alexametrics
20.9C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Sekolah Bisa Terancam Regrouping

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Minimnya pendaftar murid baru di SDN yang ada di Lumajang direspons DPRD Lumajang. Menurutnya, pemerintah harus lebih tegas memberikan sanksi kepada sekolah-sekolah swasta yang menerima murid melebihi pagu rombel yang dimiliki. Sebab, jika tidak, sekolah negeri yang minim murid bisa terancam regrouping.

Diakui, setiap tahun jumlah murid sekolah negeri terus menurun. Kepercayaan orang tua dalam menyekolahkan anaknya di sekolah negeri juga terus terkikis. Kondisi itu diakibatkan inovasi maupun kreativitas yang dilakukan sekolah stagnan. Karenanya, orang tua lebih tertarik ke sekolah swasta.

Anggota Komisi D DPRD Lumajang Sugianto mengatakan, sosialisasi PPDB harus sampai pada grass root. Artinya, guru-guru yang ada di sekolah itu harus proaktif mendatangi masyarakat. Mendatangi rumah warga untuk sekadar melakukan silaturahmi. Tentu tujuannya supaya kepercayaan kepada sekolah itu semakin menguat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, membendung sekolah swasta dalam menerima murid memang tidak mungkin dilakukan. Tetapi, ada cara-cara lain yang mungkin bisa dipertimbangkan. “Misalnya ada kebijakan kalau melebihi rombel, dana bantuan operasionalnya tidak diberikan atau punishment lain-lainnya,” katanya.

Sementara ,itu Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan Lumajang Winarto Laksono mengatakan, memang sekolah yang minim murid bakal terancam regrouping. Tetapi, ada batasan dan jumlahnya. Misalnya jumlah keseluruhan murid antara kelas satu sampai kelas 6 hanya berjumlah di bawah 60 murid.

Untuk menghindari regrouping, menurutnya, dinas bakal terus memberikan motivasi serta strategi-strategi lainnya untuk meningkatkan jumlah murid sekolah. “Kalau jumlahnya tidak melebihi pagu, ya memang berpengaruh pada bantuannya. Makanya, yang kami harapkan sekolah terus semangat dan ada regrouping,” pungkasnya.

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Hafid Asnan
Editor: Hafid Asnan

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Minimnya pendaftar murid baru di SDN yang ada di Lumajang direspons DPRD Lumajang. Menurutnya, pemerintah harus lebih tegas memberikan sanksi kepada sekolah-sekolah swasta yang menerima murid melebihi pagu rombel yang dimiliki. Sebab, jika tidak, sekolah negeri yang minim murid bisa terancam regrouping.

Diakui, setiap tahun jumlah murid sekolah negeri terus menurun. Kepercayaan orang tua dalam menyekolahkan anaknya di sekolah negeri juga terus terkikis. Kondisi itu diakibatkan inovasi maupun kreativitas yang dilakukan sekolah stagnan. Karenanya, orang tua lebih tertarik ke sekolah swasta.

Anggota Komisi D DPRD Lumajang Sugianto mengatakan, sosialisasi PPDB harus sampai pada grass root. Artinya, guru-guru yang ada di sekolah itu harus proaktif mendatangi masyarakat. Mendatangi rumah warga untuk sekadar melakukan silaturahmi. Tentu tujuannya supaya kepercayaan kepada sekolah itu semakin menguat.

Mobile_AP_Half Page

Menurutnya, membendung sekolah swasta dalam menerima murid memang tidak mungkin dilakukan. Tetapi, ada cara-cara lain yang mungkin bisa dipertimbangkan. “Misalnya ada kebijakan kalau melebihi rombel, dana bantuan operasionalnya tidak diberikan atau punishment lain-lainnya,” katanya.

Sementara ,itu Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan Lumajang Winarto Laksono mengatakan, memang sekolah yang minim murid bakal terancam regrouping. Tetapi, ada batasan dan jumlahnya. Misalnya jumlah keseluruhan murid antara kelas satu sampai kelas 6 hanya berjumlah di bawah 60 murid.

Untuk menghindari regrouping, menurutnya, dinas bakal terus memberikan motivasi serta strategi-strategi lainnya untuk meningkatkan jumlah murid sekolah. “Kalau jumlahnya tidak melebihi pagu, ya memang berpengaruh pada bantuannya. Makanya, yang kami harapkan sekolah terus semangat dan ada regrouping,” pungkasnya.

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Hafid Asnan
Editor: Hafid Asnan

Desktop_AP_Leaderboard 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID Minimnya pendaftar murid baru di SDN yang ada di Lumajang direspons DPRD Lumajang. Menurutnya, pemerintah harus lebih tegas memberikan sanksi kepada sekolah-sekolah swasta yang menerima murid melebihi pagu rombel yang dimiliki. Sebab, jika tidak, sekolah negeri yang minim murid bisa terancam regrouping.

Diakui, setiap tahun jumlah murid sekolah negeri terus menurun. Kepercayaan orang tua dalam menyekolahkan anaknya di sekolah negeri juga terus terkikis. Kondisi itu diakibatkan inovasi maupun kreativitas yang dilakukan sekolah stagnan. Karenanya, orang tua lebih tertarik ke sekolah swasta.

Anggota Komisi D DPRD Lumajang Sugianto mengatakan, sosialisasi PPDB harus sampai pada grass root. Artinya, guru-guru yang ada di sekolah itu harus proaktif mendatangi masyarakat. Mendatangi rumah warga untuk sekadar melakukan silaturahmi. Tentu tujuannya supaya kepercayaan kepada sekolah itu semakin menguat.

Menurutnya, membendung sekolah swasta dalam menerima murid memang tidak mungkin dilakukan. Tetapi, ada cara-cara lain yang mungkin bisa dipertimbangkan. “Misalnya ada kebijakan kalau melebihi rombel, dana bantuan operasionalnya tidak diberikan atau punishment lain-lainnya,” katanya.

Sementara ,itu Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan Lumajang Winarto Laksono mengatakan, memang sekolah yang minim murid bakal terancam regrouping. Tetapi, ada batasan dan jumlahnya. Misalnya jumlah keseluruhan murid antara kelas satu sampai kelas 6 hanya berjumlah di bawah 60 murid.

Untuk menghindari regrouping, menurutnya, dinas bakal terus memberikan motivasi serta strategi-strategi lainnya untuk meningkatkan jumlah murid sekolah. “Kalau jumlahnya tidak melebihi pagu, ya memang berpengaruh pada bantuannya. Makanya, yang kami harapkan sekolah terus semangat dan ada regrouping,” pungkasnya.

Jurnalis: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Hafid Asnan
Editor: Hafid Asnan

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran