Pembuatan Ogoh-Ogoh Dihentikan

Perayaan Nyepi Bakal Dilakukan secara Sederhana 

DIHENTIKAN: Salah satu rangkaian Nyepi berpotensi ditiadakan. Sebab, menghindari kerumunan massa. Arak-arakan ogoh-ogoh juga tidak dilaksanakan dan dihentikan pembuatannya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Pencegahan korona tidak hanya berimbas pada sektor pariwisata maupun pusat-pusat perbelanjaan. Sektor keagamaan pun akhirnya terimbas. Seperti serangkaian perayaan Nyepi pada 25 Maret nanti. Sampai pembuatan ogoh-ogoh terpaksa diberhentikan.

IKLAN

Sesuai keputusan pusat, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Lumajang bakal menggelar Nyepi secara sederhana. Bahkan, perayaan Dharma Santi yang rencananya di gelar pada 11 April nanti juga bakal ditiadakan. Sebab, antisipasi pencegahan virus tersebut belum bisa diprediksi kapan selesainya.

Ketua PHDI Lumajang Edy Sumianta mengatakan, perayaan Nyepi tahun ini tidak seperti tahun sebelum-sebelumnya. Beberapa rangkaian perayaan bakal digelar secara sederhana, bahkan ada salah satu rangkaian yang terpaksa ditiadakan. “Dharma Santi misalnya, menghindari kerumunan massa. Keputusan dari pusat juga menegaskan hal itu,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, pencegahan tersebut tidak hanya berdampak pada itu saja. Bahkan, upacara Melasti yang rencananya di gelar pada Minggu nanti bakal di selenggarakan di tempat masing-masing. “Biasanya di Watu Pecak kita pindah ke desa-desa yang ada mata air,” tambahnya.

Termasuk arak-arakan ogoh-ogoh yang biasanya digelar sebelum perayaan Nyepi pun terpaksa diselenggarakan sederhana. Bahkan, ada beberapa desa yang memutuskan dilaksanakan tahun depan. “Macam-macam, ada yang sorenya langsung dibakar. Kalau di pura ini distop. Itu buktinya tidak diselesaikan,” pungkasnya.

Reporter : Atieqson Mar Iqbal

Fotografer : Atieqson Mar Iqbal

Editor : Hafid Asnan