alexametrics
24.4C
Jember
Tuesday, 19 January 2021
Mobile_AP_Top Banner

Lumajang Berpeluang Terapkan PPKM

Lihat Perkembangan Kasus Korona dan Keputusan Gubernur

Desktop_AP_Leaderboard
Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Peningkatan kasus korona di Lumajang masih naik turun. Memang, saat ini belum menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Tetapi jika kondisinya makin memburuk, pembatasan tersebut bakal dilakukan. Tinggal menunggu keputusan dari Gubernur.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang Agus Triyono mengatakan, PPKM tersebut sesuai dalam Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Timur Nomor 7 Tahun 2021. Kewenangan penuh ada di tangan gubernur. “Lumajang sekarang lebih pada penegakan protokol kesehatan (prokes) dan peraturan bupati terkait kegiatan kemasyarakatan yang sudah ada,” ucapnya.

Dia juga menyatakan, Kabupaten Lumajang memang sering masuk dalam zona merah. Bahkan, belum sebulan lalu zona merah berakhir. Namun, belum memberlakukan PPKM. Jika sewaktu-waktu surat keputusan gubernur turun, mau tidak mau akan ada penerapan PPKM.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, peluang Lumajang menerapkannya cukup besar. Jika dalam seminggu ke depan penambahan kasus membeludak, maka surat gubernur akan turun. Sebab, pandemi korona sifatnya sangat dinamis. Sehingga, pemerintah daerah dan masyarakat harus bersama-sama untuk mencegah penambahan kasus baru.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang Indra Wibowo Leksana mengatakan, kondisi Lumajang memang cukup krisis dalam jumlah penambahan kasus. Sehingga instruksi Bupati Lumajang Thoriqul Haq adalah menggerakkan semua OPD untuk melakukan penegakan prokes.

Dia menegaskan, penegakan protokol kesehatan akan gencar dalam dua hari ke depan. Hampir semua elemen forkopimda mulai bergerak. Sebab, surat perintah bisa turun sewaktu-waktu. “Jika surat dari gubernur turun, maka bupati akan segera bikin surat perintah. Dan kita akan melaksanakan pada sarang penyebaran virus,” tandasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Peningkatan kasus korona di Lumajang masih naik turun. Memang, saat ini belum menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Tetapi jika kondisinya makin memburuk, pembatasan tersebut bakal dilakukan. Tinggal menunggu keputusan dari Gubernur.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang Agus Triyono mengatakan, PPKM tersebut sesuai dalam Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Timur Nomor 7 Tahun 2021. Kewenangan penuh ada di tangan gubernur. “Lumajang sekarang lebih pada penegakan protokol kesehatan (prokes) dan peraturan bupati terkait kegiatan kemasyarakatan yang sudah ada,” ucapnya.

Dia juga menyatakan, Kabupaten Lumajang memang sering masuk dalam zona merah. Bahkan, belum sebulan lalu zona merah berakhir. Namun, belum memberlakukan PPKM. Jika sewaktu-waktu surat keputusan gubernur turun, mau tidak mau akan ada penerapan PPKM.

Menurutnya, peluang Lumajang menerapkannya cukup besar. Jika dalam seminggu ke depan penambahan kasus membeludak, maka surat gubernur akan turun. Sebab, pandemi korona sifatnya sangat dinamis. Sehingga, pemerintah daerah dan masyarakat harus bersama-sama untuk mencegah penambahan kasus baru.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang Indra Wibowo Leksana mengatakan, kondisi Lumajang memang cukup krisis dalam jumlah penambahan kasus. Sehingga instruksi Bupati Lumajang Thoriqul Haq adalah menggerakkan semua OPD untuk melakukan penegakan prokes.

Dia menegaskan, penegakan protokol kesehatan akan gencar dalam dua hari ke depan. Hampir semua elemen forkopimda mulai bergerak. Sebab, surat perintah bisa turun sewaktu-waktu. “Jika surat dari gubernur turun, maka bupati akan segera bikin surat perintah. Dan kita akan melaksanakan pada sarang penyebaran virus,” tandasnya.

Mobile_AP_Half Page
Desktop_AP_Half Page

Berita Terbaru

Desktop_AP_Rectangle 1

Wajib Dibaca