alexametrics
20.9C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kabel di Pohon Kering Membahayakan

PLN Bakal Koordinasi dengan DLH

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penempatan kabel di samping jalan memang penuh risiko. Risiko semakin besar saat kabel terpasang dan melewati pohon yang sudah kering. Sebab, gesekan kabel dengan pohon bisa menyebabkan kabel putus. Jika mengenai pengendara, nyawa bisa melayang.

Seperti yang terlihat di selatan SPBU Petahunan, Sumbersuko. Lilitan kabel melintas di antara ranting pohon yang kering. Hal tersebut sudah berlangsung dalam waktu yang lama. “Sudah lama pohonnya mengering. Kabelnya juga sudah ada di sana,” kata Misto, salah satu pengendara.

Dia mengungkapkan, belum ada tindakan dari pemerintah. Baik pemangkasan pohon ataupun tindakan perbaikan jalur kabel. “Sampai saat ini belum ada tindakan dari instansi terkait. Belum ada pengecekan, pemangkasan, atau penempatan posisi baru kabel itu,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hendik Purwahyudi, Manajer PLN ULP Lumajang, mengatakan bahwa pemangkasan pohon kering yang dilalui kabel dapat membahayakan pengguna jalan. Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Langkah pertama, kami akan melihat kondisi kabel dan pohon. Jika memang berbahaya dan perlu tindakan pemangkasan, kami akan koordinasikan dengan DLH,” katanya.

Pohon yang tumbuh di samping jalan merupakan kewenangan DLH. Karena itu, DLH yang akan memangkasnya. “Kami tidak memiliki kewenangan untuk memangkas pohon di samping jalan. Karena itu milik DLH. Namun tetap, selama pemangkasan, kami akan mendampingi. Karena bisa jadi kabel tersebut di posisi bahaya. Misalnya, ada sambungan kabel atau kabel yang tidak terbungkus sempurna di antara pohon,” jelasnya.

Hal tersebut memang standar utama saat memangkas pohon. Sebab, tidak semua kabel yang melintas di antara pohon dapat dipangkas DLH. Oleh karena itu, koordinasi dari setiap instansi diharapkan mampu meminimalisasi kejadian yang tidak diinginkan. “Koordinasi ini sangat penting. Setiap pemangkasan atau perbaikan kabel di samping jalan selalu dikoordinasikan dengan DLH. Agar masalah korsleting listrik dan lainnya tidak terjadi,” tambahnya.

Dia mengimbau agar masyarakat bisa melaporkan ke PLN jika ditemukan kabel yang membahayakan. “Masyarakat harus berhati-hati. Dan jika melihat kondisi seperti itu, harus segera dilaporkan ke PLN. Agar kami cek lokasi dan lakukan tindakan selanjutnya,” pungkasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penempatan kabel di samping jalan memang penuh risiko. Risiko semakin besar saat kabel terpasang dan melewati pohon yang sudah kering. Sebab, gesekan kabel dengan pohon bisa menyebabkan kabel putus. Jika mengenai pengendara, nyawa bisa melayang.

Seperti yang terlihat di selatan SPBU Petahunan, Sumbersuko. Lilitan kabel melintas di antara ranting pohon yang kering. Hal tersebut sudah berlangsung dalam waktu yang lama. “Sudah lama pohonnya mengering. Kabelnya juga sudah ada di sana,” kata Misto, salah satu pengendara.

Dia mengungkapkan, belum ada tindakan dari pemerintah. Baik pemangkasan pohon ataupun tindakan perbaikan jalur kabel. “Sampai saat ini belum ada tindakan dari instansi terkait. Belum ada pengecekan, pemangkasan, atau penempatan posisi baru kabel itu,” ungkapnya.

Mobile_AP_Half Page

Hendik Purwahyudi, Manajer PLN ULP Lumajang, mengatakan bahwa pemangkasan pohon kering yang dilalui kabel dapat membahayakan pengguna jalan. Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Langkah pertama, kami akan melihat kondisi kabel dan pohon. Jika memang berbahaya dan perlu tindakan pemangkasan, kami akan koordinasikan dengan DLH,” katanya.

