Krecek Rebung Asap Lumajang, Menu Andalan yang Tak Tergantikan

KULINER ANDALAN: Tampilan menarik dan menggoda lidah Krecek Rebung setelah melewati serangkaian pengolahan. Untuk bisa dinikmati dengan kelezatan berlipat, krecek khas Lumajang ini butuh pengolahan berhari-hari dan perebusan berjam-jam

TOMPOKERSAN.RADARJEMBER.ID – Satu lagi kuliner khas yang dijamin bakal memanjakan lidah masyarakat Lumajang, selain sego kelor. Namanya: Krecek Rebung. Makanan ini biasa ditemukan di pelosok Lumajang, dengan proses pembuatan yang berbeda dari menu kuliner lainnya.
Bagi yang penasaran, makanan ini hanya tersedia di beberapa kecamatan saja. Yakni di Kecamatan Pasrujambe dan Kecamatan Senduro. Namun paling sering dijumpai di Kecamatan Pasrujambe, tepatnya paling banyak di rumah-rumah warga di Desa Jambekumbu. Tak heran, karena desa tersebut terdapat bahan baku yang sangat melimpah: bambu.
Makanan unik ini begitu lezat dan bikin ketagihan. Sebab, teksturnya seperti daging, sangat kenyal. Ketika dimakan pun mirip empal. Di beberapa kabupaten tetangga ada juga yang sama mengolah makanan ini. Bahan bakunya pun hampir sama, yaitu menggunakan bambu muda yang batangnya tebal.
Namun di Lumajang, pengolahan Krecek Rebung berbeda. Sangat khas dan tidak ditemukan dimanapun. Sebab, proses pengolahannya menggunakan pengasapan, bukan dijemur hingga kering seperti rebung lainnya.
Biasanya Krecek Rebung ini menggunakan bambu muda jenis ori, jajang dan petung. Setelah dipanen, bahan itu direbus hingga lunak. Setelah itu, baru dipotong kecil-kecil lalu ditusuk seperti sate. Barulah diasapi hingga mengering. Warnanya memang terlihat sangat hitam pekat, namun dengan warna itu penyimpanannya bisa tahan lama sampai setahun.
Untuk memasaknya pun juga butuh proses yang cukup panjang. Direndam air selama sehari terlebih dahulu. Kemudian direbus air mendidih selama dua hingga tiga jam. Tujuannya untuk menghilangkan bau asap dan melunturkan warna hitam yang ada sebelumnya.
Setelah itu barulah dimasak. Paling favorit, masyarakat setempat memasaknya menggunakan santan. Meski proses memasaknya butuh waktu lama, tapi bakal terbalas dengan rasanya yang luar biasa. Dijamin maknyus! (kl)

IKLAN
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal