Temukan 8 Kasus Ketenagakerjaan

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Kasus buruh di Lumajang bukannya tidak ada. Kalaupun ada, gejolaknya mudah diredam. Belakangan, Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lumajang membeber ada temuan 8 kasus pada perusahaan yang berbeda.

IKLAN

Memang, ada karyawan yang membangkang. Tetapi, ada pula perusahaan yang melakukan cara-cara yang kurang baik. Contohnya seperti penjaminan ijazah. Hal tersebut menjadi strategi perusahaan untuk mengeksploitasi tenaga kerja. Supaya lebih patuh dengan perusahaan.

Hal tersebut belakangan ini sangat marak di sejumlah perusahaan. Dilakukan tanpa peduli hak karyawan menjalani kehidupannya yang lain. “Perusahaan keuangan yang sering menahan ijazah,” ucap Betty Triana, Kasi Syaker dan Jamsostek.

Dia juga menjelaskan bahwa pekerja yang melapor padanya tidak hanya berkaitan tentang penahanan ijazah. Juga ada yang berkaitan dengan kasus lain. Dia menyebutkan, permasalahan itu karena pihak perusahaan tidak mau pekerjanya memberi waktu luang yang panjang.

Mereka dituntut untuk bekerja semaksimal mungkin. “Sejauh ini ada 8 kasus dari 8 perusahaan dengan jumlah pekerja 75 orang,” ucap Betty.

Dia juga menuturkan bahwa kesejahteraan pekerja adalah kewajiban perusahaan. Perusa-haan wajib menanggung segala kerugian yang dialami pekerja. Penahanan ijazah, baik di dalam maupun di luar daerah semacam ini, menurut dia, sering terjadi.

Sebab, pekerja merasa dikunci dari luar tanpa boleh ada ruang gerak. Ada juga perkara gaji di bawah UMK. Betty menjelaskan, kasus penahanan ijazah ini secara hukum memang belum ada aturan yang jelas. Aturan yang sangat penting adalah tentang perjanjian kerja yang harus jeli sebelum tekan kontrak dengan pihak perusahaan.

Jika tekan kontrak tersebut sewaktu-waktu dilanggar, maka pihak perusa-haan bisa melakukan tindakan semaunya. Hal tersebut sebenar-nya sangat tidak berpihak pada buruh atau pekerja. Sebab, menyangkut hak asasi manusia (HAM).

Reporter : mg3

Fotografer : mg3

Editor : Hafid Asnan