Mulai Gencar Produksi Pisang

Mulai Gencar Produksi Pisang

WONOREJO, Radar Semeru – Pisang sebagai buah-buahn khas dan menjadi ikon Lumajang, belakangan ini produksinya mulai menyusut. Banyak yang dialihkan pada tanaman lain seperti sengon. Namun, pemerintah mulai menggencarkan kembali pisang tersebut.
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq belum lama ini menegaskan, salah satu keseriusannya mulai ditunjukkan. “Ada beberapa anak muda yang kita fasilitasi untuk menanam pisang di kawasan Pasrujambe,” katanya.
Jumlahnya tidak sedikit. Luasannya mencapai puluhan hektare. Tujuannya tak lain adalah ingin memproduksi pisang secara maksimal. Supaya tidak tergerus oleh tanaman lain. Sebab, belakangan ini lahan produksinya banyak dialihfungsikan untuk kebun sengon.
Banyaknya masyarakat yang membudidaya dan memproduksi pisang menjadikannya sebagai ikon kota itu sendiri. Pisang Agung Semeru dan Pisang Mas Kirana merupakan pisang yang sangat khas di Lumajang.
Donny Ananto Kepala Bidang Hortokurtural mengatakan buah khas Lumajang tidak hanya dikenal di dalam negeri. Dia ingin pisang juga dikenal di luar negeri. Apabila sudah terkenal dan di perjual belikan di manca negaram, nantinya dapat mensejahterakan pendapatan dari petani itu sendiri.
“Kami sebagai pemerintah daerah dan bapak bupati menginginkan pisang khas Lumajang ini dapat dikenal tidak hanya nasional saja melainkan dapat dikenal sampai internasional. Karena kalau sudah dapat dikenal sampai keluar, otomatis pendapatan petani dapat meningkat,” ujarnya.
Selain itu, Donny mengatakan, untuk dapat mewujudkan keinginan tersebut Dinas Pertanian Lumajang sudah melakukan promosikan. Sekaligus memberi sosialisasi kepada petani.
Dirinya brharap, petani dapat bergabung dengan kelompok tani di daerahnya masing-masing. Di dalam kelompok tersebut setiap petani mendapatkan ilmu sekaligus pendampingan dari setiap kelompok. Tujuannya, agar buah yang dihasilkan dapat memenuhi standar untuk dapat dijual ke luar negeri.
“Dinas Pertanian Lumajang sudah melakukan promosi dalam even tertentu, selain itu kita membentuk kelompok tani yang di dalamnya petani mendapatkan ilmu tentang pertanian, dan saya berharap petani yang belum bergabung dapat bergabung dalam kelompok tersebut,” pungkasnya. (mg5/fid)

IKLAN

 

Wartawan : M.Muzammil Nurul Arifin
Fotografer : M.Muzammil Nurul Arifin
Redaktur : Hafid Asnan

Reporter :

Fotografer :

Editor :