alexametrics
20.3C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Temukan Buku Ajakan Radikalisme

Saat Penggeledahan Lapas Kelas IIB Lumajang

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Menjelang Ramadan, sejumlah tim petugas gabungan melakukan penggeledahan pada seluruh blok kamar tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lumajang. Tak disangka, dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan sebuah buku yang erat dengan radikalisme.

Sekitar pukul 20.00, Badan Narkotika Nasional (BNN) Lumajang bersama Polres Lumajang dan petugas internal lapas melakukan penggeledahan pada 5 blok kamar. Dalam penggeledahan itu, petugas tidak menemukan okerbaya, hanya beberapa barang-barang yang dianggap cukup membahayakan.

Kalapas Kelas IIB Lumajang Agus Wahono mengatakan, beberapa kali pihaknya melakukan razia secara internal untuk mendeteksi potensi-potensi yang dapat mengganggu stabilitas keamanan. Namun, kali ini penggeledahan yang dilakukan lintas lembaga benar-benar mengamankan barang yang mencurigakan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sasarannya sebetulnya memang narkotika dan handphone. Karena kami anggap handphone itu menjadi salah satu sumber masalah. Di beberapa wilayah, alat komunikasi genggam itu bisa mengendalikan peredaran narkoba dan lainnya. Itu yang kami antisipasi. Makanya, kami adakan secara gabungan,” jelasnya.

Dalam penggeledahan itu, petugas hanya menemukan puluhan korek api, sumpit, karet, kartu remi, botol minyak wangi, dan penggaris besi. Termasuk salah satu buku milik tahanan teroris yang isinya erat dengan paham radikalisme. Tahanan yang berinisial D itu telah menetap di Lumajang selama tiga tahun.

Menurut Agus, tahanan tersebut semakin sadar dan mengakui NKRI. Sebab, kondisinya terlihat semakin membaik dan mau berkomunikasi dengan tahanan lainnya. “Kalau pengalaman saya, teroris itu ya tidak mau salat. Tapi alhamdulillah kalau yang ini mulai lunak dan mau mendeklarasikan diri NKRI,” pungkasnya.

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal
Editor: Hafid Asnan

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Menjelang Ramadan, sejumlah tim petugas gabungan melakukan penggeledahan pada seluruh blok kamar tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lumajang. Tak disangka, dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan sebuah buku yang erat dengan radikalisme.

Sekitar pukul 20.00, Badan Narkotika Nasional (BNN) Lumajang bersama Polres Lumajang dan petugas internal lapas melakukan penggeledahan pada 5 blok kamar. Dalam penggeledahan itu, petugas tidak menemukan okerbaya, hanya beberapa barang-barang yang dianggap cukup membahayakan.

Kalapas Kelas IIB Lumajang Agus Wahono mengatakan, beberapa kali pihaknya melakukan razia secara internal untuk mendeteksi potensi-potensi yang dapat mengganggu stabilitas keamanan. Namun, kali ini penggeledahan yang dilakukan lintas lembaga benar-benar mengamankan barang yang mencurigakan.

Mobile_AP_Half Page

“Sasarannya sebetulnya memang narkotika dan handphone. Karena kami anggap handphone itu menjadi salah satu sumber masalah. Di beberapa wilayah, alat komunikasi genggam itu bisa mengendalikan peredaran narkoba dan lainnya. Itu yang kami antisipasi. Makanya, kami adakan secara gabungan,” jelasnya.

Dalam penggeledahan itu, petugas hanya menemukan puluhan korek api, sumpit, karet, kartu remi, botol minyak wangi, dan penggaris besi. Termasuk salah satu buku milik tahanan teroris yang isinya erat dengan paham radikalisme. Tahanan yang berinisial D itu telah menetap di Lumajang selama tiga tahun.

Menurut Agus, tahanan tersebut semakin sadar dan mengakui NKRI. Sebab, kondisinya terlihat semakin membaik dan mau berkomunikasi dengan tahanan lainnya. “Kalau pengalaman saya, teroris itu ya tidak mau salat. Tapi alhamdulillah kalau yang ini mulai lunak dan mau mendeklarasikan diri NKRI,” pungkasnya.

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal
Editor: Hafid Asnan

Desktop_AP_Leaderboard 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Menjelang Ramadan, sejumlah tim petugas gabungan melakukan penggeledahan pada seluruh blok kamar tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lumajang. Tak disangka, dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan sebuah buku yang erat dengan radikalisme.

Sekitar pukul 20.00, Badan Narkotika Nasional (BNN) Lumajang bersama Polres Lumajang dan petugas internal lapas melakukan penggeledahan pada 5 blok kamar. Dalam penggeledahan itu, petugas tidak menemukan okerbaya, hanya beberapa barang-barang yang dianggap cukup membahayakan.

Kalapas Kelas IIB Lumajang Agus Wahono mengatakan, beberapa kali pihaknya melakukan razia secara internal untuk mendeteksi potensi-potensi yang dapat mengganggu stabilitas keamanan. Namun, kali ini penggeledahan yang dilakukan lintas lembaga benar-benar mengamankan barang yang mencurigakan.

“Sasarannya sebetulnya memang narkotika dan handphone. Karena kami anggap handphone itu menjadi salah satu sumber masalah. Di beberapa wilayah, alat komunikasi genggam itu bisa mengendalikan peredaran narkoba dan lainnya. Itu yang kami antisipasi. Makanya, kami adakan secara gabungan,” jelasnya.

Dalam penggeledahan itu, petugas hanya menemukan puluhan korek api, sumpit, karet, kartu remi, botol minyak wangi, dan penggaris besi. Termasuk salah satu buku milik tahanan teroris yang isinya erat dengan paham radikalisme. Tahanan yang berinisial D itu telah menetap di Lumajang selama tiga tahun.

Menurut Agus, tahanan tersebut semakin sadar dan mengakui NKRI. Sebab, kondisinya terlihat semakin membaik dan mau berkomunikasi dengan tahanan lainnya. “Kalau pengalaman saya, teroris itu ya tidak mau salat. Tapi alhamdulillah kalau yang ini mulai lunak dan mau mendeklarasikan diri NKRI,” pungkasnya.

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal
Editor: Hafid Asnan

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran