Merdeka dari Belenggu Kebodohan

UPACARA : Bupati Thoriqul Haq dan Wabup Ir Hj Indah Amperawati dalam upacara peringatan kemerdekaan di alun-alun.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID –  Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indo-nesia merupakan momen bersejarah bagi seluruh masyarakat Indonesia. Termasuk bagi masyarakat Lumajang.

IKLAN

Betapa tidak, hakikat makna kemerdekaan selalu dimaknai dengan perjuangan menuju kebebasan. Saat ini, kemerdekaan selayaknya dimaknai dengan perjuangan melawan belenggu kebodohan.

Melepas cengkraman kebodohan menuju SDM yang unggul de-ngan menghadirkan pendidikan yang berkualitas.Puncak acara kemeriahan kemerdekaan adalah dengan membaca teks proklamasi di Alun-Alun Lumajang.

Teks proklamasi yang dibacakan dengan tegas oleh Agus Wicaksono, Ketua DPRD Lumajang. Menjadikan kalimat sakral tersebut kembali terdengar di puncak perayaan hari kemerdekaan.Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati menjelaskan, kemerdekaan saat ini diartikan sebagai bentuk terbebasnya masyarakat dari belenggu-belenggu kebodohan untuk mewujudkan SDM yang unggul.

Pemerintah akan hadir untuk memberikan pendidikan yang berkualitas. “Dulu kita berjuang melawan penjajah, sekarang kita berjuang melawan kebodohan, radikal, dan kejahatan,” tambahnya.

Kualitas SDM yang unggul diharapkan betul-betul terjadi di masyarakat. Untuk itu, pemerintah berharap agar selalu memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Khususnya di sektor pendidikan. “Merdeka yang sesungguhnya adalah lepas dari kebodohan,” pungkasnya.

Reporter : mg2

Fotografer : mg2

Editor : Hafid Asnan