungan. Sebagai langkah pencegahan, kemarin dilakukan penyemprotan sebelum perayaan Nyepi pada 25 Maret mendatang.

IKLAN

Penyemprotan disinfektan kemarin dilakukan di seluruh kawasan pura. Adanya penyemprotan karena akan melaksanakan Hari Raya Umat Hindu, yakni Nyepi, pekan depan. Pencegahan bersama dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat.

“Koordinasi saat ini dilakukan oleh beberapa komunitas, diikuti oleh anggota TNI Batalyon 527 dan pihak Polsek Senduro,” ucap Edy Sumianta Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lumajang.

Menurutnya, sudah saatnya masyarakat dan pejabat publik untuk sama-sama peduli dengan mewabahnya kasus virus korona. Meski penyemprotan sudah dilaksanakan beberapa kali. Penyemprotan yang dilaksanakan pada kemarin (20/3) sangat diterima dengan baik. Karena tempat ibadah merupakan tempat suci yang bagi siapa pun diperbolehkan membersihkan dan merawatnya.

Dia juga mengungkapkan, kepedulian masyarakat bertambah karena pada hari ke depan, umat Hindu melakukan hari raya. Menurutnya, Hari Raya Nyepi mengalami perbedaan. “Ketika Hari Raya Nyepi tahun kemarin cukup banyak pengunjung dari luar daerah terutama dari Pulau Bali. Tetapi jika kondisinya seperti ini, kemungkinan tidak akan ada,” tuturnya.

Beberapa perayaan seperti Melasti yang dilakukan di Watu Pecak Kecamatan Tempursari, saat ini, dilakukan sumber mata  air daerah masing-masing.

Ceti Lukar Ketua Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Kabupaten Lumajang menyatakan, penyemprotan yang dilakukan demi tegaknya sosial dan kerukunan antarumat beragama. “Penyemprotan dilakukan di beberapa tempat, terutama fasilitas umum yang sering dijadikan tempat berkumpul,” ucapnya.

Dia juga mengungkapkan koordinasi dilakukan sejak jam 07.00. Cairan disinfektan didapat dengan membeli di pasar tradisional Kecamatan Randuagung. “Namun, ada sebagian dari teman-teman yang membuat sendiri, tapi saya membeli di toko,” pungkasnya.

 

Reporter : Ridho Abdullah Akbar

Fotografer : Ridho Abdullah Akbar

Editor : Hafid Asnan