Pembalakan Liar Penyebab Longsor Tebing Piket Nol

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Gundulnya lahan hutan di atas tebing Piket Nol di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, disinyalir menjadi penyebab utama longsor. Kawasan hutan yang semestinya terlindungi, kini sebagian besar dialih fungsikan untuk lahan pertanian.

IKLAN

Kepala Perhutani Lumajang, Yus Yaser Arafat, mengakui kondisi itu. Bahwa diatas tebing yang berada diatas kawasan piket nol banyak perubahan. Ada sejumlah area yang menjadi lahan pertanian.

Diapun menyesalkan atas ulah dari sebagian orang yang membabat kawasan hutan dengan seenaknya hanya demi kepentingan pribadi. “Kondisinya ditanami untuk lahan pertanian. Ada yang ditanami sengon dan dan tanaman palawija,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya siang kemarin.

Ironisnya, berbagai jenis tanaman keras yang sudah dimaksimalkan oleh Perhutani untuk reboisasi hutan seringkali mengalami kendala. Pasalnya, umur tanaman pohon keras yang ditanam seakan tidak berwujud akibat pembabatan hutan untuk pengalih fungsian lahan. “Kita sudah sering lakukan penanaman untuk reboisasi. Tidak sampai berumur panjang, yang kita tanam tidak ada,” sambungnya.

Melihat fakta ini, pantas saja kalau bencana longsor di Piket Nol seakan menjadi langganan. Rata-rata tiga bulan sekali terjadi longsoran di berbagai titik yang berpindah-pindah. Sampai-sampai memutus jalan nasional.

Namun, pihaknya keberatan jika semua bencana yang terjadi semuanya harus dilimpahkan kepada Perhutani. Dia mengklaim, pihak Perhutani sudah semaksimal mungkin berupaya melestarikan kawasan hutan lindung tersebut.

“Jangan seolah-olah semua ini dilimpahkan ke Perhutani. Semua elemen baik itu seperti dari pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Desa, masyarakat dan semuanya harus sefaham untuk menyelesaikan permasalahan ini,” jelasnya.

Tragisnya, permasalahan klasik ini seakan tidak pernah menemui jalan terang. Dimana pihak-pihak yang sengaja melakukan pembabatan liar di kawasan hutan sedikit sekali yang tersentuh persoalan hukum.

Catatan Jawa Pos Radar Semeru, mereka seakan seperti kebal hukum dan bebas melakukan ilegal logging. “Iya, kita sudah tindak mereka yang telah melakukan pengrusakan hutan. Berulang kali bahkan. Maka dari itu, semua pihak harus berkolaborasi,” pungkasnya.

Reporter : Ahmad Jafin

Fotografer : Ahmad Jafin

Editor : Hafid Asnan