Pohon yang tumbuh di samping jalan merupakan kewenangan DLH. Karena itu, DLH yang akan memangkasnya. “Kami tidak memiliki kewenangan untuk memangkas pohon di samping jalan. Karena itu milik DLH. Namun tetap, selama pemangkasan, kami akan mendampingi. Karena bisa jadi kabel tersebut di posisi bahaya. Misalnya, ada sambungan kabel atau kabel yang tidak terbungkus sempurna di antara pohon,” jelasnya.

Hal tersebut memang standar utama saat memangkas pohon. Sebab, tidak semua kabel yang melintas di antara pohon dapat dipangkas DLH. Oleh karena itu, koordinasi dari setiap instansi diharapkan mampu meminimalisasi kejadian yang tidak diinginkan. “Koordinasi ini sangat penting. Setiap pemangkasan atau perbaikan kabel di samping jalan selalu dikoordinasikan dengan DLH. Agar masalah korsleting listrik dan lainnya tidak terjadi,” tambahnya.

Dia mengimbau agar masyarakat bisa melaporkan ke PLN jika ditemukan kabel yang membahayakan. “Masyarakat harus berhati-hati. Dan jika melihat kondisi seperti itu, harus segera dilaporkan ke PLN. Agar kami cek lokasi dan lakukan tindakan selanjutnya,” pungkasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan

Desktop_AP_Leaderboard 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Penempatan kabel di samping jalan memang penuh risiko. Risiko semakin besar saat kabel terpasang dan melewati pohon yang sudah kering. Sebab, gesekan kabel dengan pohon bisa menyebabkan kabel putus. Jika mengenai pengendara, nyawa bisa melayang.

Seperti yang terlihat di selatan SPBU Petahunan, Sumbersuko. Lilitan kabel melintas di antara ranting pohon yang kering. Hal tersebut sudah berlangsung dalam waktu yang lama. “Sudah lama pohonnya mengering. Kabelnya juga sudah ada di sana,” kata Misto, salah satu pengendara.

Dia mengungkapkan, belum ada tindakan dari pemerintah. Baik pemangkasan pohon ataupun tindakan perbaikan jalur kabel. “Sampai saat ini belum ada tindakan dari instansi terkait. Belum ada pengecekan, pemangkasan, atau penempatan posisi baru kabel itu,” ungkapnya.

Hendik Purwahyudi, Manajer PLN ULP Lumajang, mengatakan bahwa pemangkasan pohon kering yang dilalui kabel dapat membahayakan pengguna jalan. Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Langkah pertama, kami akan melihat kondisi kabel dan pohon. Jika memang berbahaya dan perlu tindakan pemangkasan, kami akan koordinasikan dengan DLH,” katanya.

Pohon yang tumbuh di samping jalan merupakan kewenangan DLH. Karena itu, DLH yang akan memangkasnya. “Kami tidak memiliki kewenangan untuk memangkas pohon di samping jalan. Karena itu milik DLH. Namun tetap, selama pemangkasan, kami akan mendampingi. Karena bisa jadi kabel tersebut di posisi bahaya. Misalnya, ada sambungan kabel atau kabel yang tidak terbungkus sempurna di antara pohon,” jelasnya.

Hal tersebut memang standar utama saat memangkas pohon. Sebab, tidak semua kabel yang melintas di antara pohon dapat dipangkas DLH. Oleh karena itu, koordinasi dari setiap instansi diharapkan mampu meminimalisasi kejadian yang tidak diinginkan. “Koordinasi ini sangat penting. Setiap pemangkasan atau perbaikan kabel di samping jalan selalu dikoordinasikan dengan DLH. Agar masalah korsleting listrik dan lainnya tidak terjadi,” tambahnya.

Dia mengimbau agar masyarakat bisa melaporkan ke PLN jika ditemukan kabel yang membahayakan. “Masyarakat harus berhati-hati. Dan jika melihat kondisi seperti itu, harus segera dilaporkan ke PLN. Agar kami cek lokasi dan lakukan tindakan selanjutnya,” pungkasnya.

Jurnalis: mg2
Fotografer: Muhammad Sidikin Ali
Editor: Hafid Asnan

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran