Dokumennya Palsu, 16 Jamaah Haji Tidak Jadi Berangkat

BERI PENJELASAN: Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Lumajang, Muhammad, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/7)

LUMAJANG RADARJEMBER.ID -16 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Lumajang batal berangkat. Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Lumajang mengurungkan keberangkatan mereka setelah tahu bahwa sebagian dokumen persyaratan milik mereka bodong alias palsu.

IKLAN

Dokumen yang dimaksud adalah fotokopi surat nikah, kartu, keluarga, dan beberapa fotokopi dokumen yang sudah dilegalisir. Kepala Kemenag Lumajang, Muhammad menuturkan, terungkapnya dokumen palsu itu setelah pihaknya mendapat laporan dari warga. “Ada yang komplain, ada dua tetangganya yang daftar di tahun yang sama, namun ada yang berangkat sekarang, dan ada yang belum berangkat,” ucapnya.

Atas laporan itu, kata Muhammad, Kemenag Lumajang memanggil KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) yang menaungi oknum calon jamaah haji yang dimaksud. Kebetulan, calon jamaah haji tersebut berasal dari KBIH Al Haramain. Kemenag meminta pihak KBIH Al Haramain menunjukkan berkas asli dari para calon jamaah hajinya.

Kepada Kemenag, pihak Al Haramain minta waktu sehari untuk menunjukkan dokumen asli tersebut. Namun, di hari yang dijanjikan, mereka belum memberi kabar.”Kami memutuskan untuk mengkorfirmasi lewat telepon. Setelah itu mereka datang untuk kedua kalinya. Dan ternyata, pihak Al Haramain tidak sanggup menunjukkan berkas asli yang diminta,” papar Muhammad.

Atas kejadian itu, pihaknya melakukan verifikasi ulang terhadap dokumen calon jamaah haji yang masuk bimbingan Al Haramain. Dan ternyata, ada 16 calon jamaah haji dari KBIH tersebut yang dokumennya dipalsukan.

Menurut Muhammad, pihak Al Haramain memalsu dokumen-dokumen tersebut lantaran calon jamaah haji minta tolong kepada mereka agar masa tunggu keberangkatannya dipercepat. Lantas, pihak KBIH mengakalinya dengan cara menyisipkan nama-nama tersebut ke dalam identitas kependudukan calon jamaah haji tunggal yang masuk katerogri gabungan, yang memang bisa dipercepat.

Adapun yang dimaksud kategori gabungan, terang Muhammad, adalah calon jamaah haji lansia, suami atau istri yang tidak berangkat dengan pasangannya, serta pendamping haji.”Jadi fotokopi surat nikah dan KK mereka dirubah, seolah-olah menjadi anggota keluarga dari tiga kateri tersebut. Sehingga bisa dipercepat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Khawas Auskarni
Fotografer: Khawas Auskarni
Redaktur: Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :