KONI Lumajang Bidik 10 Besar Porprov Jatim

IKA ANGGRAENI / RAME OPTIMISTIS: Para pengurus KONI Lumajang dalam acara rapat anggota di Pendapa Lumajang, kemarin. Mereka optimistis Porprov mendatang masuk urutan 10 besar.

LUMAJANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lumajang kemarin menggelar acara tahunan. Yakni rapat anggota. Banyak hal yang dibahas, mulai dari laporan masing-masing cabor dan laporan kegiatan KONI selama setahun. Kepengurusan KONI yang memiliki banyak inovasi dan terobosan, kali ini benar-benar jitu dalam mencarikan solusi masa depan atlet. Termasuk pada keberadaan cabor baru yang sudah mulai digarap.

IKLAN

Acara rapat anggota digelar di Pendapa Lumajang sejak pukul 08.00. Dihadiri seluruh pengurus KONI Lumajang yang dipimpin H Ngateman SH, semua cabor, dan perwakilan Forkopimda.

Dalam Sambutannya, Ngateman SH mengatakan, KONI telah menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Tanpa ada kendala berarti. Urusan penggunaan dana hibah, KONI juga telah mengembalikan dana dari Pemkab Lumajang. “Sekitar Rp 433 juta dikembalikan ke kas daerah. Saya lebih suka ada dana yang turah dari pada memaksakan mengadakan kegiatan-kegiatan tetapi amburadul,” katanya.

Ngateman juga mengungkapkan adanya dua cabor baru yang bergabung. Yakni bergabungnya Federasi  Olahraga Pentanque Indonesia (FOPI) dan PB Jujitsu Indonesia (PBJI) yang menjadi anggota KONI. Ada di urutan 28 dan 29. Dia berharap, cabor yang baru itu semangatnya terus ditingkatkan. Supaya prestasinya bisa mengimbangi ataupun melampaui cabor-cabor lama.

Ketika diwawancarai, dia juga menyinggung persiapan Porprov. Menurut dia, persiapan sudah berjalan baik. Mulai SDM, finansial, dan sarpras. “Jujur kalau saya mikir sendiri tidak mungkin. Jadi, bagaimana pemkab memfasilitasi sarpras untuk mendukung,” jelasnya.

KONI tetap berkomitmen untuk mengantarkan anak-anak Lumajang menjadi anak-anak yang berprestasi. Begitu juga peran pemerintah yang punya fasilitas dan sarpras. “Target kita sepakat 10 besar. Kalau kerja keras insyaallah bisa masuk urutan 6, 7, dan 8. Tetapi kembali lagi. Penting kita sudah ikhtiar, hasil akhir Gusti Allah yang akan menentukan,” tambahnya.

Dia juga mengungkapkan cara agar atlet tidak lari ke luar daerah. “Kita sudah lakukan pendekatan termasuk wali atlet, kita undang, buat MoU dengan wali atlet supaya tidak pindah,” jelasnya. Termasuk kerja sama dengan dispenduk. Sebab, syarat untuk mengikuti gelaran seperti Porprov adalah KTP.

Pada Porprov Jawa Timur nanti, harapan utama tetap pada cabor Taekwondo. Minimal bisa mempertahankan enam medali emas. Itu terus jadi atensi yang diikuti dengan atlet dari cabor-cabor lainnya yang juga tetap diperhatikan.

Persoalan atlet pindah daerah, kendalanya adalah semangat patriotnya lemah. Kebanggaannya mana kala membela daerahnya tidak maksimal. Makanya kalau tidak berpikir patriot, berpikirnya finansial.  “Ditawari es lilin saja tergiur. Lalu mau. Itu bahaya,” jelasnya. Makanya, reward berupa fresh money juga akan diberikan. (kl/fid/c2/aro)

Reporter :

Fotografer :

Editor :