alexametrics
20.9C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Musnahkan 3.246 Botol Miras dan 130 Knalpot

Operasi Pekat dan Senyap, Hasilnya Banyak Tangkapan

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Operasi pekat selama bulan Maret telah berakhir. Hasilnya, sebanyak 3.246 botol miras ilegal, 130 knalpot brong, dan ribuan narkoba berhasil diamankan. Selanjutnya, barang bukti tersebut dimusnahkan di halaman Gedung Olahraga (GOR) Wira Bhakti, kemarin.

Selain mengamankan barang bukti, operasi pekat juga berhasil mengamankan 38 tersangka miras ilegal dan 8 tersangka narkoba. “Tersangka miras dijerat sesuai undang-undang yang berlaku dan dikenakan pasal tindak pidana ringan. Sedangkan tersangka narkoba kami jerat dengan pasal psikotropika,” kata Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti.

Operasi tersebut merupakan komitmen dan sinergisitas polisi dengan pihak lain sebagai upaya mewujudkan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di masyarakat. “Ini bentuk sinergisitas kami dengan beberapa instansi untuk menciptakan situasi yang aman, kondusif, nyaman, khusyuk. Terutama menyambut bulan Ramadan,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Eka menjelaskan, pihaknya memusnahkan barang bukti miras dan knalpot. Sementara, barang bukti narkoba masih diamankan di kejaksaan negeri. “Barang bukti operasi pekat seperti botol miras dan knalpot yang membuat bising, kami musnahkan hari ini (kemarin, Red). Sedangkan narkoba masih ada di kejaksaan sebagai bagian dari proses hukum selanjutnya. Karena proses hukum narkoba masih berlanjut,” jelasnya.

Pemusnahan tersebut merupakan inisiatif dari Polres Lumajang. Sebab, pihaknya tidak ingin menyimpan barang bukti terlalu lama. “Mungkin kami yang pertama kali memusnahkan barang bukti hasil dari operasi pekat. Terus terang, kami tidak menunggu perintah dari polda. Ini inisiatif kami untuk mengawali di wilayah Jawa Timur. Sebab, kami tidak ingin berlama-lama menyimpan bukti. Nanti malah ada hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, segera saya laksanakan pemusnahan,” tambahnya.

Pihaknya berharap, dampak pemusnahan ini dapat dirasakan oleh masyarakat. “Efeknya ini bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar. Misalnya saja bagi anak-anak yang terjaring operasi dan terbukti knalpot atau motornya tidak sesuai standar. Kami mewajibkan mereka dan orang tuanya untuk datang ke polres dan mengganti bagian yang tidak sesuai standar. Kemudian, mereka membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Agus Triyono, Sekda Lumajang, mengapresiasi langkah kepolisian dan jajaran lainnya. Menurutnya, hal tersebut sebagai langkah awal menciptakan suasana aman di awal bulan Ramadan. “Saya atas nama Pemkab Lumajang mengucapkan terima kasih serta mengapresiasi polres dan jajaran lain. Ini operasi pekat dan senyap. Kita tidak tahu gerakannya seperti apa, tapi hasilnya luar biasa,” pungkasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Operasi pekat selama bulan Maret telah berakhir. Hasilnya, sebanyak 3.246 botol miras ilegal, 130 knalpot brong, dan ribuan narkoba berhasil diamankan. Selanjutnya, barang bukti tersebut dimusnahkan di halaman Gedung Olahraga (GOR) Wira Bhakti, kemarin.

Selain mengamankan barang bukti, operasi pekat juga berhasil mengamankan 38 tersangka miras ilegal dan 8 tersangka narkoba. “Tersangka miras dijerat sesuai undang-undang yang berlaku dan dikenakan pasal tindak pidana ringan. Sedangkan tersangka narkoba kami jerat dengan pasal psikotropika,” kata Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti.

Operasi tersebut merupakan komitmen dan sinergisitas polisi dengan pihak lain sebagai upaya mewujudkan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di masyarakat. “Ini bentuk sinergisitas kami dengan beberapa instansi untuk menciptakan situasi yang aman, kondusif, nyaman, khusyuk. Terutama menyambut bulan Ramadan,” ucapnya.

Mobile_AP_Half Page

Eka menjelaskan, pihaknya memusnahkan barang bukti miras dan knalpot. Sementara, barang bukti narkoba masih diamankan di kejaksaan negeri. “Barang bukti operasi pekat seperti botol miras dan knalpot yang membuat bising, kami musnahkan hari ini (kemarin, Red). Sedangkan narkoba masih ada di kejaksaan sebagai bagian dari proses hukum selanjutnya. Karena proses hukum narkoba masih berlanjut,” jelasnya.

Pemusnahan tersebut merupakan inisiatif dari Polres Lumajang. Sebab, pihaknya tidak ingin menyimpan barang bukti terlalu lama. “Mungkin kami yang pertama kali memusnahkan barang bukti hasil dari operasi pekat. Terus terang, kami tidak menunggu perintah dari polda. Ini inisiatif kami untuk mengawali di wilayah Jawa Timur. Sebab, kami tidak ingin berlama-lama menyimpan bukti. Nanti malah ada hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, segera saya laksanakan pemusnahan,” tambahnya.

Pihaknya berharap, dampak pemusnahan ini dapat dirasakan oleh masyarakat. “Efeknya ini bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar. Misalnya saja bagi anak-anak yang terjaring operasi dan terbukti knalpot atau motornya tidak sesuai standar. Kami mewajibkan mereka dan orang tuanya untuk datang ke polres dan mengganti bagian yang tidak sesuai standar. Kemudian, mereka membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Agus Triyono, Sekda Lumajang, mengapresiasi langkah kepolisian dan jajaran lainnya. Menurutnya, hal tersebut sebagai langkah awal menciptakan suasana aman di awal bulan Ramadan. “Saya atas nama Pemkab Lumajang mengucapkan terima kasih serta mengapresiasi polres dan jajaran lain. Ini operasi pekat dan senyap. Kita tidak tahu gerakannya seperti apa, tapi hasilnya luar biasa,” pungkasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan

Desktop_AP_Leaderboard 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Operasi pekat selama bulan Maret telah berakhir. Hasilnya, sebanyak 3.246 botol miras ilegal, 130 knalpot brong, dan ribuan narkoba berhasil diamankan. Selanjutnya, barang bukti tersebut dimusnahkan di halaman Gedung Olahraga (GOR) Wira Bhakti, kemarin.

Selain mengamankan barang bukti, operasi pekat juga berhasil mengamankan 38 tersangka miras ilegal dan 8 tersangka narkoba. “Tersangka miras dijerat sesuai undang-undang yang berlaku dan dikenakan pasal tindak pidana ringan. Sedangkan tersangka narkoba kami jerat dengan pasal psikotropika,” kata Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti.

Operasi tersebut merupakan komitmen dan sinergisitas polisi dengan pihak lain sebagai upaya mewujudkan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di masyarakat. “Ini bentuk sinergisitas kami dengan beberapa instansi untuk menciptakan situasi yang aman, kondusif, nyaman, khusyuk. Terutama menyambut bulan Ramadan,” ucapnya.

Eka menjelaskan, pihaknya memusnahkan barang bukti miras dan knalpot. Sementara, barang bukti narkoba masih diamankan di kejaksaan negeri. “Barang bukti operasi pekat seperti botol miras dan knalpot yang membuat bising, kami musnahkan hari ini (kemarin, Red). Sedangkan narkoba masih ada di kejaksaan sebagai bagian dari proses hukum selanjutnya. Karena proses hukum narkoba masih berlanjut,” jelasnya.

Pemusnahan tersebut merupakan inisiatif dari Polres Lumajang. Sebab, pihaknya tidak ingin menyimpan barang bukti terlalu lama. “Mungkin kami yang pertama kali memusnahkan barang bukti hasil dari operasi pekat. Terus terang, kami tidak menunggu perintah dari polda. Ini inisiatif kami untuk mengawali di wilayah Jawa Timur. Sebab, kami tidak ingin berlama-lama menyimpan bukti. Nanti malah ada hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, segera saya laksanakan pemusnahan,” tambahnya.

Pihaknya berharap, dampak pemusnahan ini dapat dirasakan oleh masyarakat. “Efeknya ini bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar. Misalnya saja bagi anak-anak yang terjaring operasi dan terbukti knalpot atau motornya tidak sesuai standar. Kami mewajibkan mereka dan orang tuanya untuk datang ke polres dan mengganti bagian yang tidak sesuai standar. Kemudian, mereka membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Agus Triyono, Sekda Lumajang, mengapresiasi langkah kepolisian dan jajaran lainnya. Menurutnya, hal tersebut sebagai langkah awal menciptakan suasana aman di awal bulan Ramadan. “Saya atas nama Pemkab Lumajang mengucapkan terima kasih serta mengapresiasi polres dan jajaran lain. Ini operasi pekat dan senyap. Kita tidak tahu gerakannya seperti apa, tapi hasilnya luar biasa,” pungkasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran