Pejabat Pemkab Diminta Tidak Suuzan Jika Sewaktu-waktu Dipindah Tugas

Khawas Auskarni/RAME TUNGGU PELANTIKAN: Calon Wakil Bupati Lumajang terpilih, Indah Amperawati, saat ditemui di rumahnya, Selasa (10/7)

LUMAJANG – Awal pemerintahan baru Lumajang beberapa bulan nanti tampaknya akan diwarnai oleh perubahan posisi sejumlah kursi jabatan birokrasi. Hal itu dikemukakan saat Jawa Pos Radar Jember berkunjung ke kediaman calon Wakil Bupati Lumajang pemenang pilkada, Indah Amperawati, baru-baru ini.

IKLAN

Indah mengaku, ia memikirkan untuk melakukan reformasi birokrasi usai dirinya dilantik September nanti. Selama 100 hari pertama dirinya bersama Thoriqul Haq akan fokus membenahi birokrasi Lumajang.

Dia mengatakan, kepemimpinannya di Lumajang hanya akan memakai pejabat-pejabat yang punya rekam jejak bagus. Selain itu, mampu melakukan fungsi dan tugasnya dengan profesional.

Indah berharap, para birokrat di lingkungan Pemkab Lumajang nantinya tidak berpikir macam-macam ketika Thoriqul Haq dan dirinnya melakukan reposisi jabatan. Sebab, kata dia, reposisi tersebut dilakukan berdasarkan asas profesionalitas, dan bukan karena alasan politis. “Bukan karena politis, atau sakit hati karena saya tidak didukung. Tapi lebih karena pertimbangan profesional,” terangnya.

Awal Februari lalu, beberapa saat masa kampanye pilkada, berlangsung mutasi besar-besaran di lingkungan Pembak Lumajang. Ada lebih 500 posisi struktural yang dirombak. Di antaranya ada sejumlah pejabat yang tak sesuai tupoksinya (bukan bidangnya).

Kendati demikian, UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, mengatur gubernur, bupati, dan wali kota terpilih tidak diperbolehkan melakukan mutasi hingga enam bulan pertama pasca dilantik. Untuk itu, langkah pembenahan birokrasi yang akan dilakukannya diawali dengan perbaikan karakter para pejabat. “Reformasi birokrasi itu tidak hanya dilakukan dengan mutasi saja,” ucapnya.

Secara rutin pihaknya akan keliling ke SKPD-SKPD, kecamatan-kecamatan, dan ke tempat-tempat pelayanan masyarakat. Baik pusat layanan kesehatan, pendidikan, maupun administrasi kependudukan. “Saya akan mengubah mental aparatur menjadi mental yang benar-benar pelayan rakyat,” tandasnya. (was/c2/sh)

Reporter :

Fotografer :

Editor :